Elizabeth Warren
Amerika

Elizabeth Warren: Donald Trump Mungkin Sudah Tidak Bebas di Tahun 2020

Berita Internasional >> Elizabeth Warren: Donald Trump Mungkin Sudah Tidak Bebas di Tahun 2020

Senator Elizabeth Warren, yang baru saja mengumumkan pencalonan dirinya sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat mengatakan, pada tahun 2020 Presiden Donald Trump mungkin sudah tidak lagi bebas. Hal itu menyoroti berbagai penyelidikan yang tengah dilakukan terhadap presiden dari Partai Republik tersebut. Selama pidatonya, Warren, seorang advokat perlindungan konsumen dan mantan profesor Harvard Law School, menyerang Trump yang menurutnya merupakan bagian dari “sistem kecurangan yang menopang orang kaya dan yang kuat dan menendang kotoran pada orang lain.”

Baca Juga: Blackface: Hantu Aneh yang Gentayangi Amerika

Oleh: Quint Forgey (Politico)

Senator Elizabeth Warren (Demokrat, Massachusetts) pada hari Minggu (10/2) mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump “mungkin sudah tidak bebas” pada tahun 2020, menegaskan bahwa Presiden Trump pada saat itu mungkin telah terperangkap dalam penyelidikan penasihat khusus Mueller sebelum Trump memiliki kesempatan untuk menghadapi Warren di pemilihan Umum.

“Setiap hari ada tweet rasis, tweet yang penuh kebencian, sesuatu yang sangat gelap dan buruk,” kata Warren dalam kampanye di Cedar Rapids, Iowa. “Apa yang kita lakukan sebagai kandidat, sebagai aktivis, sebagai pers tentang hal itu? Akankah kita mengejar mereka setiap hari?”

Warren menambahkan: “Inilah yang mengganggu saya. Pada saat kita mencapai tahun 2020, Donald Trump mungkin sudah bukan presiden. Bahkan, dia mungkin sudah tidak bebas.”

Sindiran itu menandai serangan pertama Warren dalam kampanye melawan Trump sejak memasuki pencalonan presiden dari Partai Demokrat lewat pengumuman hari Sabtu (9/2) di Lawrence, Massachusetts. Selama pidatonya, Warren, seorang advokat perlindungan konsumen dan mantan profesor Harvard Law School, menyerang Trump yang menurutnya merupakan bagian dari “sistem kecurangan yang menopang orang kaya dan yang kuat dan menendang kotoran pada orang lain.”

Sebelumnya pada hari Sabtu (9/2), Trump mengejek peluncuran Warren dan menyerang kontroversi seputar klaim masa lalunya tentang penduduk asli Amerika, yang kian intensif pada hari Rabu (6/2) setelah The Washington Post mengungkapkan bahwa Warren pernah mengidentifikasi dirinya sebagai penduduk asli Indian Amerika di kartu pendaftaran Texas State Bar.

Baca Juga: Keluarga Trump Sangkal Mereka Keturunan Imigran Jerman Selama Bertahun-Tahun

“Hari ini Elizabeth Warren, kadang-kadang saya sebut sebagai Pocahontas, bergabung dalam ajang pemilihan Presiden,” tulis Trump di Twitter. “Apakah dia akan mencalonkan diri sebagai kandidat presiden penduduk asli Amerika pertama kita atau apakah dia telah memutuskan bahwa setelah 32 tahun, taktik ini tidak bermain dengan baik lagi? Sampai jumpa di campaign TRAIL (kampanye pemilihan), Liz!” demikian Presiden Trump menambahkan, dalam apa yang dinilai oleh banyak politisi Demokrat sebagai referensi terhadap relokasi paksa beberapa suku asli Amerika di Amerika Serikat Tenggara pada tahun 1830-an yang dikenal sebagai Jejak Air Mata (Trail of Tears).

Tur nasional pasca pengumuman Warren ditetapkan meliputi sembilan acara selama 10 hari di keempat negara bagian awal presidential primary serta Georgia dan California. Warren telah meluncurkan komite eksplorasi presidennya pada tanggal 31 Desember 2018.

Keterangan foto utama: “Pada saat kita mencapai tahun 2020, Donald Trump mungkin sudah bukan presiden. Bahkan, dia mungkin sudah tidak bebas,” kata Senator Elizabeth Warren. (Foto: AP Photo/Charlie Neibergall)

Elizabeth Warren: Donald Trump Mungkin Sudah Tidak Bebas di Tahun 2020

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top