Pilpres 2019: Erick Tohir Peringatkan tentang Berita Palsu dan Pemilih Ragu-Ragu
Berita Politik Indonesia

Pilpres 2019: Erick Tohir Peringatkan tentang Berita Palsu dan Pemilih Ragu-Ragu

Berita Internasional >> Pilpres 2019: Erick Tohir Peringatkan tentang Berita Palsu dan Pemilih Ragu-Ragu

Ketua tim kampanye Presiden Jokowi untuk Pilpres 2019, Erick Thohir mengatakan penting untuk tidak meremehkan dampak berita palsu, yang sering beredar di media sosial. Thohir mengatakan tim kampanyenya telah belajar dari pemilu AS tahun 2016 bahwa ada kebutuhan untuk menekan berita palsu dalam situasi ini. Jokowi unggul dua digit dalam sebagian besar jajak pendapat atas Prabowo Subianto.

Oleh: Ed Davis (Reuters)

Baca Juga: Perlombaan $43 Miliar untuk Perbaiki Kemacetan Jakarta Jelang Pilpres 2019

Erick Thohir, ketua kampanye pemilihan kembali Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pada hari Rabu (27/2) bahwa para pendukung tidak boleh berpuas diri atas kepemimpinan petahana dalam jajak pendapat, mengingat tingginya jumlah pemilih yang masih ragu-ragu dan ancaman berita palsu.

Jokowi unggul dua digit dalam sebagian besar jajak pendapat atas Prabowo Subianto menjelang pilpres 2019 yang akan diselenggarakan pada 17 April.

“Saat ini kita perlu fokus pada pemilih yang belum memutuskan,” kata Erick Thohir, seorang pengusaha miliarder yang terpilih sebagai ketua kampanye setelah dia menyelenggarakan Asian Games yang diselenggarakan oleh Indonesia tahun lalu. Berbicara kepada sekelompok jurnalis asing, Thohir menyebutkan jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan mereka ada 12 hingga 15 persen dari total pemilih di negara demokrasi terbesar ketiga di dunia ini.

Thohir, yang mengontrol aset media dan hiburan serta saham di klub sepak bola dan bola basket di seluruh dunia, mengatakan sebagian besar dari pemilih ragu-ragu itu merupakan pemilih muda dan pemula.

Di jajak pendapat, Jokowi mendapat banyak dukungan di pulau Jawa, termasuk di provinsi Jawa Barat dan Banten, di mana ia kalah pada Pilpres 2014, kata Thohir.

“Kami masih yakin di Jawa Barat kami bisa menang,” katanya, tetapi ia menambahkan bahwa kampanye itu kesulitan mendapat dukungan di beberapa bagian pulau Sumatra, termasuk Sumatera Barat dan Aceh.

Thohir mengatakan penting untuk tidak meremehkan dampak berita palsu, yang sering beredar di media sosial, dan mengatakan tim kampanyenya telah belajar dari pemilu AS tahun 2016 bahwa ada kebutuhan untuk menekan berita palsu dalam situasi ini.

Baca Juga: Pilpres 2019: Klaim Jokowi akan Larang Salat, 3 Ibu Rumah Tangga Ditangkap

“Inilah sebabnya … ketika ada berita palsu kita perlu membuat pernyataan yang kuat,” katanya.

Pengawas pemilu Indonesia melaporkan lonjakan berita palsu selama kampanye di tengah kekhawatiran tentang dampaknya di Indonesia, negara yang memiliki banyak pengguna media sosial yang keranjingan.

“Pak Jokowi adalah salah satu korban berita palsu dalam beberapa tahun terakhir,” kata Thohir.

Jokowi telah difitnah dalam desas-desus yang sering menyebar secara online bahwa dia sebenarnya beragama Kristen, keturunan China, atau seorang komunis.

Semuanya itu adalah tuduhan-tuduhan sensitif di negara mayoritas Muslim ini, di mana partai komunis dilarang, dan adanya kecurigaan yang melekat pada kekayaan komunitas keturunan China dan pengaruh China.

Dua tim kampanye pasangan calon telah berjanji untuk menjalankan kampanye yang bersih.

Thohir, 48 tahun, yang telah disebut-sebut sebagai calon menteri potensial, mengatakan ia tidak akan mencari pekerjaan di kabinet jika Jokowi menang dan berharap “akan kembali ke kenyataan” sebagai pengusaha setelah pemilu.

Baca Juga: Jokowi Jadikan Ekonomi Sebagai Pusat Perhatian Pilpres 2019

Keterangan foto utama: Ketua kampanye pemilihan presiden Indonesia untuk Joko Widodo, Erick Thohir, berbicara pada saat konferensi pers di Jakarta, Indonesia, 27 Februari 2019. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

Pilpres 2019: Erick Tohir Peringatkan tentang Berita Palsu dan Pemilih Ragu-Ragu

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top