Nastya Rybka: Saya Memberi Info tentang Trump ke Taipan Rusia
Amerika

Nastya Rybka: Saya Memberi Info tentang Trump ke Taipan Rusia

Berita Internasional >> Nastya Rybka: Saya Memberi Info tentang Trump ke Taipan Rusia

Anastasia Vashukevich, yang juga dikenal sebagai Nastya Rybka, memicu spekulasi tentang kemungkinan hubungan antara Trump dan Kremlin ketika dia mengunggah video dari mobil van polisi tahun lalu. Model Belarusia itu mengatakan, dia memiliki audio dan video berdurasi 16 jam yang membuktikan hubungan antara pejabat Rusia dan kampanye Trump yang mempengaruhi pemilihan Amerika Serikat tahun 2016. Vashukevich sempat dipenjara selama 11 bulan di Thailand, yang oleh banyak pihak dianggap sebagai upaya untuk membungkamnya.

Oleh: Nataliya Vasilyeva (Associated Press)

Baca Juga: Roger Stone: Penyelidikan Mueller seperti Peluru yang Mengincar Kepala Trump

Seorang model Belarusia yang mengklaim memiliki informasi tentang hubungan antara Rusia dan kampanye pemilihan Donald Trump mengatakan kepada Associated Press (AP) pada hari Jumat (1/2) bahwa ia telah menyerahkan informasi itu kepada pengusaha miliarder Rusia, Oleg Deripaska.

Anastasia Vashukevich, yang juga dikenal sebagai Nastya Rybka, memicu spekulasi tentang kemungkinan hubungan antara Trump dan Kremlin tahun lalu ketika dia mengunggah video dari mobil van polisi, mengatakan dia memiliki audio dan video berdurasi 16 jam yang membuktikan hubungan antara pejabat Rusia dan kampanye Trump yang mempengaruhi pemilihan Amerika Serikat tahun 2016.

Deripaska membantah tuduhan itu dan bahkan mengajukan kasus ke pengadilan, berusaha menghapus video yang diunggah Vashukevich di mana ia membahas hubungan Amerika Serikat-Rusia dengan pejabat senior pemerintah Rusia.

Vashukevich, kembali ke Rusia bulan lalu hampir setahun setelah dia ditahan di Thailand dengan tuduhan mengajak untuk berhubungan seksual, dalam apa yang beberapa orang percayai sebagai upaya untuk membungkamnya.

Vashukevich, 28 tahun, mengatakan kepada AP dalam sebuah wawancara pada hari Jumat (1/2) bahwa, bertentangan dengan laporan sebelumnya bahwa dia telah menghancurkan rekaman itu, dia telah memberikannya kepada Deripaska karena itu “berhubungan dengan dia” dan bahwa dia “tidak ingin ada masalah lagi.”

Vashukevich menjadi terkenal pada Februari tahun lalu ketika politisi oposisi Rusia Alexei Navalny mengeluarkan penyelidikan yang merinci transaksi antara Deripaska dan Sergei Prikhodko, wakil perdana menteri Rusia saat itu yang memainkan peran penting dalam membentuk kebijakan luar negeri Rusia.

Navalny mengakses video Vashukevich dari musim panas tahun 2016 ketika Deripaska menjadi tuan rumah Prikhodko di kapal pesiarnya dan tertangkap dalam rekaman yang mengatakan bahwa hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat buruk karena asisten Sekretaris Negara saat itu Victoria Nuland.

Deripaska dekat dengan Putin dan juga memiliki hubungan kerja dengan Paul Manafort, mantan manajer kampanye Trump. Manafort diselidiki oleh penasihat khusus Robert Mueller sebagai bagian dari penyelidikan pemilu 2016 dan dihukum tahun lalu karena penipuan pajak dan bank.

Perwakilan Deripaska pada saat itu menolak laporan itu sebagai “asumsi yang memalukan dan menjijikkan.”

Vashukevich dan gurunya, Alexander Kirillov, yang menyebut dirinya sebagai guru seks, berada di Thailand tidak lama setelah investigasi Navalny keluar, mengadakan seminar pelatihan seks ketika mereka ditangkap karena mengadakan seminar itu tanpa izin. Vashukevich, Kirillov dan beberapa lainnya akhirnya didakwa karena mengajak untuk berhubungan seksual dan dipenjara selama 11 bulan di penjara Thailand.

Pada Januari, Vashukevich dan yang lainnya dijatuhi hukuman oleh pengadilan di Pattaya dengan hukuman penjara tiga tahun sebelum putusan baru memberi mereka hukuman penjara 18 bulan yang ditangguhkan dan mendeportasi mereka ke Rusia.

Pada tahap awal penahanan mereka, kelompok pelatihan seks mengirim catatan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat melalui perantara yang mencari bantuan dan suaka politik. Vashukevich mengindikasikan dia akan menyerahkan rekaman yang dia klaim miliki jika Amerika Serikat dapat membantu memastikan pembebasannya, tetapi kemudian ia menarik tawaran itu, menunjukkan bahwa dia dan Deripaska telah mencapai kesepakatan.

