berita Indonesia terkini
Berita Politik Indonesia

Dituduh Hina TNI, Aktivis Robertus Robet Ditangkap

Para mahasiswa merayakan pengunduran diri Presiden Indonesia Suharto di kompleks parlemen di Jakarta pada tahun 1998. (Foto: AFP/Kemal Jufri)
Berita Internasional >> Dituduh Hina TNI, Aktivis Robertus Robet Ditangkap

Seorang aktivis dan dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet ditangkap pada Rabu (6/3) malam, setelah dituduh menghina TNI. Robertus dalam sebuah protes pada tanggal 28 Februari menyanyikan sebuah lagu melawan ABRI dari gerakan mahasiswa tahun 1998. Atas hal itu, Robertus dituduh telah melanggar UU ITE. Amnesty International pun mengecam hal ini dan menyebutnya sebagai penggunaan undang-undang untuk mengekang kebebasan berbicara.

Oleh: Associated Press

Baca Juga: Analisis: Mengapa TNI Galang Kekuatan di Indonesia Timur?

Seorang profesor universitas telah ditangkap di Indonesia, setelah sebuah video di mana dia menyanyikan lagu protes terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI) diedarkan secara online, Amnesty International mengatakan pada Kamis (7/3), dan mengecam apa yang dikatakan Amnesty sebagai penggunaan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE) untuk mengekang kebebasan berbicara.

Kelompok hak asasi manusia itu mengatakan bahwa Robertus Robet—seorang profesor sosiologi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ)—ditangkap pada Rabu (6/3) malam karena tuduhan pencemaran nama baik secara online. Dia juga adalah anggota Amnesty International Indonesia.

Lagu ini berasal dari gerakan yang dipimpin oleh mahasiswa tahun 1998 saat melawan mantan diktator Soeharto, dan memasukkan lirik “Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, tidak berguna, bubarkan saja, gantikan dengan Menwa (resimen mahasiswa), kalau perlu diganti dengan Pramuka.”

Robertus Robet menyanyikannya pada tanggal 28 Februari dalam sebuah protes di Jakarta terhadap kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia yang tidak terselesaikan dan rencana untuk memberikan peran dalam birokrasi sipil kepada jenderal yang menganggur.

“Penangkapan Robertus Robet tidak hanya ancaman yang jelas terhadap kebebasan berbicara dan berekspresi di Indonesia, tetapi juga menimbulkan ancaman bagi para aktivis HAM secara umum,” kata Amnesty.

Juru bicara Polri Dedi Prasetyo mengatakan bahwa Robet sedang diselidiki karena ujaran kebencian, dan menghadapi hukuman dua tahun penjara jika dinyatakan bersalah berdasarkan UU ITE.

Dia ditahan di Mabes Polri dan akan dibebaskan setelah pemeriksaan selesai, kata Dedi Prasetyo.

Baca Juga: TNI Tuntut agar Perwira Aktif Bisa Menjabat di Kementerian dan Lembaga Negara

UU ITE melarang distribusi informasi yang menyebabkan kebencian atau permusuhan terhadap individu atau komunitas berdasarkan etnis, agama, dan ras, serta tipuan dan penghinaan terhadap pihak berwenang dan badan-badan publik.

Keterangan foto utama: Para mahasiswa merayakan pengunduran diri Presiden Indonesia Suharto di kompleks parlemen di Jakarta pada tahun 1998. (Foto: AFP/Kemal Jufri)

Dituduh Hina TNI, Aktivis Robertus Robet Ditangkap

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top