Pilpres 2019: Bersih dari Korupsi, Partai Golkar yang Baru Dukung Penuh Jokowi
Berita Politik Indonesia

Pilpres 2019: Bersih dari Korupsi, Partai Golkar yang Baru Dukung Penuh Jokowi

Berita Internasional >> Pilpres 2019: Bersih dari Korupsi, Partai Golkar yang Baru Dukung Penuh Jokowi

Partai Golkar masih merupakan kekuatan yang kuat di Indonesia, tutur ketua partai Airlangga Hartarto, terlepas dari skandal korupsi mantan pemimpin partai. Keberhasilan Golkar untuk pulih dari skandal korupsi akan sangat penting bagi upaya Presiden Jokowi untuk terpilih kembali, ketika ia sekali lagi menghadapi jenderal purnawirawan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 nanti. Golkar, yang saat ini memiliki kehadiran terbesar kedua di Parlemen setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), adalah bagian dari koalisi besar-besaran yang mengusung Jokowi dalam Pilpres 2019. 

Oleh: Francis Chan (The Straits Times)

Baca Juga: Pilpres 2019 Semakin Dekat, Kampanye Semakin Panas

Partai Golkar, partai yang pernah menguasai Indonesia selama tiga dekade hingga jatuhnya orang kuat Soeharto, tetap menjadi kekuatan politik yang tangguh hari ini meskipun skandal korupsi melibatkan dua mantan pemimpin, kata ketua partai Airlangga Hartarto hari Rabu (13/2).

Dia menambahkan bahwa di bawahnya, Golkar yang “baru dan bersih” dapat terus memberikan stabilitas politik yang dibutuhkan Indonesia untuk bergerak maju, bahkan ketika partai berusaha untuk lebih melibatkan pemilih pemuda melalui media sosial menjelang pemilihan presiden dan anggota legislatif pada tanggal 17 April 2019.

“Apa yang terjadi adalah masalah ‘carry-over’,” katanya, merujuk pada tuduhan korupsi terhadap pendahulunya Setya Novanto dan mantan sekretaris jenderal Golkar Idrus Marham yang memimpin partai dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, dua kasus terpisah itu belum memukul Golkar di luar Jakarta dalam hal dukungan pemilih, menurut Airlangga, yang mengambil alih dari Setya pada bulan Desember 2017.

“Saya pikir itu karena kita telah, dalam satu tahun terakhir, memberi tahu orang-orang bahwa Golkar ini adalah Golkar baru yang bersih, dengan pengelolaan yang berbeda,” katanya.

Airlangga, Menteri Perindustrian Indonesia, berbicara pada sebuah dialog publik yang jarang dengan anggota Jakarta Foreign Correspondents Club hari Rabu (13/2). Dia terus percaya bahwa Golkar, dengan sejarah panjang dalam menghasilkan dan mengembangkan para pemimpin yang cakap, adalah kunci untuk memastikan stabilitas politik di Indonesia. Airlangga mengutip peran partai dalam pemerintahan yang berkuasa sejak tahun 2004, setelah pemilihan umum secara langsung pertama kali diselenggarakan di Indonesia.

“Pada awal kepresidenan Jokowi, Golkar tidak berada di pemerintahan, jadi selama dua tahun tidak mudah untuk mengimplementasikan program-programnya,” kata Airlangga, “Tapi ketika Golkar mendukung Presiden dalam tiga tahun terakhir, menjadi lebih lancar bagi pemerintah, itu sebabnya sebagian besar programnya tercapai.”

Baca Juga: Pilpres 2019: Politik Identitas, Ujian bagi Demokrasi dan Pluralitas di Indonesia

Terlepas dari skandal korupsi, Golkar masih dapat memerintah dengan niat baik dari para pemilih, khususnya orang Indonesia yang berusia lebih tua. Banyak dari mereka masih mengenang stabilitas relatif dan kemakmuran pada tahun-tahun awal kepemimpinan mantan presiden Suharto dan ketika Indonesia secara efektif menjadi negara satu partai dari tahun 1971 hingga 1999 .

Keberhasilan Golkar untuk pulih dari skandal korupsi akan sangat penting bagi upaya Presiden Jokowi untuk terpilih kembali, ketika ia sekali lagi menghadapi jenderal purnawirawan Prabowo Subianto, yang dikalahkannya pada Pilpres 2014. Kali ini Presiden Jokowi akan didukung Partai Golkar setelah partai bergabung dengan koalisi pemerintah Jokowi pada tahun 2016, sebuah langkah yang mengubah permainan bagi Jokowi yang memungkinkannya untuk mengendalikan Parlemen dan mewujudkan reformasi kebijakannya.

Golkar, yang saat ini memiliki kehadiran terbesar kedua di Parlemen setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), adalah bagian dari koalisi besar-besaran yang mengusung Jokowi dalam Pilpres 2019.

Airlangga telah berjanji bahwa Golkar akan berusaha kerasa di semua daerah pemilihan, terutama di kubu regionalnya seperti Jawa Barat, dengan jumlah pemilih terbesar, untuk memastikan bahwa Presiden Jokowi menang besar.

Baca Juga: Dalam Pertempuran Imbal Hasil Tinggi di Asia, Indonesia Unggul dari India

“Lima tahun lalu, Golkar bersama Prabowo, dan karena itulah Prabowo menang di Jawa Barat,” katanya. “Tetapi kami telah berpindah kubu. Itulah mengapa kami yakin bahwa sekarang Jokowi akan menang di Jawa Barat.”

Francis Chan adalah ketua biro Indonesia di Jakarta.

Keterangan foto utama: Keberhasilan Partai Golkar untuk pulih dari skandal korupsi akan sangat penting bagi upaya Presiden Indonesia Joko “Jokowi” Widodo untuk terpilih kembali ketika sekali lagi menghadapi jenderal purnawirawan Prabowo Subianto yang dikalahkannya pada Pilpres 2014. (Foto: AFP)

Pilpres 2019: Bersih dari Korupsi, Partai Golkar yang Baru Dukung Penuh Jokowi

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top