Teknologi Huawei
Amerika

AS Peringatkan Jerman untuk Tidak Gunakan Teknologi Huawei

Berita Internasional >> AS Peringatkan Jerman untuk Tidak Gunakan Teknologi Huawei

Awal tahun ini, pemerintah Jerman membahas kebutuhan untuk memastikan keamanan jika Huawei digunakan. Kanselir Angela Merkel mengatakan, mereka berusaha memastikan bahwa perusahaan tidak akan menyerahkan semua informasinya kepada pemerintah China. Amerika Serikat mengatakan, jika Jerman memutuskan untuk bekerja sama dengan menggunakan teknologi Huawei, mereka akan kehilangan akses ke intelijen AS.

Baca juga: Indonesia Digital 2025: Telkomsel Tanda Tangani MOU dengan Huawei

Oleh: Kylie Atwood dan Nicole Gaouette (CNN)

Amerika Serikat (AS) telah menekankan ancamannya untuk membatasi pembagian intelijen dengan negara-negara yang menggunakan teknologi China Huawei untuk membangun jaringan komunikasi 5G mereka.

Duta Besar AS untuk Jerman Richard Grenell mengirim surat kepada pemerintah Jerman pekan lalu, yang mengancam akan membatasi akses Jerman ke intelijen AS jika Berlin memutuskan untuk menerbitkan kontrak dengan Huawei, menurut seorang pejabat AS yang mengetahui masalah tersebut.

“Menteri Federal untuk Urusan Ekonomi dan Energi memang telah menerima surat; tidak ada komentar mengenai isinya dari pihak mereka. Akan ada jawaban cepat,” kata Matthias Wehler, juru bicara Kedutaan Jerman di DC. Jerman mengumumkan pada 7 Maret, bahwa mereka tidak akan melarang perusahaan mana pun untuk menawar kontrak 5G.

Surat itu—yang pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal—menyuarakan kembali teguran keras peringatan oleh para pejabat tinggi AS, termasuk Wakil Presiden Mike Pence, yang menandai dugaan koneksi Huawei dengan intelijen China, dan kemampuannya untuk merusak keamanan nasional dengan menjual peralatan “jalan belakang” yang memungkinkan pengawasan tanpa izin.

Gangguan Besar

CNN melaporkan pada Senin (11/3), bahwa meskipun operator nirkabel utama AS dan pemerintah federal menghindari Huawei karena masalah keamanan nasional, namun teknologinya secara luas digunakan oleh sejumlah operator kecil yang disubsidi federal yang membeli perangkat keras buatan China yang lebih murah untuk ditempatkan di atas menara seluler mereka—dalam beberapa kasus itu memberikan cakupan eksklusif ke daerah pedesaan yang dekat dengan pangkalan militer AS.

Seiring lobi AS melawan Huawei—yang sekarang menjadi produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia—masalah ini menimbulkan ketegangan dalam hubungan AS dengan beberapa sekutu, dan sangat mengganggu hubungan AS-China yang sudah tegang karena gesekan perdagangan.

China dan Huawei dengan keras membantah tuduhan AS, dan perusahaan telekomunikasi raksasa itu telah mengajukan gugatan terhadap AS atas Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2019, yang melarang agen-agen federal AS membeli produk-produk Huawei.

Jaringan 5G adalah generasi berikutnya dari jaringan nirkabel yang menjanjikan kecepatan 100 kali lebih cepat dan lebih dapat diandalkan daripada teknologi saat ini. Ini adalah pasar yang bernilai miliaran, karena 5G akan membutuhkan telepon dan peralatan komunikasi baru yang kompatibel.

Para analis dan eksekutif industri mengatakan bahwa Huawei telah membangun keunggulan yang kuat dalam teknologi 5G, sehingga praktis tidak tergantikan bagi banyak operator nirkabel. Dan operator seluler di seluruh dunia mengatakan bahwa kampanye AS mempersulit upaya mereka untuk meningkatkan jaringan mereka.

Baca juga: Pendiri Huawei Peringatkan Trump: ‘Amerika Tidak Dapat Hancurkan Kami’

Pengumuman Jerman pada tanggal 7 Maret bahwa pihaknya tidak akan melarang perusahaan mana pun dari penawaran untuk membangun jaringan 5G, mengikuti keputusan serupa oleh Inggris. Kedua negara itu berpendapat bahwa mereka dapat mengurangi risiko apa pun, dan keputusan mereka dapat mempersulit Washington untuk meyakinkan negara-negara kecil untuk mengikutinya.

