Ekonomi Indonesia
Berita Politik Indonesia

Indonesia Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,17 Persen Tahun Lalu

Jokowi pada kampanye 2014 berjanji akan meningkatkan pertumbuhan sebesar tujuh persen per tahun, tetapi gagal mencapai itu. (Foto: AFP/Sonny Tumbelaka)
Berita Internasional >> Indonesia Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,17 Persen Tahun Lalu

Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,17 persen tahun lalu, masih lebih rendah dari yang dijanjikan Jokowi pada kampanye 2014, yaitu sebesar tujuh persen. Indonesia juga mengalami pelemahan mata uang rupiah tahun lalu, walau kemudian rupiah kembali menguat.

Baca juga: ‘Jokowinomics’ dan Masa Depan Ekonomi Indonesia

Oleh: AFP

Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang sedikit lebih kuat pada tahun 2018, data menunjukkan pada Rabu (6/2), tetapi masih jauh dari target tujuh persen Presiden Joko Widodo, seiring pemilu semakin dekat.

Negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini mencapai pertumbuhan 5,17 persen tahun lalu, naik dari 5,10 persen pada tahun 2017 dan mengalahkan sebagian besar perkiraan analis.

“Pertumbuhan ini merupakan pencapaian yang luar biasa… memberikan ketidakpastian dalam ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas,” kata kepala badan statistik Suhariyanto.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terhambat Nasionalisme dan Populisme?

Namun, Indonesia telah melaporkan defisit perdagangan yang meluas dalam beberapa bulan terakhir, sementara sektor manufakturnya menyusut pada Januari—penyusutan pertama dalam setahun yang menggarisbawahi perlambatan produksi.

“Pertumbuhan semacam ini tidak berkelanjutan karena didorong oleh konsumsi daripada produksi,” kata Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) yang berbasis di Jakarta.

Data terbaru ini datang beberapa bulan sebelum Jokowi maju kembali dalam pemilu, dengan catatan ekonominya menjadi agenda utama.

Baca juga: Dinamika Ekonomi Indonesia Tahun 2019

Ketika pertama kali menjabat pada tahun 2014, Jokowi berjanji untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga tujuh persen per tahun. Tetapi pemerintahannya tidak mencapai itu, dengan pertumbuhan melayang di sekitar angka lima persen per tahun, terlepas dari dorongan infrastruktur dan paket pembangunan yang besar.

Indonesia juga telah bergulat dengan rupiah yang lemah, akibat aksi jual dalam mata uang negara berkembang, yang melihat rupiah merosot hingga ke level yang terakhir terlihat selama krisis keuangan Asia 20 tahun lalu.

Namun, rupiah telah pulih beberapa bulan terakhir, didukung oleh bank sentral meningkatkan suku bunga acuan berulang kali sepanjang tahun lalu.

Keterangan foto utama: Jokowi pada kampanye 2014 berjanji akan meningkatkan pertumbuhan sebesar tujuh persen per tahun, tetapi gagal mencapai itu. (Foto: AFP/Sonny Tumbelaka)

Indonesia Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,17 Persen Tahun Lalu

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top