Muncul Kembali Setelah Berakhirnya Penutupan Pemerintah: ‘Trump Seperti Houdini’
Amerika

Muncul Kembali Setelah Berakhirnya Penutupan Pemerintah: ‘ Trump Seperti Houdini ’

"Sudah pasti ia akan lolos," kata seorang penasihat Gedung Putih untuk Presiden Donald Trump. "Dia seperti Houdini. Jika anda menahannya di dalam sangkar, dia akan keluar.” (Foto: Getty Images/Alex Wong)
Berita Internasional >> Muncul Kembali Setelah Berakhirnya Penutupan Pemerintah: ‘ Trump Seperti Houdini ’

Para ajudan mengatakan bahwa presiden tersebut sudah berkeinginan untuk kembali terlibat dalam perundingan, menjelang batas akhir berikutnya pada awal Februari.  “Sudah pasti ia akan lolos,” kata seorang penasihat Gedung Putih untuk Presiden Donald Trump. ” Trump seperti Houdini. Jika anda menahannya di dalam sangkar, dia akan keluar.” 

    Baca Juga : Trump ‘Senang Melihat Penutupan Pemerintah karena Imigrasi.’ Apakah Masuk Akal?

Oleh: Andrew Restuccia dan Nancy Cook (Politico)

Drama penutupan pemerintah tersebut mengajarkan kepada para ajudan Gedung Putih: Ketika berbicara mengenai Presiden Donald Trump, terkadang berbicara sedikit lebih berarti besar.

Selama sekitar 48 jam pada akhir pekan ini, Trump jarang terlihat, tidak tampil di depan publik, dan menjaga kontak langsungnya dengan anggota parlemen—terutama dari Partai Demokrat—seminimal mungkin. Sebagai gantinya, presiden menyerahkan tugas berat kepada stafnya, untuk sementara menahan keinginannya untuk mengundang anggota parlemen ke Gedung Putih, untuk melakukan tawar-menawar yang besar.

‘Strategi lepas tangan’ tersebut dilakukan setelah Trump bertemu dengan para ajudan rumah tangga teratas pada Jumat (19/1) malam. Frustrasi dengan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer—yang diundang pada saat pertemuan yang tidak produktif pada siang harinya—Trump dan timnya memutuskan untuk menanggapi gertakan Demokrat, dengan mengeluarkan sebuah pernyataan pada pukul 11:58 malam yang menyatakan bahwa Presiden Trump “tidak akan menegosiasikan status imigran yang melanggar hukum, sementara Demokrat menahan warga negara kita yang sah, atas permintaan sembrono mereka.” Ketua DPR Paul Ryan dan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengikutinya dengan pernyataan serupa.

Selama akhir pekan ini, Senat dari Partai Demokrat hampir tidak mendengar sepatah kata pun dari tim Trump, dan menggantung mereka, sementara badan-badan pemerintah ditutup.

Pada akhirnya, pendekatan ‘diam dan saksikan’ terbayar, dengan menekan para pemimpin Senat untuk mencapai kesepakatan untuk membuka kembali pemerintahan dengan sendirinya—dan memberikan kemenangan yang sangat dibutuhkan oleh Trump, menurut enam pejabat dan penasihat Gedung Putih.

Pendekatan tersebut menunjukkan keputusasaan yang tajam dari beberapa bulan terakhir, ketika komentar Trump yang berlebihan dan terkadang kontradiktif selama pertemuan dengan anggota parlemen dari kedua belah pihak—dari pertemuan yang ditayangkan di televisi selama satu jam dengan para pemimpin kongres, di mana presiden tampak terbuka untuk meninggalkan posisi kebijakannya sendiri, hingga penutupannya—tentang ketidakinginannya untuk menyambut imigran dari negara-negara “shithole“—yang membuat negosiasi imigrasi menjadi berada di luar jalur.

Namun para pejabat Gedung Putih berhati-hati untuk menghindari persepsi bahwa mereka mendapatkan kemenangan terlalu cepat. Bukannya mengirimkan Trump pada posisi dimana ia bisa menertawakan hal ini—seperti yang dilakukannya setelah anggota Parlemen dari Partai Republik mengeluarkan sebuah undang-undang untuk mencabut Obamacare—para ajudan membuat keputusan strategis untuk meminta sekretaris pers Sarah Huckabee Sanders, untuk membaca sebuah pernyataan 71 kata yang menyatakan bahwa Trump “senang bahwa Demokrat di Kongres telah sampai pada akal sehat mereka.” Trump mengambil pendekatan yang sama seriusnya, untuk menandatangani undang-undang yang membuka kembali pemerintahan tersebut.

