Hassan Rouhani: Amerika Harus Bertobat Jika Ingin Hubungan dengan Iran
Global

Hassan Rouhani: Amerika Harus Bertobat Jika Ingin Hubungan dengan Iran

Berita Internasional >> Hassan Rouhani: Amerika Harus Bertobat Jika Ingin Hubungan dengan Iran

Berbagai komentar muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan ini menyebut Iran sebagai “negara teroris nomor satu di dunia.” Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran telah mencapai titik terendah sejak Presiden AS Donald Trump mulai menjabat dan menerapkan kembali sanksi terhadap Republik Islam Iran. Presiden Iran mengatakan, kedua negara bisa bernegosiasi setelah Amerika bertobat.

Oleh: Al Jazeera

Baca Juga: Iran Luncurkan Rudal Jelajah Baru pada Peringatan 40 Tahun Revolusi

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pada hari Rabu (6/2) bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat akan mungkin dilakukan jika Amerika “bertobat” dan mengakhiri kebijakan bermusuhan terhadap negaranya.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran telah mencapai titik terendah sejak Presiden AS Donald Trump mulai menjabat dan menerapkan kembali sanksi terhadap Republik Islam Iran, setelah menarik diri dari kesepakatan nuklir bersejarah yang ditandatangani oleh kekuatan-kekuatan dunia.

“Jika Amerika bertobat dan mengubah pendekatan sebelumnya, meminta maaf atas campur tangan sebelumnya di Iran, mengakui kebesaran dan martabat bangsa Iran dan Revolusi Islam besar, dan berbicara kepada orang-orang kami dengan hormat, kami akan siap untuk menerima pertobatan dan kembalinya AS, meskipun telah menindas kami selama bertahun-tahun,” kata Hassan Rouhani dalam pertemuan para duta besar negara-negara asing di Teheran.

Pidato Rouhani dilakukan beberapa hari sebelum peringatan 40 tahun Revolusi Islam 1979.

Rouhani mengabaikan tekanan terhadap ekonomi Iran yang dihasilkan dari sanksi AS dan mengatakan bahwa upaya pemerintah Trump tidak akan mengarah ke mana-mana. “Hari ini bangsa kita lebih bersatu, lebih tangguh dari sebelumnya, serta berdiri melawan AS dan musuh-musuhnya,” kata Rouhani.

Dalam pidato kenegaraan pada hari Selasa (5/2), Trump mengatakan: “Kami tidak akan mengalihkan pandangan dari rezim yang meneriakkan ‘Kematian bagi Amerika’ dan mengancam genosida terhadap orang-orang Yahudi.” Dia juga menggambarkan Iran sebagai “negara teroris nomor satu di dunia,” menuduh pemerintah Iran telah bertanggung jawab atas semua konflik di Timur Tengah.

‘Keselamatan Israel’

Rouhani juga menyoroti konflik Israel-Palestina, dengan mengatakan bahwa jika AS berusaha menjaga keselamatan negara Yahudi di kawasan itu, warga Palestina harus dapat kembali ke rumah mereka dan memilih nasib mereka melalui referendum.

“Bahkan jika keselamatan Israel menjadi perhatian Amerika di wilayah ini, kita harus mengatakan bahwa selama Palestina belum kembali ke tanah air mereka, keselamatan untuk wilayah ini dan Palestina yang bersejarah tidak akan dijamin. Bahkan jika Amerika menginginkan keamanan untuk Israel, itu akan terjadi hanya ketika orang-orang Palestina telah kembali ke rumah,” tukas Rouhani kepada para utusan.

Tanggal 11 Februari 2019, Iran akan menandai peringatan 40 tahun revolusi 1979 yang telah membangkitkan sistem teokratis serta menggulingkan Shah yang sekuler dan didukung AS.

Baca Juga: Trump Peringatkan Eropa agar Tidak Mencoba Hindari Sanksi AS terhadap Iran

Keterangan foto utama: Presiden Iran Hassan Rouhani mengabaikan tekanan pada ekonomi Iran yang dihasilkan dari sanksi Amerika Serikat. (Foto: AP/Kantor Kepresidenan Iran)

Hassan Rouhani: Amerika Harus Bertobat Jika Ingin Hubungan dengan Iran

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top