Nancy Pelosi Sepakati Batas Waktu Menjabat Sebagai Ketua DPR
Amerika

Nancy Pelosi Sepakati Batas Waktu Menjabat Sebagai Ketua DPR

Berita Internasional >> Nancy Pelosi Sepakati Batas Waktu Menjabat Sebagai Ketua DPR

Kesepakatan pemimpin Demokrat itu dapat menghasilkan suara yang cukup untuk memenangkan jabatan ketua dalam pemilihan DPR penuh bulan depan. Kesepakatan itu akan membatasi masa jabatan Pelosi sebagai Ketua DPR menjadi tiga periode, dengan opsi periode keempat jika dia memenangkan dukungan dua pertiga dari kaukusnya. Itu akan berlaku secara retroaktif pada periode sebelumnya, yang berarti bahwa dia hanya bisa menjabat satu periode lagi tanpa membutuhkan dua pertiga dukungan.

Oleh: Natalie Andrews (The Wall Street Journal)

Baca Juga: Sekali Lagi, Semua Pakar Salah Memprediksi Trump

Pemimpin Dewan Demokrat Nancy Pelosi membuat kesepakatan pada Rabu (12/12) dengan para pengkritik kaukusnya, yang akan menetapkan batas waktu sebagai ketua California, yang membuatnya mendapatkan dukungan kunci untuk memenangkan jabatan kepemimpinan dalam pemungutan suara Dewan pada bulan Januari.

Pelosi (78 tahun), dicalonkan pada bulan lalu oleh kaukusnya dengan 203 suara—kurang dari 218 yang akan dibutuhkannya jika semua anggota DPR memilih bulan depan. Kebanyakan Republik diperkirakan akan mendukung Perwakilan Kevin McCarthy (R., Calif.), yang telah mereka pilih untuk menjadi pemimpin minoritas mereka mulai tahun depan.

Para perwakilan Demokrat Ed Perlmutter dari Colorado dan Seth Moulton dari Massachusetts—yang membantu menuntaskan kesepakatan itu—telah menyerukan perubahan di puncak kepemimpinan kaukus. Beberapa menit setelah Pelosi mengumumkan kesepakatan batas waktu, mereka mengumumkan dukungan untuknya, bersama dengan lima pengkritik lainnya.

“Saya sekarang yakin bahwa perubahan telah dimulai dan akan terus berakselerasi. Oleh karena itu, saya akan mendukung ketua Nancy Pelosi,” kata Perlmutter dalam sebuah pernyataan.

Kesepakatan itu akan membatasi masa jabatan Pelosi sebagai Ketua DPR menjadi tiga periode, dengan opsi periode keempat jika dia memenangkan dukungan dua pertiga dari kaukusnya. Itu akan berlaku secara retroaktif pada periode sebelumnya, yang berarti bahwa dia hanya bisa menjabat satu periode lagi tanpa membutuhkan dua pertiga dukungan.

Untuk mengubah aturan kaukus secara permanen, anggota parlemen Demokrat harus mendukungnya. Jika disahkan oleh kaukus, perubahan aturan itu akan berlaku untuk tiga posisi kepemimpinan teratas di kaukus tersebut, meskipun calon Pemimpin Mayoritas Steny Hoyer (D., Md.), mengatakan bahwa dia belum merundingkan tentang kesepakatan itu dan bahwa dia menentang batas waktu menjabat.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu (12/12) malam, Pelosi mengatakan bahwa dia akan meminta Perwakilan Hakeem Jeffries (D., NY)—calon ketua kaukus—untuk mengadakan pemungutan suara terkait aturan tersebut sebelum tanggal 15 Februari. Dia mengatakan bahwa dia berencana untuk mematuhi ketentuan aturan tersebut, terlepas dari apakah itu diberlakukan.

