Bank Indonesia
Berita Politik Indonesia

BI Pertimbangkan Akumulasi Sukuk Global sebagai Penyangga Syariah

Berita Internasional >> BI Pertimbangkan Akumulasi Sukuk Global sebagai Penyangga Syariah

Bank Indonesia (BI) sedang membahas apakah pihaknya akan menambah lebih banyak sukuk negara ke dalam cadangannya untuk digunakan sebagai aset dasar Sukbi, instrumen moneter untuk operasi likuiditas, menurut Wakil Gubernur Dody Budi Waluyo. Hal ini seiring meningkatnya permintaan akan efek berbasis syariah di kalangan para pemberi pinjaman. Bank sentral mulai menawarkan sekuritas yang didukung sukuk negara, yang dikenal sebagai SukBI (Sukuk Bank Indonesia), kepada bank konvensional dan syariah sejak tahun lalu.

Baca Juga: Review Tutup Tahun Bank Dunia: Kemiskinan Berkurang, Dunia Memanas

Oleh: Rieka Rahadiana  dan Viriya Singgih (Bloomberg)

Bank Indonesia (BI) sedang mempertimbangkan penggunaan sukuk yang diterbitkan oleh negara-negara lain dalam operasi moneternya, seiring meningkatnya permintaan akan efek berbasis syariah di antara para pemberi pinjaman di negara mayoritas Muslim terbesar di dunia ini.

BI sedang membahas apakah pihaknya akan menambah lebih banyak sukuk negara ke dalam cadangannya untuk digunakan sebagai aset dasar Sukbi, instrumen moneter untuk operasi likuiditas, menurut Wakil Gubernur Dody Budi Waluyo. Upaya BI untuk memperdalam pasar keuangan dan memastikan adanya stabilitas terhambat oleh sekuritas Syariah yang tidak memadai, katanya.

Dody Budi Waluyo (Foto: Bloomberg/Graham Crouch)

BI semakin mengandalkan operasi pasar uangnya untuk memastikan likuiditas bagi bank setelah menaikkan suku bunga dengan total 175 poin sejak Mei untuk melawan aksi jual dalam mata uang yang dipicu oleh kenaikan suku bunga Amerika Serikat. Dengan risiko perang dagang Amerika-China yang berkepanjangan, Bank Indonesia telah melakukan intervensi dalam mata uang dan pasar obligasi untuk memadamkan volatilitas.

Baca Juga:  Indonesia, Negara dengan 2.000 Bank Mencari Firma Asing untuk Merger

Bank sentral mulai menawarkan sekuritas yang didukung sukuk negara, yang dikenal sebagai SukBI (Sukuk Bank Indonesia), kepada bank konvensional dan syariah sejak tahun lalu, dan instrumen tersebut telah disambut oleh bank-bank. Bank menjual 4 triliun rupiah tenor 7 dan 14 hari dalam lelang terbaru pada 13 Februari.

Pembelian sukuk global akan terbatas pada sekuritas peringkat teratas, kata Nanang Hendarsah, direktur eksekutif untuk manajemen moneter di Bank Indonesia. “Kami memiliki beberapa cadangan devisa dan kami sedang menunggu pengesahan dari Dewan Syariah Nasional” untuk menyetujui rencana untuk menggunakannya sebagai aset dasar di SukBI.

Bahkan dengan jumlah Muslim yang mencapai hampir 90 persen dari 265 juta penduduk Indonesia, produk keuangan syariah kesulitan untuk memperoleh banyak dukungan karena bank konvensional mendominasi industri keuangan Indonesia. Hal itu mungkin akan berubah ketika pemerintah dan bank sentral mendorong promosi perbankan Syariah dan instrumen keuangan lainnya di antara para pengikut Islam.

Keterangan foto utama: Kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta, Indonesia. (Foto: Bloomberg/Dimas Ardian)

BI Pertimbangkan Akumulasi Sukuk Global sebagai Penyangga Syariah

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top