Abu Sayyaf
Asia

5 Anggota Abu Sayyaf Pelaku Bom Gereja Filipina Serahkan Diri

Berita Internasional >> 5 Anggota Abu Sayyaf Pelaku Bom Gereja Filipina Serahkan Diri

Lima anggota kelompok teroris Abu Sayyaf menyerahkan diri kepada pihak berwenang Filipina, setelah pengeboman katedral yang menewaskan 23 orang 27 Januari lalu. Abu Sayyaf adalah organisasi teroris yang terkenal karena penculikan dan faksi-faksi ekstremisnya dan telah bersumpah setia kepada ISIS. Anggota Abu Sayyaf diyakini membantu pasangan Indonesia dengan bom diri di katedral di kota Jolo, Filipina Selatan itu.

Baca Juga: Pemboman Katedral Filipina, ISIS Klaim Bertanggung Jawab

Oleh: Reuters/The Epoch Times

Seorang petinggi kelompok teroris Islam Abu Sayyaf dan empat anggotanya yang diyakini berada di balik pengeboman mematikan di sebuah gereja di Filipina selatan menyerah kepada pihak berwenang selama akhir pekan, kata kepala polisi nasional pada Senin (4/2).

Kammah Pae, yang diyakini pihak berwenang telah membantu pasangan Indonesia dalam bom bunuh diri 27 Januari lalu tersebut, menyerahkan diri kepada pasukan pemerintah, Oscar Albayalde mengatakan.

“Dia terpaksa menyerah,” kata Albayalde pada briefing media. “Dia mungkin tidak ingin mati selama penyergapan militer.”

Tiga tersangka teroris Abu Sayyaf dan lima personil tentara Filipina tewas dalam baku tembak pada 2 Januari di Patikul, sebuah kota di provinsi Sulu ketika pasukan menyergap mereka yang berada di balik serangan bom gereja.

Albayalde mengatakan Kammah membantah terlibat dalam dua pengeboman di katedral Jolo yang menewaskan 23 orang, termasuk warga sipil dan tentara, tetapi laporan para saksi mata menunjukkan dia yang mengawal pasangan Indonesia itu.

Pasukan keamanan juga menyita alat peledak improvisasi (IED) dan beberapa komponen dari rumahnya, Albayalde menambahkan.

Tentara Filipina mengawal sebuah mobil jenazah selama prosesi pemakaman seorang korban yang tewas dalam bom gereja 27 Januari di Jolo, provinsi Sulu di pulau selatan Mindanao, pada 30 Januari 2019. (Foto: AFP/Getty Images/Nickee Butlangan)

Kelima tersangka itu akan menghadapi beberapa tuduhan pembunuhan, kata Albayalde.

Namun, penyelidikan atas bom gereja di Sulu, benteng kelompok Abu Sayyaf, “masih jauh dari selesai,” tambahnya.

Abu Sayyaf adalah organisasi teroris yang terkenal karena penculikan dan faksi-faksi ekstremisnya dan telah bersumpah setia kepada ISIS.

Baca Juga: Abu Sayyaf Rilis Video Sandera WNI Menangis Minta Tolong

“Ada lebih banyak bukti yang perlu diperiksa dengan cermat,” kata Albayalde.

Sebelum Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan pada 29 Januari bahwa dua ledakan itu mungkin merupakan bom bunuh diri, militer dan polisi mengatakan bom di dalam dan di luar gereja itu tampaknya telah diledakkan dari jarak jauh.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, tengah, yang dulu menjabat sebagai walikota Davao City, ibukota Mindanao, mengunjungi Jolo pada hari Senin (28/1) dan mengarahkan pasukan keamanan untuk “menghancurkan” militan. (Foto: Agence France-Presse/Getty Images/Nickee Butlangan)

Beberapa hari kemudian, menteri dalam negeri Duterte, Eduardo Ano, mengatakan bahwa serangan bom bunuh diri dilakukan oleh pasangan Indonesia dengan bantuan Abu Sayyaf.

Itu cocok dengan klaim ISIS yang mengatakan mereka bertanggung jawab atas serangan itu, yang diumumkan melalui kantor berita Amaq pada awal 4 Januari.

Filipina Bersumpah untuk Memusnahkan ‘Teroris’

Filipina bersumpah untuk memusnahkan mereka yang berada di belakang dua pengeboman yang menewaskan 20 orang selama kebaktian gereja tanggal 27 Januari di bagian selatan negara itu, enam hari setelah referendum mengenai perjanjian perdamaian antara pemerintah dan Muslim Filipina di wilayah tersebut dan mayoritas telah menyetujuinya.

Baca Juga: ISIS Masih Ancam Filipina: Di Mana Lagi Serangan akan Terjadi?

Serangan itu melukai lebih dari 100 orang dan merupakan salah satu serangan yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di wilayah yang lama dilanda ketidakstabilan itu. Serangan itu terjadi di tengah harapan dan kegembiraan tentang ratifikasi rencana devolusi yang bertujuan membawa pembangunan, pekerjaan, dan perdamaian ke salah satu tempat termiskin dan paling bergejolak di Asia itu.

Ledakan pertama meledak di dalam katedral di pulau Jolo, di provinsi Sulu, dan diikuti oleh ledakan kedua di luar, yang diledakkan ketika pasukan keamanan melaju ke tempat kejadian, kata para pejabat.

“Musuh-musuh negara telah dengan berani menantang kemampuan pemerintah untuk mengamankan keselamatan warga di wilayah itu,” kata Salvador Panelo, juru bicara Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

“Angkatan bersenjata Filipina akan bangkit menghadapi tantangan dan memusnahkan para penjahat tak bertuhan ini.”

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu melalui kantor berita kelompok ekstremis Amaq, mengklaim itu merupakan pengeboman bunuh diri yang katanya menewaskan 120 orang.

Polisi sedang menyelidiki tetapi menduga itu adalah ulah Abu Sayyaf, sebuah kelompok ekstremis yang tertanam di Filipina yang telah berjanji setia kepada ISIS dan masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat dan Filipina sebagai organisasi teroris karena bertahun-tahun melakukan pengeboman, penculikan, dan pemenggalan kepala. Mereka juga disebut dengan ISIS-Provinsi Filipina.

“Mereka ingin menunjukkan kekuatan dan menabur kekacauan,” kata kepala polisi nasional Oscar Albayalde kepada radio DZMM, menunjukkan bahwa Abu Sayyaf adalah tersangka utama.

Warga sipil menanggung beban terberat dari serangan itu, yang juga menewaskan lima tentara. Polisi menurunkan angka kematian dari 27 menjadi 20, setelah menemukan duplikasi dalam catatan awal.

Jolo adalah kubu kelompok itu, yang menjalankan operasi pembajakan dan penculikan yang gagal dimusnahkan oleh beberapa pemerintah Filipina secara berturut-turut. Kelompok itu, yang beroperasi di perairan dan pulau-pulau di Mindanao barat, telah memenggal banyak tawanan asing ketika tuntutan uang tebusan tidak dipenuhi.

Foto-foto bagian dalam gereja Jolo menunjukkan beberapa baris bangku kayu hancur, dengan puing berserakan di lantai yang menghitam.

Keterangan foto utama: Seorang tentaraFilipina memeriksa kerusakan di dalam sebuah gereja setelah serangan bom di Jolo, provinsi Sulu, Filipina 27 Januari 2019. (Foto: Reuters/Komando Mindanao Barat)

5 Anggota Abu Sayyaf Pelaku Bom Gereja Filipina Serahkan Diri

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top