Partai Republik dan Demokrat di Kongres masih harus berkompromi dalam tiga minggu ke depan, mengenai imigrasi, untuk meningkatkan keamanan perbatasan dan melindungi ratusan ribu imigran yang tidak berdokumen yang memasuki negara tersebut ketika masih menjadi anak-anak di bawah umur, dan sudah terdapat tanda-tanda bahwa Presiden Trump—yang membanggakan kemampuannya dalam membuat kesepakatan—sangat ingin melibatkan dirinya kembali dalam perundingan.

Seorang penasihat dekat Gedung Putih sudah memprediksi kemenangan ini, ditambah dengan ditetapkannya undang-undang pajak yang bersejarah dan keadaan ekonomi yang sehat, hanya akan membuat Trump kembali ke kebiasaannya untuk terlibat langsung dalam usaha untuk mengatur kesepakatan.

“Sudah pasti ia akan lolos,” kata seorang penasihat Gedung Putih lainnya pada Senin (22/1). “Dia seperti Houdini. Jika anda menahannya di dalam sangkar, dia akan keluar.”

Setelah Senat memilih untuk mengakhiri penutupan, Trump segera menjamu beberapa Senator dari Partai Republik di Gedung Putih, termasuk John Cornyn dari Texas dan penganut imigrasi garis keras Tom Cotton dari Arkansas, untuk mendiskusikan apa yang bisa diajukan di Senat. Dia juga bertemu dengan dua senator Demokrat, Joe Manchin dari West Virginia dan Doug Jones dari Alabama, untuk mengakhiri aksi diamnya.

Para ajudan Gedung Putih mengatakan bahwa presiden tetap terlibat sepanjang akhir pekan, bahkan jika dia tidak berada di Capitol, ia melakukan negosiasi untuk mengakhiri penutupan tersebut. Presiden tetap berhubungan via telepon dengan anggota parlemen Republik utama, termasuk Cornyn, McConnell, Ryan, dan Pemimpin DPR Mayoritas Kevin McCarthy.

Tapi presiden tersebut—yang tampil pada awal bulan ini dengan menjadi tuan rumah para senator dari kedua belah pihak di Gedung Putih—membuat keputusan untuk tidak berbicara dengan anggota Partai Demokrat setelah penutupan pemerintah tersebut, untuk melanjutkan usaha lebih lanjut dalam pembuatan kesepakatan bipartisan.

“Sejak pertemuan kami di Kantor Oval pada Jumat (19/1), presiden dan saya belum berbicara, dan Gedung Putih menolak untuk melakukan negosiasi selama akhir pekan,” kata Schumer, pada Senin (22/1). “Presiden yang hebat dalam membuat kesepakatan itu mengesampingkan diri.”

Ketika ditanya pada Senin (22/1) tentang keputusan untuk menyingkirkan Schumer dan Partai Demokrat, Sanders berkata, “Lihat, apa yang telah dilakukan oleh presiden, jelas berhasil.”

Trump menghabiskan akhir pekan memanggil teman-teman dan sekutunya untuk meminta saran bagaimana menangani penutupan pemerintah—yang menjadi pertama kalinya selama menjabat sebagai presiden—dan bertanya bagaimana hal itu dimainkan di media.

Khawatir tentang jajak pendapat yang menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menyalahkan Trump dan Partai Republik karena penutupan tersebut, para ajudan pada Jumat (19/1) berusaha mengalihkan kesalahan kepada Demokrat, dan memastikan bahwa presiden tersebut tidak menjadi penyebab de facto dari krisis ini.

Bagi Gedung Putih yang jarang setuju dengan partai mereka, berpegang pada poin pembicaraan sederhana yang sama dan berkoordinasi dengan anggota Partai Republik di kongres, dipandang sebagai suatu kemenangan di antara para ajudan Sayap Barat dan penasihat dari luar, yang telah lama mengeluhkan kurangnya pemahaman yang sama.

Seorang pengurus rumah tangga senior mengatakan bahwa Gedung Putih mengetahui pentingnya pemahaman yang sama saat debat reformasi pajak, yang merupakan satu-satunya keberhasilan legislatif Gedung Putih sejauh ini.

