Bagaimana Indonesia Dapat Kurangi Angka Kematian Akibat Tsunami?
Berita Politik Indonesia

Indonesia Revisi Jumlah Korban Tsunami Anak Krakatau

Orang-orang mengumpulkan barang-barang yang bisa diselamatkan dari bangunan-bangunan yang rusak di pantai Carita pada tanggal 23 Desember 2018, setelah daerah itu dilanda tsunami yang disebabkan oleh gunung berapi Anak Krakatau. (Foto: AFP/Getty/SEMI)
Berita Internasional >> Indonesia Revisi Jumlah Korban Tsunami Anak Krakatau

Pihak berwenang Indonesia mengatakan bahwa 426 orang meninggal dunia akibat tsunami di Selat Sunda—lebih rendah dari penghitungan sebelumnya sebanyak 430—di mana penghitungan ganda oleh berbagai distrik disalahkan atas perubahan tersebut. Sekitar 7.202 orang menderita luka-luka, melonjak dari 1.495, sementara hampir 1.300 rumah hancur ketika gelombang tsunami menabrak garis pantai di Jawa Barat dan Sumatra Selatan pada Sabtu (22/12) lalu.

Oleh: AFP/PTI/Business Standard

Baca Juga: Bagaimana Indonesia Dapat Kurangi Angka Kematian Akibat Tsunami?

Jumlah orang yang dievakuasi setelah tsunami mematikan di Indonesia telah hampir dua kali lipat menjadi sekitar 40 ribu orang, sementara lebih dari 7.000 orang terluka dalam bencana itu, kata para pejabat pada Jumat (28/12), seiring mereka memangkas jumlah kematian resmi.

Pihak berwenang mengatakan bahwa 426 orang telah meninggal—lebih kecil dari penghitungan sebelumnya 430—di mana penghitungan ganda oleh berbagai distrik disalahkan atas perubahan tersebut. Dua lusin orang masih hilang hampir seminggu setelah bencana.

Angka-angka baru itu datang sehari setelah lembaga bencana Indonesia menaikkan tingkat siaga bahaya untuk gunung berapi meletus, yang memicu tsunami mematikan pada akhir pekan lalu.

Mereka juga memperingatkan bahwa aktivitas baru di kawah tersebut mengancam akan memicu gelombang mematikan lainnya. Sebelumnya, jumlah pengungsi—termasuk banyak yang kehilangan tempat tinggal—dinyatakan sebanyak 22 ribu orang, tetapi angka itu sekarang telah melonjak menjadi lebih dari 40 ribu orang, menurut penghitungan terbaru.

Sekitar 7.202 orang menderita luka-luka, melonjak dari 1.495, sementara hampir 1.300 rumah hancur ketika gelombang menabrak garis pantai di Jawa Barat dan Sumatra Selatan, kata pihak berwenang.

“Kami merekomendasikan agar orang yang tinggal di dekat pantai dipindahkan secara permanen,” kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dalam jumpa pers di Jakarta.”Tapi itu pilihan terakhir karena tidak mudah dengan ruang terbatas dan orang enggan untuk pindah.”

Zona larangan terbang di sekitar Anak Krakatau yang bergemuruh telah melebar menjadi lima kilometer—naik dari dua kilometer sebelumnya—di mana para penduduk diperingatkan untuk menjauh dari pantai.

Status kawah Anak Krakatau telah dinaikkan ke siaga tinggi, peringatan tertinggi kedua pada skala bahaya empat poin Indonesia. Penerbangan sedang diarahkan menjauh dari daerah tersebut.

Bagian dari kawah tersebut—yang muncul di lokasi gunung berapi Krakatau, yang letusannya yang besar pada tahun 1883 menewaskan sedikitnya 36 ribu orang—runtuh setelah letusan dan berjatuhan ke laut, yang memicu gelombang mematikan pada Sabtu (22/12) malam.

Gambar satelit sebelum dan sesudah yang diambil oleh badan antariksa Jepang, menunjukkan bahwa dua kilometer persegi pulau vulkanik telah runtuh ke laut. Indonesia—negara kepulauan di Asia Tenggara yang luas—adalah salah satu negara yang paling sering mengalami bencana alam di muka bumi, karena posisinya membentang di atas apa yang disebut Cincin Api Pasifik, tempat lempeng tektonik bertabrakan.

Tsunami terbaru ini adalah bencana alam besar ketiga di Indonesia dalam enam bulan, setelah serangkaian gempa bumi dahsyat di pulau Lombok pada bulan Juli dan Agustus, dan gempa-tsunami pada bulan September yang menewaskan sekitar 2.200 orang di Palu di pulau Sulawesi, di mana ribuan lainnya hilang dan diduga meninggal.

Baca Juga: Walau Paham Ancaman Tsunami, Indonesia Masih Kekurangan Sistem Deteksi

Keterangan foto utama: Orang-orang mengumpulkan barang-barang yang bisa diselamatkan dari bangunan-bangunan yang rusak di pantai Carita pada tanggal 23 Desember 2018, setelah daerah itu dilanda tsunami yang disebabkan oleh gunung berapi Anak Krakatau. (Foto: AFP/Getty/SEMI)

Indonesia Revisi Jumlah Korban Tsunami Anak Krakatau

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top