Penutupan Pemerintah Amerika
Amerika

Dialog Tembok Perbatasan Buntu, Picu Lagi Penutupan Pemerintah Amerika?

Berita Internasional >> Dialog Tembok Perbatasan Buntu, Picu Lagi Penutupan Pemerintah Amerika?

Berbagai negosiasi untuk menghentikan penutupan pemerintah Amerika telah terhenti. Anggota parlemen tetap menemui jalan buntu atas isu keamanan perbatasan. Jika kesepakatan tentang pendanaan pemerintah tidak tercapai pada hari Jumat (15/2) tengah malam, sebagian pemerintah Amerika Serikat dapat ditutup kembali, hanya tiga minggu setelah penutupan terpanjang pemerintah AS dalam sejarah.

Baca juga: Di Balik Keputusan Trump untuk Akhiri Penutupan Pemerintah

Oleh: Shannon Van Sant (National Public Radio)

Ketua Komite Alokasi Senat, Senator Republik Richard Shelby mengatakan kepada Fox News pada hari Minggu (10/2) bahwa ia memprediksi peluang kesepakatan di angka 50-50. “Saya pikir 24 jam ke depan sangat penting. Kita bisa mendapatkan beberapa kesepakatan, tetapi harus bagus, untuk mengamankan perbatasan kita,” kata Shelby.

Seorang pembantu kongres Demokrat mengatakan kepada National Public Radio bahwa perundingan telah merinci berapa banyak tempat tidur penahanan untuk badan Penegak Hukum Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) akan didanai melalui perjanjian. Partai Demokrat ingin membatasi jumlah tempat tidur untuk memaksa pemerintahan Presiden AS Donald Trump memprioritaskan penangkapan dan mendeportasi penjahat kelas berat, bukan imigran yang taat hukum.

Presiden Trump telah meminta US $ 5,7 miliar untuk mendanai tembok di sepanjang perbatasan Amerika dengan Meksiko. Hari Minggu (10/2), Trump menulis tweet bahwa Demokrat “menawarkan sedikit uang untuk Dinding Perbatasan yang sangat dibutuhkan dan sekarang, tiba-tiba, menginginkan pembatasan jumlah penjahat yang telah didakwa untuk ditahan di penahanan!”

Baca juga: Militer Amerika Bersiap untuk Membayar Tembok Perbatasan Donald Trump

Menurut The New York Times, “Sementara Demokrat menolak prospek memenuhi permintaan Trump sebesar US$5,7 miliar untuk dinding perbatasan, para anggota parlemen mulai menerima angka antara $1,3 miliar dan $2 miliar untuk perbatasan fisik. Tetapi mereka juga menuntut batas tempat tidur ICE, sebagai cara untuk memaksa lembaga tersebut untuk fokus pada penahanan migran dengan catatan kriminal, alih-alih imigran yang telah memperpanjang visa mereka.”

Politico melaporkan, “Para anggota legislatif sedang mendiskusikan kemungkinan RUU resolusi yang telah berlangsung selama setahun, tetapi sejauh ini diskusi belum menghasilkan proposal yang bisa disepakati oleh DPR Demokrat maupun Senat Republikan.”

Baca juga: Dibuka Kembali, Penutupan Pemerintah AS Terpanjang Akhirnya Berakhir

Penjabat Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney mengatakan kepada Meet the Press di NBC bahwa negosiasi “berantakan karena Demokrat” dan bahwa “Gedung Putih, atas permintaan semua pihak di Capitol Hill, telah mundur. Kami masih berpartisipasi, kami masih mendengarkan, kami masih berbicara, tapi kami tidak memimpin negosiasi.”

Ketika ditanyai tentang pendanaan untuk dinding perbatasan, Mulvaney mengatakan dia “sama sekali tidak bisa” mengesampingkan penutupan berikutnya pemerintah Amerika. Dia menambahkan bahwa “hasil yang paling mungkin” adalah bahwa Kongres AS akan mencapai perjanjian keamanan perbatasan yang akan ditandatangani oleh Trump.

Kontributor laporan: Kelsey Snell dari Natonal Public Radio.

Keterangan foto utama: Senator Richard Shelby adalah politisi top Republikan dalam kelompok anggota parlemen bipartisan yang bekerja untuk menyusun kesepakatan mengenai keamanan perbatasan. (Foto: AP/J. Scott Applewhite)

Dialog Tembok Perbatasan Buntu, Picu Lagi Penutupan Pemerintah Amerika?

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top