Perang Dunia I
Afrika

Negara Afrika Ini Ingin Diakui Sebagai Tempat Berakhirnya Perang Dunia I

Berita Internasional >> Negara Afrika Ini Ingin Diakui Sebagai Tempat Berakhirnya Perang Dunia I

Lebih dari 2 juta tentara Afrika terlibat dalam Perang Dunia I, namun peranan mereka dilupakan. Oleh karena itu, negara Afrika ini ingin mengingatkan dunia akan peranan mereka. Dan juga untuk menegaskan, bahwa perang dunia itu tidak berakhir di meja perundingan pada tanggal 11 November, tapi di Mbatta, Zambia, pada tanggal 25 November 1918 ketika tentara Jerman akhirnya menyerah.

Baca juga: Tuai Kritik, Trump Batalkan Kunjungan ke Makam Tentara Amerika di Perang Dunia I

Oleh: Lynsey Chutel (Quartz Africa)

Ketika dunia mengingat berakhirnya Perang Dunia I, Zambia berjuang untuk memastikan bahwa perannya dalam perang dikenang. Para pemimpin dunia berkumpul di Paris pada 11 November, Hari Gencatan Senjata, untuk menghormati tentara yang gugur dalam perang.

Namun, Zambia ingin mengubah narasi dan lokasi dari peringatan ini. Pada 25 November, agen pariwisata Zambia berencana untuk mengadakan peringatan di Mbala, di timur laut negara itu, dekat perbatasan Tanzania.

Pemerintah Zambia juga berharap perhatian ke wilayah tersebut akan “membuka pariwisata dan potensi investasi dari provinsi Utara.” Untuk saat ini, sebuah monumen batu ditumpuk dengan sebuah plakat di tengah-tengah bundaran lalu lintas menandai tempat di mana Perang Besar berakhir.

“Ini memberi kami kesempatan untuk menceritakan kisah kami, kisah yang terlupakan, bahwa kami memainkan peran dalam Perang Dunia Pertama dan bahwa perang itu benar-benar selesai bukan pada jam 11 pada hari ke 11 di bulan ke 11 tahun 1918 di Eropa tetapi di Abercorn, yang sekarang Mbala, pada jam ke-12 pada hari ke-25 bulan ke-11 1918,” kata agensi di situsnya.

Satu abad yang lalu, pasukan Jerman yang terakhir secara resmi menyerah di Mbala. Letnan Kolonel Paul Emil von Lettow-Vorbeck, pria yang dikenal sebagai Singa Afrika, terus bertempur di Afrika Timur melawan 3.000 orang Jerman dan 11.000 orang Afrika dalam pasukannya. Dia merencanakan serangan lebih lanjut bahkan setelah Jerman menyerah pada 11 November.

Telegram baru tiba pada 14 November, tampaknya tertunda oleh perayaan di Kabwe, sebuah kota yang lebih jauh ke selatan di Rhodesia Utara. Setelah itu Lettow-Vorbeck terus menggerakkan pasukannya, tiba di Mbala Zambia pada 25 November untuk menyerah.

Cucu Lettow-Vorbeck rencananya akan menghadiri perayaan Zambia, bersama dengan delegasi dari Prancis, Rusia dan negara-negara Afrika yang berpartisipasi dalam Perang Dunia I. Hampir dua juta orang Afrika terlibat dalam Perang Dunia I, namun catatan sejarah umum dan peringatan berikutnya telah menghapus pengorbanan itu.

Baca juga: Kisah di Balik Foto-Foto Langka dari Sejarah ANZAC di Perang Dunia I

Beberapa sejarawan berpendapat bahwa tembakan pertama Perang Dunia I mungkin juga telah ditembakkan di Afrika. Menurut salah satu pengakuan, resimen British Gold Coast (sekarang Ghana) berbaris ke dalam apa yang kemudian dikenal sebagai Togoland, koloni Jerman. Mereka menembakkan tembakan pertama pada 7 Agustus, ditujukan pada polisi Jerman saat mereka maju di ibukota Lomé.

Ketika perang berakhir, orang-orang Afrika diingatkan bahwa mereka tidak memiliki kekuatan, meskipun beberapa memegang senjata untuk para pemimpin kolonial mereka. Mereka ditolak perwakilannya di Perjanjian Versailles dan koloni Jerman terbagi di antara para pemenang, tanpa informasi dari jutaan orang Afrika yang terkena dampak dari perang tersebut.

Keterangan foto utama: Tentara Afrika-Jerman Timur dalam Perang Dunia 1 (Foto: Creative Commons/Arsip Federal Jerman/Walter Dobbertin)

Negara Afrika Ini Ingin Diakui Sebagai Tempat Berakhirnya Perang Dunia I

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top