    Baca Juga : Senat Capai Kesepakatan, Pemerintah Amerika Kembali Beroperasi

Gedung Putih mengesampingkan Trump dari sorotan selama akhir pekan ini—sebuah prestasi bagi presiden yang selalu haus akan sorotan publik—dan membatalkan acara publik mengenai pilihan sekolah di Gedung Putih pada Senin (22/1), sebelum penutupan pemerintah berakhir. Sebagai gantinya, satu-satunya komentar publik Trump muncul melalui beberapa tweet yang relatif tidak memprovokasi, yang tetap mempertahankan pesannya dan menghindari pemanggilan nama—“Chuck Schumer yang menangis” atau “Dicky Durbin”—yang menjadi pokok ledakan media sosialnya.

Bukannya presiden, Direktur Legislatif Gedung Putih Marc Short dan Direktur Manajemen dan Anggaran Mick Mulvaney, menjadi wajah publik pemerintah atas tanggapan Gedung Putih, begitu besar sehingga para ajudannya memutuskan untuk melakukan penampilan di depan kamera pada akhir pekan dalam acara “Mick dan Marc Show.”

“Tidak ada dalam RUU ini yang menurut Demokrat mereka keberatan; namun seperti amarah anak berusia dua tahun yang mengatakan, ‘Saya akan membawa mainan saya dan pulang ke rumah karena saya kesal tentang hal lain,’” kata Short pada Sabtu (20/1). “Itu tidak ada hubungannya dengan RUU ini. Dan Senat dari Partai Demokrat pada dasarnya seperti anak berusia dua tahun yang marah di depan semua rakyat Amerika.”

Trump—yang terobsesi untuk memperhatikan dan menilai penampilan para ajudannya di televisi—senang dengan Short dan Mulvaney, dan Trump memuji mereka pada Sabtu (20/1) di kantor Sanders, serta mendesak timnya untuk “tetap pada posisi,” menurut seorang pejabat Gedung Putih.

Di belakang layar, Short, Mulvaney, dan kepala staf John Kelly, mewakili Gedung Putih di Capitol Hill, dimana Kelly memusatkan perhatian pada perundingan dengan pimpinan kongres, dan Short serta Mulvaney berfokus untuk merayu anggota dewan komisaris dalam sebuah kesepakatan.

Para ajudan Trump menghabiskan akhir pekan menciptakan situasi untuk presiden, bahwa penutupan ini adalah masalah Demokrat—dan menekankan bahwa itu adalah tugas pemimpin Senat, bukan tugas Trump, untuk memperbaikinya.

“Mereka mengatakan kepadanya, ‘Semakin banyak anda terlibat, semakin sulit untuk menegosiasikan solusinya,’” menurut seorang penasihat dari luar yang dekat dengan Trump. “Dan mereka mengatakan kepadanya, bahwa semakin lama pemerintah ditutup, semakin besar kemungkinan dia disalahkan.”

Sejak awal, para pejabat tinggi pemerintah mengatakan, mereka percaya bahwa Demokrat akan bergerak cepat untuk membuka kembali pemerintah “begitu mereka membuat keputusan,” menurut kata-kata seorang ajudan Gedung Putih—meskipun Gedung Putih menunda keberangkatan Menteri Keuangan Steven Mnuchin ke Swiss untuk konferensi Davos sampai Senat mencapai kesepakatan—dan bahkan mempertimbangkan untuk membatalkan perjalanan tersebut.

Politik penutupan pemerintah ini menjadi semakin tegang pada Senin (22/1), ketika ribuan pegawai federal diinstruksikan untuk tidak datang ke kantor, dan ketika desakan Demokrat untuk menegosiasikan imigrasi sebagai bagian dari rancangan anggaran, diabaikan oleh Gedung Putih.

“Saya akan jujur kepada anda, dalam keseluruhan karir saya di bidang politik, saya belum pernah melihat Partai Demokrat secara sukarela membawa diri mereka dalam situasi yang buruk ini,” kata Josh Holmes, mantan kepala staf McConnell. “Satu-satunya hal yang harus dikatakan oleh Partai Republik adalah, ‘Di mana prioritas anda?’ Apakah mereka bersama pasukan Amerika dan anak-anak miskin yang sakit, atau bersama imigran ilegal?”

Keterangan foto utama: “Sudah pasti ia akan lolos,” kata seorang penasihat Gedung Putih untuk Presiden Donald Trump. “Dia seperti Houdini. Jika anda menahannya di dalam sangkar, dia akan keluar.” (Foto: Getty Images/Alex Wong)

Muncul Kembali Setelah Berakhirnya Penutupan Pemerintah: ‘ Trump Seperti Houdini ’

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top