“Saya merasa nyaman dengan proposal itu, dan saya berkeinginan untuk mematuhinya, entah itu berlaku atau tidak,” kata Pelosi—sebuah indikasi bahwa pemimpin yang pertama kali terpilih di DPR pada tahun 1987 itu, menetapkan tanggal berakhirnya masa jabatan di posisi teratas tersebut dan mungkin di DPR. Pelosi pada awalnya menolak gagasan batas waktu, dan mengatakan bahwa dia tidak ingin membuat dirinya menjadi pejabat yang tidak berdaya karena akan lengser.

Pelosi—putri seorang anggota kongres Baltimore—pertama kali dipilih untuk memimpin kaukus pada tahun 2002 dan menjabat sebagai ketua wanita pertama di DPR dari tahun 2007 hingga 2011.

Para anggota parlemen Demokrat yang diwawancarai pada Rabu (12/12) tidak yakin apakah mereka akan mendukung batas waktu itu, meskipun mereka belum melihat produk akhirnya. Para Republikan Dewan memiliki batas waktu untuk kepemimpinan, yang berujung pada pergantian jabatan tertinggi dan pengunduran diri.

“Perasaan saya dari berbicara dengan orang-orang adalah, bahwa itu terbagi secara merata,” kata Perwakilan David Cicilline (D., R.I.). “Saya merasa bahwa akan ada banyak dukungan dari anggota baru.”

Di Depan Kamera, Donald Trump dan Perwakilan Demokrat Perang Mulut

Pada Selasa (11/12), Presiden Trump berdebat di depan umum dengan Pemimpin Minoritas Senat Demokrat Chuck Schumer dan Pemimpin Minoritas Kongres Demokrat Nancy Pelosi, dan menyatakan bahwa ia akan menutup pemerintahan AS jika Kongres tidak membiayai tembok perbatasan yang diusulkannya. (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)

Pengumuman itu datang sehari setelah Pelosi bentrok dengan Presiden Trump dalam rapat Ruang Oval untuk membahas imigrasi. Ketika Trump menunjukkan bahwa Pelosi tidak dapat berbicara dengan jelas ketika berkampanye untuk menjadi ketua, Pelosi membalas: “Tolong jangan mencirikan kekuatan yang saya bawa ke pertemuan ini sebagai pemimpin DPR Demokrat yang baru saja memenangkan kemenangan besar.”

Bagi para sekutu dalam kaukusnya, itu adalah contoh mengapa mereka mendukungnya dan mengapa mereka berencana untuk terus melakukannya.

Dalam pertemuan dengan para letnannya sesudahnya, Pelosi mengatakan bahwa dia dan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer (D., NY) telah mencapai “sebuah pencapaian”, dengan membuat Trump mengatakan bahwa ia akan “sepenuhnya melakukan” penutupan yang sebagian dapat terjadi jika mereka gagal mencapai kesepakatan tentang pendanaan perbatasan, menurut seorang ajudan di ruangan itu.

Pelosi juga mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa komitmen Trump untuk mengamankan pendanaan tembok adalah “bukti kejantanan baginya,” kata ajudan di ruangan itu.

Pembicaraan keras itu membuat para pendukung Pelosi bersemangat. “Pelosi menunjukkan kepada para pengkritiknya di luar sana bahwa dia dapat membela dirinya sendiri, bahwa dia tidak akan direndahkan, dan bahwa dia tahu apa yang dia lakukan,” kata Perwakilan Cheri Bustos (D., Ill.), calon ketua kampanye DPR Demokrat. “Dia seorang pejuang, dia pintar. Dia tahu apa yang dia hadapi.”

Baca Juga: 8 Risiko Politik Terbesar Tahun 2019 yang Pengaruhi Ekonomi Dunia

Keterangan foto utama: Pemimpin Dewan Demokrat Nancy Pelosi (kanan), dan Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer berjalan keluar dari Sayap Barat Gedung Putih pada Selasa (11/12). (Foto: Andrew Harnik/Associated Press)

Nancy Pelosi Sepakati Batas Waktu Menjabat Sebagai Ketua DPR

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top