Departemen Luar Negeri AS belum menjawab permintaan komentar tentang surat Grenell, tetapi juru bicara Dewan Keamanan Nasional menjabarkan bagaimana jaringan 5G Huawei dapat menimbulkan ancaman yang terus berubah-ubah.

“Karena jaringan 5G sebagian besar ditentukan oleh perangkat lunak, pembaruan yang didorong ke dalam jaringan oleh pabrikan, dapat secara radikal mengubah cara mereka beroperasi,” Garrett Marquis, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, mengatakan kepada CNN. “Jaringan 5G yang dibeli sekutu kami tidak akan menjadi jaringan yang pada akhirnya mereka operasikan, karena perangkat lunak itu dapat diubah setiap saat oleh pabrikan.”

‘Semua tempat yang saya kunjungi’

Kampanye tekanan publik AS pada sekutu untuk menolak Huawei, mengikuti permintaan pemerintah Trump terhadap Kanada untuk menangkap wakil ketua Huawei Meng Wangzhou atas pelanggaran sanksi Iran.

AS telah mendorong larangan teknologi Huawei dengan Inggris, Australia, Polandia, Uni Eropa, Filipina, dan banyak negara lain. Kekhawatiran keamanan telah menyebabkan Australia untuk sepenuhnya melarang teknologi perusahaan itu, dan Selandia Baru telah bergerak untuk membatasi sebagian.

Pada bulan Februari, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo secara eksplisit menyebutkan kerugian jika mengadopsi teknologi Huawei, kepada rekan-rekan Eropa.

Berbicara di Hungaria, diplomat tinggi AS itu mengatakan bahwa jika sekutu memilih peralatan Huawei dan itu “terletak di mana kami memiliki sistem Amerika yang penting, itu membuat kami lebih sulit untuk bermitra bersama mereka.”

Pada bulan Maret, dia menyempurnakannya, memberi tahu para siswa di Iowa bahwa di “setiap tempat yang saya kunjungi” dia bertemu “negara-negara yang mempertimbangkan untuk menempatkan teknologi Huawei ke dalam infrastruktur pemerintah mereka.”

Menekankan bahwa perusahaan tersebut adalah milik negara dan memiliki “koneksi mendalam” dengan dinas intelijen—pendirinya adalah seorang insinyur di Tentara Pembebasan Rakyat China—Pompeo mengatakan, ada risiko nyata “bahwa China akan menggunakan ini untuk tujuan yang tidak komersial, itu bukan untuk keuntungan pribadi, tetapi untuk keuntungan negara. Dan itu adalah risiko yang saya pikir harus sangat, sangat hati-hati dipertimbangkan oleh negara-negara ini sebelum mereka bergerak maju.”

Baca juga: Blokir Huawei, Hubungan China dan Selandia Baru Tegang

Awal tahun ini, pemerintah Jerman membahas kebutuhan untuk memastikan keamanan jika Huawei digunakan. Kanselir Angela Merkel mengatakan, mereka berusaha memastikan bahwa perusahaan tidak akan menyerahkan semua informasinya kepada pemerintah China.

“Kita perlu berbicara dengan China untuk memastikan bahwa perusahaan tidak begitu saja menyerahkan semua data yang digunakan untuk negara China,” kata Merkel. Dia menambahkan bahwa “perlindungan” diperlukan untuk melindungi data.

Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, menentang upaya AS untuk mengekang jangkauan internasional perusahaannya dan menuntut putrinya. “Tidak mungkin AS bisa menghancurkan kami,” kata Ren dalam wawancara dengan BBC yang disiarkan pada Selasa (5/3). “Dunia membutuhkan Huawei karena kami lebih maju.”

Jurnalis CNN Ben Westcott, Sherisse Pham, Alex Marquardt, dan Atika Shubert, berkontribusi untuk laporan ini.

Keterangan foto utama: Huawei Technologies, pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di China, telah lama membantah tuduhan oleh Amerika Serikat dan sekutunya bahwa Huawei memfasilitasi spionase yang didukung negara. (Foto: AFP)

AS Peringatkan Jerman untuk Tidak Gunakan Teknologi Huawei

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top