Vashukevich dan Kirillov awalnya menyalahkan Rusia atas penahanan mereka dan mengatakan mereka takut akan keselamatan mereka. Namun pada bulan April, Vashukevich mengubah sikapnya dan mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat-lah yang mengancamnya, bukan Rusia.

Vashukevich kemudian mengatakan kepada wartawan di luar ruang sidang Thailand bahwa dia telah berjanji pada Deripaska untuk tidak berbicara tentang campur tangan pemilu Amerika Serikat lagi.

Vashukevich dan Kirillov ditahan pada saat kedatangan mereka di Moskow akhir bulan lalu karena dicurigai mengajak untuk berhubungan seksual di Rusia tetapi tidak lama mereka dibebaskan.

Ketika didesak oleh AP tentang klaimnya sebelumnya, Vashukevich mengatakan dia telah mengirim “semua yang saya miliki” ke Deripaska melalui email dan menghindari pertanyaan apakah dia menyimpan salinannya.

“Oleg (Deripaska) memiliki semuanya. Jika dia ingin mempublikasikannya, jika dia pikir itu ide yang bagus, dia bisa melakukannya sendiri,” katanya.

Seorang juru bicara untuk Deripaska tidak memberi komentar segera pada hari Jumat (1/2) tentang tuduhan baru Vashukevich.

Orang asli Belarusia itu, yang menulis dua buku tentang merayu orang-orang kuat dan berkuasa, menjelaskan kepada AP bagaimana dia berubah pikiran tentang siapa yang harus disalahkan atas penderitaannya di Thailand.

Dia mengatakan dia menerima beberapa kunjungan dari Amerika dengan ID FBI yang mencari informasi tentang klaimnya atas campur tangan Rusia dalam pemilu Amerika Serikat 2016. Dia mengatakan mereka menawarkan jaminan atas keselamatannya di Amerika Serikat dan mengancamnya dengan hukuman penjara yang lama jika dia menolak untuk bekerja sama.

Ketika dia pertama kali mendukung Rusia secara terbuka, Vashukevich menerima kunjungan dari Vladimir Pronin, konsul Rusia yang baru ditunjuk di Pattaya, yang katanya membantu memperbaiki kondisi penjara untuknya dan para tahanan lainnya. Dia memuji Pronin karena memastikan pembebasannya dari penjara Thailand dan deportasinya pada Januari.

Publikasi Rusia The Bell dan Proyekt tahun lalu menunjukkan pengunjung terkenal lainnya yang terekam menghabiskan waktu dengan Deripaska di rekaman Vashukevich.

Satu video yang diunggah di akun YouTube-nya menunjukkan pertemuan antara Deripaska dan Adam Waldman, seorang pelobi Amerika Serikat yang telah bekerja untuk Deripaska dan yang telah berulang kali bertemu dengan pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Pertemuan pada Januari 2017 itu berlangsung beberapa hari sebelum kunjungan Waldman ke Assange di Kedutaan Besar Ekuador di London.

Komite Nasional Demokrat tahun lalu menggugat kampanye Trump, Rusia, dan WikiLeaks, mengatakan mereka bersekongkol untuk menipu Partai Demokrat dalam pemilu 2016.

Ketika ditanya pada hari Jumat (1/2) apakah laporan yang membuktikan campur tangan Rusia dalam pemilu Amerika Serikat termasuk rekaman Waldman, Prikhodko, dan Deripaska, wanita Belarusia itu mengatakan, “Saya tidak memberi tahu Anda soal itu.”

Vashukevich tidak menonjolkan diri sejak pembebasannya, sangat kontras dengan foto-foto seksi yang biasa dia unggah di Instagram.

Pada hari Jumat (1/2), dia tidak menjawab pertanyaan apakah dia saat ini bekerja sama dengan pihak berwenang Rusia. Pernyataannya, bagaimanapun, mengindikasikan bahwa dia mungkin memilih untuk diam demi keselamatannya.

“Semuanya baik-baik saja sekarang, saya tidak ingin hal itu berubah,” katanya. “Saya tidak mau harus membandingkan penjara Rusia dengan penjara Thailand. Saya tidak ingin ada masalah lagi. ”

Dalam unggahan-unggahan Instagram lamanya, Vashukevich bangga pada kemampuannya untuk memanipulasi orang-orang kaya dan berkuasa.

Ditanya pada hari Jumat (1/2) apakah sekarang dia yang dimanipulasi, dia mengumpat dalam bahasa Inggris dan bertanya, “Apa pekerjaan Anda?”

Baca Juga: Penyelidikan Mueller Batalkan Rencana Trump Rundingkan Nuklir dengan Rusia

Keterangan foto utama: Model Belarusia Anastia Vashukevich, juga dikenal sebagai Nastya Rybka, tersenyum saat wawancara dengan Associated Press di Moskow, Rusia, Jumat, 1 Februari 2019. Dia mengklaim memiliki informasi tentang hubungan antara Rusia dan kampanye pemilu Donald Trump, mengatakan ia telah menyerahkan informasi itu kepada miliarder Rusia Oleg Deripaska. (Foto: AP/Pavel Golovkin)

Nastya Rybka: Saya Memberi Info tentang Trump ke Taipan Rusia

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top