Pemerintah Sesali Pembicaraan Taliban dan Oposisi Afghanistan di Rusia
Timur Tengah

Pemerintah Sesali Pembicaraan Taliban dan Oposisi Afghanistan di Rusia

Berita Internasional >> Pemerintah Sesali Pembicaraan Taliban dan Oposisi Afghanistan di Rusia

Hari Selasa, pemerintah Afghanistan mengritik pertemuan di Rusia antara kelompok oposisi dengan Taliban. Kabul mengatakan, politisi oposisi hadir sebagai upaya “untuk mendapatkan kekuasaan.” Pertemuan di Moskow kemungkinan akan mengisolasi Ghani secara lebih lanjut, yang merasa kesal oleh pembicaraan langsung utusan perdamaian Amerika Serikat Zalmay Khalilzad dengan Taliban serta putaran pembicaraan berturut-turut di negara-negara regional.

Oleh: Al Jazeera

Baca Juga: Senat Tegur Rencana Trump Tarik Pasukan dari Suriah dan Afghanistan

Pemerintahan Afghanistan telah mengkritik pembicaraan di Rusia antara Taliban dan tokoh-tokoh oposisi, termasuk mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai. Pertemuan tersebut banyak disesalkan, sementara para politisi yang hadir menggambarkan pertemuan itu sebagai kelanjutan dari upaya perdamaian.

Pembicaraan yang dimulai hari Selasa (5/2) di Moskow terjadi 10 hari setelah negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Taliban di Qatar berakhir dengan tanda-tanda kemajuan menuju penarikan ribuan tentara asing dari Afghanistan dan berakhirnya perang setelah 17 tahun lebih.

Fazel Fazly, kepala penasihat Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, mengaku “menyesal” bahwa para politisi yang sebelumnya memimpin transisi demokrasi Afghanistan akan bertemu dengan para pemimpin Taliban selama dua hari. “Mereka siap untuk melewati prinsip-prinsip ini dan bergerak menghancurkan prinsip-prinsip karena perbedaan dan jauh dari kekuasaan,” kata Fazly di Twitter.

Kantor Ghani mengecam pertemuan itu dengan mengatakan bahwa para politisi Afghanistan yang hadir melakukannya “untuk mendapatkan kekuasaan.”

Bersama dengan Karzai, banyak dari 38 delegasi dari Kabul telah memegang posisi penting di pemerintahan. Di dalam daftar itu juga terdapat mantan komandan kuat yang menjadi politisi dan mantan pejuang Taliban yang berdamai dengan pemerintahan Afghanistan.

Pertemuan di Moskow kemungkinan akan mengisolasi Ghani secara lebih lanjut, yang merasa kesal oleh pembicaraan langsung utusan perdamaian Amerika Serikat Zalmay Khalilzad dengan Taliban serta putaran pembicaraan berturut-turut di negara-negara regional.

Dorongan untuk perdamaian

Council of Afghan Society yang bermarkas di Moskow, sebuah organisasi diaspora Afghanistan di Rusia, menyelenggarakan pertemuan itu. Para peserta konon akan membahas berbagai masalah, termasuk gencatan senjata, cara untuk mendukung inisiatif Khalilzad, dan jalan untuk memastikan “pemerintah pusat yang kuat dan demokratis” di Afghanistan.

Dorongan untuk perdamaian datang ketika Taliban, yang dikalahkan oleh pasukan pimpinan AS pada tahun 2001, telah melakukan serangan hampir setiap hari dan mengendalikan atau memperebutkan berbagai distrik di hampir setengah wilayah Afghanistan.

Laporan triwulan terakhir oleh Inspektur Jenderal Khusus AS untuk Rekonstruksi Afghanistan menunjukkan 53,8 persen dari 407 distrik di Afghanistan berada di bawah kekuasaan pemerintah, yang mencakup 63,5 persen dari populasi. Sisanya berada di bawah kendali Taliban.

Abdullah Abdullah, kepala eksekutif pemerintah, yang berbicara kepada wartawan di Kabul pada hari Senin (4/2), mengatakan bahwa pemerintah Afghanistan harus berada di pusat perundingan perdamaian, menambahkan bahwa “pemerintah Afghanistan lebih suka jika pertemuan Moskow memiliki bentuk yang berbeda.” “Taliban memiliki pola pikir bahwa posisi mereka akan diperkuat ketika mereka melihat bahwa perundingan sedang berlangsung di tempat yang berbeda,” kata Abdullah, merujuk pada perundingan baru-baru ini di Qatar dan Moskow, seperti dikutip oleh situs berita Afghanistan ToloNews.

‘Perdamaian, persatuan, kedaulatan, kemajuan’

Karzai mengonfirmasi kehadirannya di perundingan, mengatakan dalam sebuah tweet bahwa dia akan membawa pesan “perdamaian, persatuan, kedaulatan, dan kemajuan bagi kita semua.” Dia menggantikan pemerintahan Taliban sebagai pemimpin Afghanistan pertama yang terpilih secara demokratis setelah kelompok bersenjata itu digulingkan oleh pasukan Afghanistan yang didukung oleh kekuatan udara AS.

Delegasi lain untuk sesi pembicaraan Moskow, Mohammad Hanif Atmar, mantan penasihat keamanan nasional berpengaruh untuk Ghani, mengatakan mereka akan menekankan perlunya untuk melibatkan pemerintah dalam berbagai diskusi intra-Afghanistan di masa depan. Namun dia mendesak pemerintah untuk tidak melihat proses perdamaian dari “jendela sempit pemerintahan.”

Amerika Serikat telah mengerahkan sekitar 14.000 tentara di Afghanistan sebagai bagian dari misi Dukungan Resolusi yang dipimpin NATO dan upaya kontraterorisme terpisah yang sebagian besar diarahkan pada kelompok-kelompok seperti al-Qaeda dan ISIS. Sekitar 8.000 tentara dari 38 negara lain juga terlibat dalam Dukungan Resolusi.

Baca Juga: Siapa Pemenang dan Pecundang dalam Perundingan Damai Afghanistan?

Keterangan foto utama: Taliban telah menolak untuk berbicara dengan pemerintah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, yang mereka kecam sebagai boneka Amerika Serikat. (Foto: AP/Rahmat Gul)

Pemerintah Sesali Pembicaraan Taliban dan Oposisi Afghanistan di Rusia

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top