Ekonomi Indonesia
Berita Politik Indonesia

Ekonomi Indonesia Gagal Meningkat Jelang Pilpres 2019

Berita Internasional >> Ekonomi Indonesia Gagal Meningkat Jelang Pilpres 2019

Ekonomi Indonesia telah tumbuh dengan laju tercepat sejak Jokowi menjabat pada tahun 2018. Namun angka itu masih di bawa target pertumbuhan pemerintah. Pemerintah membutuhkan modal untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur dan inisiatif lainnya, dan investasi asing yang lamban menjadi hambatan bagi perekonomian.

Baca Juga: ‘Jokowinomics’ dan Masa Depan Ekonomi Indonesia

Oleh: Shotaro Tani (Nikkei Asian Review)

Ekonomi Indonesia tahun lalu tumbuh pada laju tercepat sejak Presiden Joko “Jokowi” Widodo berkuasa, tetapi gagal mencapai target pertumbuhan pemerintah.

Data dari Badan Pusat Statistik, yang dirilis pada hari Rabu (6/2) menunjukkan produk domestik bruto riil tumbuh sebesar 5,17 persen pada tahun 2018, kurang dari target 5,4 persen yang ditetapkan dalam anggaran negara. Namun, angka itu sedikit di atas perkiraan konsensus Reuters 5,15 persen. Target pertumbuhan pemerintah untuk 2019 adalah 5,3 persen.

Data hari Rabu tersebut akan menjadi data yang terakhir yang dirilis sebelum pemilihan presiden pada 17 April, dan dapat menjadi dasar penilaian banyak pemilih atas kinerja presiden dalam mengembangkan ekonomi Indonesia.

Jokowi, yang menghadapi mantan Jenderal Prabowo Subianto untuk kedua kalinya dalam pemilihan presiden, awalnya menjanjikan pertumbuhan 7 persen ketika ia terpilih pada tahun 2014. Tetapi angka tersebut telah melayang di sekitar angka 5 persen sejak ia mulai menjabat.

Baca Juga: Dinamika Ekonomi Indonesia Tahun 2019

Indonesia telah menghadapi banyak tantangan selama dua belas bulan terakhir, termasuk beberapa bencana alam besar dan mata uang yang jatuh.

Pada satu titik, rupiah jatuh ke level terendah terhadap dolar sejak krisis keuangan Asia pada tahun 1998. Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 175 basis poin sepanjang tahun, berkontribusi terhadap lingkungan pertumbuhan yang sulit.

Angka-angka PDB mengikuti memburuknya data investasi asing langsung yang dirilis pada akhir Januari. FDI ke negara itu turun 8,8 persen tahun lalu, turun untuk pertama kalinya selama masa jabatan Jokowi, karena investor menunggu waktu yang menguntungkan untuk berinvestasi menjelang pemilihan.

Pemerintah membutuhkan modal untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur dan inisiatif lainnya, dan investasi asing yang lamban menjadi hambatan bagi perekonomian.

 

Keterangan foto utama: Tahun lalu, Indonesia harus menghadapi dampak dari beberapa bencana alam dan nilai mata uang yang jatuh. (Foto: Reuters)

Ekonomi Indonesia Gagal Meningkat Jelang Pilpres 2019

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top