Guaido
Amerika

Dukung Guaido, Duta Besar Jerman Diusir dari Venezuela

Berita Internasional >> Dukung Guaido, Duta Besar Jerman Diusir dari Venezuela

Duta Besar Jerman untuk Venezuela Daniel Kriener diusir dari negara itu setelah menyatakan dukungannya untuk pemimpin oposisi Juan Guaido. Dalam pidatonya di Majelis Nasional, Guaido mengutuk langkah pengusiran duta besar Jerman. Setelah perintah pengusiran, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan dia telah memutuskan untuk memanggil kembali Kriener ke Berlin untuk sesi konsultasi. 

Baca juga: Kembali ke Venezuela, Pemimpin Oposisi Juan Guaido Berisiko Ditangkap

Oleh: Christopher Torchia (Associated Press)

Pemerintah Venezuela hari Rabu (6/3) telah memerintahkan duta besar Jerman untuk meninggalkan negara itu setelah ia menyatakan dukungannya kepada Juan Guaido, meningkatkan kebuntuan diplomatik dengan kelompok sekitar 50 negara yang mengakui pemimpin oposisi sebagai presiden sementara Venezuela.

Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza menulis pernyataan di Twitter yang mengatakan bahwa Duta Besar Jerman untuk Venezuela Daniel Kriener telah ikut campur dalam urusan internal Venezuela dan bersekutu dengan “sektor ekstremis” dari oposisi.

Venezuela menganggap pernyataan itu tidak dapat diterima, bahwa seorang diplomat asing mengambil “peran publik yang lebih sesuai dengan seorang pemimpin politik,” demikian bunyi pernyataan pemerintah. Pemerintah memberikan waktu 48 jam kepada Kriener untuk meninggalkan Venezuela.

Kriener dan beberapa diplomat lainnya menyambut Guaido ketika ia kembali ke Venezuela hari Senin (4/3) dan berjanji untuk meningkatkan intensitas kampanye untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Di bandara utama Venezuela, Kriener berbicara dengan awak media dan mengatakan dia berharap pemimpin Majelis Nasional akan selamat. Terdapat kekhawatiran bahwa pemimpin oposisi mungkin menghadapi penahanan, tetapi pemerintah Maduro tidak mengambil langkah melawannya.

Setelah perintah pengusiran, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan dia telah memutuskan untuk memanggil kembali Kriener ke Berlin untuk sesi konsultasi. “Ini adalah keputusan yang tidak dapat dipahami yang memperburuk situasi dan tidak berkontribusi pada eskalasi,” kata Maas dalam sebuah pernyataan. “Dukungan kami, Eropa, untuk Juan Guaido tidaklah terputus. Duta Besar Kriener telah melakukan pekerjaan luar biasa di Caracas, termasuk dalam beberapa hari terakhir.”

Dalam pidatonya di Majelis Nasional, Guaido mengutuk langkah pengusiran duta besar Jerman. “Mereka mengancam negara Eropa penting yang memberikan bantuan kemanusiaan ke Venezuela,” katanya.

Guaido juga mengatakan bahwa Maduro secara efektif telah mengabaikannya sejak dia kembali ke Venezuela dengan harapan bahwa momentum politiknya akan memudar. Hari Selasa (5/3), Maduro meremehkan lawan-lawannya sebagai “oportunis dan pengecut,” tetapi tidak menyebutkan nama Guaido.

Para musuh telah mengumumkan demonstrasi berlawanan hari Sabtu (9/3) ketika mereka berusaha memotivasi para pendukung.

Baca juga: Krisis Venezuela: Pemimpin Oposisi Juan Guaido Salah Perhitungan Militer

Sementara itu, seorang jurnalis Amerika Serikat yang bekerja di Venezuela telah dibawa pergi oleh pasukan keamanan dari apartemennya di Caracas hari Rabu (6/3) pagi, menurut saksi mata dan rekan-rekannya. Eksekutif di stasiun TV Miami mengatakan beberapa jam kemudian bahwa jurnalis lepas Cody Weddle, yang melapor untuk stasiun itu, telah dibebaskan dan dibawa ke bandara untuk menaiki penerbangan ke AS.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan sebelumnya bahwa mereka sangat prihatin dengan laporan penahanan seorang jurnalis Amerika. Para pejabat Venezuela belum mengomentari kasus ini.

Venezuela memutuskan hubungan diplomatik dengan negara tetangganya, Kolombia setelah pasukan keamanan Maduro memblokir upaya tanggal 23 Februari 2019 oleh Guaido dan sekutu untuk memasukkan bantuan kemanusiaan ke Venezuela dari Kolombia dan Brazil. Maduro juga memutuskan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat setelah mengakui Guaido sebagai presiden sementara pada akhir bulan Januari 2019. Dia awalnya memberikan waktu 72 jam kepada para diplomat Amerika untuk meninggalkan Venezuela. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menolak untuk mematuhi perintah Maduro.

Amerika Serikat, Jerman, dan sekitar 50 negara lainnya telah menganggap pemilihan kembali Maduro tidak sah dan mendesaknya untuk mundur sehingga negara itu dapat mempersiapkan diri untuk pemilihan umum kembali. Maduro mengatakan dia adalah target dari rencana kudeta yang didukung AS.

Amerika kini berusaha mengejar inisiatif diplomatik dan ekonomi baru untuk mendukung upaya Guaido untuk pemerintahan transisi di Venezuela, tutur Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton hari Rabu (7/3). “Amerika Serikat telah memberi tahu berbagai lembaga keuangan asing bahwa mereka akan menghadapi sanksi jika terlibat dalam memfasilitasi transaksi tidak sah yang menguntungkan Nicolas Maduro dan jaringan korupnya,” kata Bolton dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: 567 Tentara Venezuela Membelot, Basis Kekuatan Maduro Mulai Runtuh

Pemerintahan Trump telah menjatuhkan sanksi minyak kepada Venezuela serta sanksi terhadap anggota tingkat tinggi pasukan keamanan Venezuela dan pejabat senior lainnya. Visa Amerika Serikat terhadap pejabat Venezuela lainnya dan anggota keluarga mereka juga telah dicabut.

Kontributor artikel: Penulis Associated Press Scott Smith dan Jorge Rueda di Caracas, Geir Moulson di Berlin, dan Luis Alonso Lugo di Washington.

Keterangan foto utama: Para pengunjuk rasa berkumpul untuk rapat umum untuk menuntut pengunduran diri Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, pada Senin (4/3). (Foto: AP/Eduardo Verdugo)

Dukung Guaido, Duta Besar Jerman Diusir dari Venezuela

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top