Cawapres Prabowo
Berita Politik Indonesia

Nama Cawapres Diumumkan, Koalisi Oposisi Dilanda Keributan

Calon presiden Indonesia, Prabowo Subianto. (Foto: AFP/Romeo Gacad)
Berita Internasional >> Nama Cawapres Diumumkan, Koalisi Oposisi Dilanda Keributan

Jelang pengumuman nama calon wakil presiden kemarin (9/8) dan penutupan pendaftaran Pemilu Presiden 2019, koalisi oposisi dilanda keributan. Hal ini didorong oleh Sandiaga Uno yang ditunjuk sebagai cawapres Prabowo, yang menghadirkan benturan dan perselisihan kepentingan, terutama dari Partai Demokrat yang menganggap langkah tersebut sebagai sebuah pengkhianatan.

Baca juga: Gerindra: Mundur Jadi Wagub DKI, Sandiaga Uno Maju Jadi Cawapres Prabowo

Oleh: Reuters/The Sun Daily

Sebuah koalisi politik yang dibentuk untuk menantang Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo dalam pemilihan tahun depan menjadi tegang, setelah seorang pejabat senior dari salah satu partai menggambarkan lawan Jokowi, Prabowo Subianto, sebagai “jenderal kardus” dan “chicken“.

Arus komentar penghinaan dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief—yang diunggah di media sosial pada Rabu (8/8) malam—datang sebagai tanggapan terhadap spekulasi bahwa Prabowo akan memilih Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno sebagai pasangannya, dan menyingkirkan Agus Yudhoyono (AHY) dari Partai Demokrat.

Bagi pejabat Partai Demokrat tersebut, kemunculan Sandiaga adalah sebuah pengkhianatan.

Baru minggu lalu, Partai Demokrat—yang diketuai oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono—dan Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo mengumumkan persekutuan mereka.

AHY—seorang pensiunan tentara berusia 39 tahun—adalah putra mantan Presiden SBY dan diperkirakan akan menjadi kandidat wakil presiden setelah kesepakatan itu.

“Sejak dulu saya ragu apakah gelegar suaranya (Prabowo) sama dengan mentalnya. Dia bukan strong leader, dia chicken,” Andi menulis tweet, dan kemudian melanjutkan dengan dengan menyebut julukan “jenderal kardus”.

Indonesia akan melakukan pemungutan suara pada bulan April mendatang.

Calon presiden dan wakil presiden memiliki waktu sampai Jumat (10/8) untuk mendaftarkan pencalonan diri mereka.

Jokowi adalah seorang moderat yang populer, yang memiliki keberhasilan yang beragam dengan agenda reformasinya.

Prabowo, seorang mantan jenderal, adalah seorang nasionalis yang memiliki hubungan kuat dengan para Islamis dan sering menentang orang asing.

Prabowo pergi ke rumah SBY kemarin (9/8). Meninggalkan rapat, Prabowo menolak untuk berbicara tentang apa yang dibicarakan.

Ketika kemarin ditanya kapan dia akan menyatakan pencalonannya dan apakah Sandiaga akan menjadi pasangannya, dia berkata: “Prosesnya sedang berlangsung. Tenang.”

Baca juga: Perseteruan Sengit yang Akan Datang: Jokowi vs Prabowo

Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan bahwa suasana selama pertemuan itu bersahabat, meskipun mereka tidak memutuskan siapa yang akan menjadi kandidat wakil presiden.

Media lokal mengutip Sandiaga mengatakan kemarin, bahwa dia belum mengundurkan diri sebagai Wakil Gubernur Jakarta. (Saat ini keduanya sudah resmi mengumumkan diri sebagai capres dan cawapres yang akan maju bersama di Pilpres 2019).

Sandiaga—seorang pengusaha kaya—adalah anggota Gerindra yang memainkan peran penting dalam merencanakan kampanye untuk mengusir sekutu Jokowi dan Gubernur Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama, yang dituduh menghina Al-Qur’an dan kemudian dipenjarakan selama dua tahun.

Setelah kemenangannya, Uno mengatakan bahwa ras dan agama sangat disayangkan telah mendominasi kampanye tersebut.

Keterangan foto utama: Calon presiden Indonesia, Prabowo Subianto. (Foto: AFP/Romeo Gacad)

Nama Cawapres Diumumkan, Koalisi Oposisi Dilanda Keributan

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top