Baku Tembak Seharian, Serangan Militan Al-Shabaab Dilumpuhkan
Afrika

Baku Tembak Seharian, Serangan Militan Al-Shabaab Dilumpuhkan

Suasana pasca-serangan penembakan oleh militan al-Shabaab di Somalia pada Jumat (1/3). (Foto: Reuters/Feisal Omar)
Berita Internasional >> Baku Tembak Seharian, Serangan Militan Al-Shabaab Dilumpuhkan

Serangan militan al-Shabaab berhasil dilumpuhkan pada Jumat (1/3), setelah pengeboman dan baku tembak yang terjadi seharian di Somalia menewaskan 29 warga sipil. Tiga militan al-Shabaab ditembak mati dalam operasi tersebut. Itu adalah serangan militan yang berlangsung dalam waktu paling lama di Mogadishu, sejak pasukan Somalia yang didukung oleh pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika memaksa mereka keluar dari kota tersebut pada tahun 2011.

Oleh: Abdi Sheikh dan Feisal Omar (Euro News)

Baca Juga: Serangan Teror Kenya: 21 Orang Tewas, 50 Orang Masih Hilang

Pasukan pemerintah Somalia menembak mati tiga militan al-Shabaab yang bersembunyi di sebuah gedung di Mogadishu tengah, pada Jumat (1/3), kata polisi, yang mengakhiri serangan pengeboman dan penembakan yang menewaskan sedikitnya 29 warga sipil, yang terjadi sepanjang hari itu.

Militan al-Shabaab melancarkan serangan dengan bom mobil bunuh diri di luar hotel Maka Al-Mukarama pada Kamis (28/2) malam, menghancurkan bangunan lain, menyebabkan kebakaran besar, dan membuat orang terluka dalam reruntuhan.

Militan tersebut—yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah yang didukung Barat—melarikan diri ke gedung tetangga dan menembaki pasukan khusus dan tentara lain yang dikirim untuk menyerbu keluar, di sepanjang hari pada Jumat (1/3).

“Operasi ini telah berakhir dan bangunan tersebut sekarang dikendalikan oleh pasukan keamanan. Ketiga militan itu ditembak mati, dan tubuh mereka berada di dalam gedung tersebut,” kata perwira polisi Kapten Osman Mohamed kepada Reuters pada Jumat (1/3) sore.

Itu adalah serangan militan yang berlangsung dalam waktu paling lama di Mogadishu, sejak pasukan Somalia yang didukung oleh pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika memaksa mereka keluar dari kota tersebut pada tahun 2011.

“Operasi khusus kami di Mogadishu berhasil diselesaikan setelah hampir 24 jam. Operasi ini menargetkan sebuah hotel yang sering dikunjungi oleh anggota pemerintah yang berkhianat. Puluhan dari mereka dibunuh, selebihnya terluka,” kata Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer al-Shabaab, kepada Reuters pada Jumat (1/3).

Dia memberikan angka yang berbeda kepada polisi, dengan mengatakan: “Empat mujahidin kami mati syahid, yang lain berhasil kembali setelah operasi.”

Serangan ke hotel itu terjadi pada hari yang sama ketika pasukan Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka melakukan serangan udara yang menewaskan 26 gerilyawan di daerah Hiran, utara ibu kota—yang menjadi bagian dari peningkatan perang Washington dalam melawan kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda.

Pemerintah Somalia sebelumnya mengatakan bahwa orang-orang bersenjata itu mengabil sandera, tetapi tidak ada rincian segera mengenai nasib mereka.

Baca Juga; Pemilu Diklaim Curang, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari Serukan Persatuan

“Tidak ada korban sipil di gedung ini. Tetapi mungkin ada warga sipil yang mati di bawah restoran Hilco UK yang runtuh yang terletak tidak jauh,” kata Kapten Mohamed.

Kendaraan terbakar setelah ledakan besar di depan Hotel Safari di ibu kota Somalia Mogadishu. (Foto: EPA)

Korban Meninggal Mungkin Bertambah

Para pejabat kesehatan mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memperkirakan dampak penuh serangan itu. “Korban tewas mungkin akan terus bertambah,” kata Abdikadir Admen, direktur layanan ambulans Amain yang dikelola swasta.

Al-Shabaab mengatakan bahwa pihaknya telah melawan tiga serangan pemerintah terhadap bangunan itu.

Tentara menjaga blokade jalan di sekitar lokasi selama pertempuran, dan menembak ke udara untuk meminta mundur para kerabat yang meneriakkan nama-nama orang yang mereka cintai yang hilang.

“Saya telah mondar-mandir dari tempat ledakan ke rumah sakit sejak kemarin, Kamis (28/2) malam, untuk mencari suami dan saudara laki-laki saya… Saya baru saja melihat mereka di rumah sakit. Mereka dalam kondisi kritis,” kata ibu tiga anak Hallam Omar kepada Reuters.

Somalia telah dikejutkan oleh pelanggaran hukum dan kekerasan sejak tahun 1991, dan tambahan kekacauan lebih lanjut terjadi pada tahun 2015, dengan pembentukan di wilayah utara kelompok pecahan militan al-Shabaab yang berjanji setia kepada ISIS.

Setidaknya 25 orang tewas pekan ini dalam bentrokan antara kedua kelompok militan itu, kata seorang pejabat militer dari wilayah semi-otonom Puntland kepada Reuters.

Baca Juga: Presiden Sudan Bubarkan Pemerintahan, Nyatakan Keadaan Darurat Nasional

Al-Shabaab juga telah melakukan serangan di negara-negara tetangga yang berkontribusi terhadap pasukan penjaga pintu Uni Afrika di Somalia, termasuk serangan di sebuah hotel dan kompleks kantor di Kenya pada Januari yang menewaskan 21 orang.

Di bawah Presiden AS Donald Trump, Washington telah meningkatkan serangan terhadap kelompok itu, dan Komando Afrika AS telah mengumumkan enam serangan udara dalam beberapa hari terakhir yang dikatakan telah menewaskan total 83 militan sejak 23 Februari 2019.

Penulisan oleh Katharine Houreld dan Omar Mohammed; Penyuntingan oleh John Stonestreet, Andrew Heavens, dan Andrew Cawthorne.

Keterangan foto utama: Suasana pasca-serangan penembakan oleh militan al-Shabaab di Somalia pada Jumat (1/3). (Foto: Reuters/Feisal Omar)

Baku Tembak Seharian, Serangan Militan Al-Shabaab Dilumpuhkan

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top