Isu Brexit dan Anti-Semit Picu 7 Anggota Parlemen Inggris Mengundurkan Diri
Eropa

Isu Brexit dan Anti-Semit Picu 7 Anggota Parlemen Inggris Mengundurkan Diri

Berita Internasional >> Isu Brexit dan Anti-Semit Picu 7 Anggota Parlemen Inggris Mengundurkan Diri

Tujuh anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh mengundurkan diri pada hari Senin (18/2) karena alasan pendekatan pemimpin partai Jeremy Corbyn terhadap Brexit dan perselisihan anti-Semitisme. Mereka mengatakan bahwa partai oposisi utama Inggris tersebut telah “dibajak oleh mesin politik sayap kiri.” Hanya 39 hari jelang batas waktu, Brexit telah memecah-belah politik Inggris, memecah garis tradisional partai, dan menciptakan koalisi ad hoc baru.

Oleh: Elizabeth Piper (Reuters)

Baca Juga: Waktu Semakin Mepet, Uni Eropa Tolak Negosiasi Baru Brexit

Dalam sebuah tantangan langsung ke Corbyn, tujuh anggota parlemen sentris mengatakan mereka sedang mengajak orang lain dari seluruh parlemen untuk bergabung dengan mereka, dengan mengatakan  “sudah cukup” untuk tetap diam atas keraguan mereka tentang kelayakan pemimpin Partai Buruh untuk tetap menjabat. Bersatu di bawah tuntutan untuk referendum kedua tentang keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, mereka mengakui bahwa pengunduran diri mereka tidak akan mengubah perhitungan suara di parlemen, di mana belum ada mayoritas untuk pemungutan suara itu.

Tetapi langkah mereka menggarisbawahi semakin meningkatnya perasaan frustrasi dalam Partai Buruh atas keengganan Corbyn untuk mengubah strategi Brexit. Pemimpin sayap kiri dan kritikus lama Uni Eropa tersebut telah mempertahankan preferensi untuk pemilihan baru atau rencananya untuk meninggalkan blok Eropa.

Dengan hanya 39 hari sebelum Inggris meninggalkan UE, yang akan menimbulkan perubahan terbesar kebijakan luar negeri dan perdagangan dalam lebih dari 40 tahun, perpecahan Brexit telah memecah-belah politik Inggris, memecah garis tradisional partai, dan menciptakan koalisi ad hoc baru.

“Partai Buruh tempat kami bergabung dan berkampanye sekarang kami yakini bukan lagi Partai Buruh yang sama. Partai ini sekarang telah dibajak oleh mesin politik kaum kiri,” kata anggota parlemen Chris Leslie pada sebuah konferensi pers.

“Bukti pengkhianatan Buruh di Eropa sekarang dapat dilihat oleh semua orang. Menawarkan untuk benar-benar memungkinkan Brexit yang diusung pemerintahan ini, terus menahan diri untuk tidak membiarkan publik memberikan keputusan akhir.”

Tujuh anggota parlemen tersebut adalah Leslie, Luciana Berger, Angela Smith, Gavin Shuker, Chuka Umunna, Mike Gapes, dan Ann Coffey. Mereka akan terus menjabat sebagai anggota parlemen di bawah “Grup Independen.”

Corbyn menyatakan kekecewaannya bahwa kelompok orang-orang itu telah pergi, merujuk dalam sebuah pernyataan untuk “kebijakan buruh yang menginspirasi jutaan orang pada pemilihan terakhir” ketika partai oposisi mengalami peningkatan terbesar dalam pembagian suara sejak tahun 1945 dan memenangkan 262 kursi.

Kepala kebijakan keuangannya, John McDonnell, meminta anggota parlemen untuk “mundur” dan mencoba memenangkan kursi mereka di parlemen. Cabang lokal untuk Partai Buruh di daerah pemilihan Umunna memintanya untuk menyerukan pemilihan sela (by-election).

Tetapi wakil ketua partai, Tom Watson, menggambarkan pengunduran diri itu sebagai “seruan kesadaran.” Watson mengatakan: “kecuali jika kita berubah, kita akan melihat lebih banyak hari-hari yang seperti ini,” menunjukkan bahwa Corbyn dan timnya telah membawa Partai Buruh terlalu jauh ke sayap kiri.

Baca Juga: Riwuh, Ratu Inggris Diminta Bubarkan Parlemen dan Selesaikan Kemelut Brexit

Sudah cukup

Referendum Uni Eropa tahun 2016 di Inggris, ketika 52 persen memilih untuk keluar dari UE dibandingkan 48 persen yang memilih tinggal, telah memecah-belah tidak hanya kota-kota dan desa-desa Inggris tetapi juga parlemen. Para pemimpin Partai Konservatif dan Buruh sedang berjuang keras untuk memastikan partai mereka tetap bersatu.

Kalangan Eurosceptics di Partai Konservatif Perdana Menteri Inggris Theresa May menimbulkan kekhawatiran dengan menentang pemerintahannya dan menolak dalam pemungutan suara simbolis Brexit pekan lalu, tetapi sejauh ini menunjukkan sedikit tanda-tanda secara resmi melepaskan diri.

Tetapi para anggota parlemen dalam kelompok independen Partai Buruh tersebut mungkin berharap untuk menarik beberapa anggota partai pemerintah yang pro-Uni Eropa.

“Kami percaya bahwa seluruh sistem politik sekarang rusak. Kami memiliki cukup bukti untuk menyarankan bahwa orang-orang di luar sana akan maju, mendaftarkan dukungan mereka, dan membantu kami untuk membangun gerakan politik baru,” kata Angela Smith.

Corbyn sejauh ini telah terjebak pada kebijakan Partai Buruh untuk menjaga pilihan referendum kedua “di atas meja” jika pemerintah May gagal untuk mengamankan kesepakatan dengan Uni Eropa yang dapat memecahkan kebuntuan di parlemen. Corbyn lebih memilih pemilu baru atau mengajukan kesepakatan yang diusulkan Corbyn sendiri.

Prospek mengadakan referendum kedua menimbulkan dilema bagi Corbyn: sementara banyak anggota partai sangat mendukung People’s Vote, yang lain hanya ingin Inggris keluar dari UE sesegera mungkin.

Tetapi jelas bagi tujuh anggota parlemen yang baru saja keluar bahwa kepercayaan Corbyn yang lebih luas telah mendorong mereka untuk meninggalkan partai. Corbyn telah memperkuat pergeseran ke sayap kiri dalam Partai Buruh, mengambil kendali sebuah partai yang, di bawah mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, telah bergerak ke sentris untuk menang dan mempertahankan kekuasaan selama 13 tahun.

Beberapa pihak menuduh Corbyn gagal mengatasi anti-Semitisme di dalam partai, sebuah tuduhan yang telah menghantui kepala Partai Buruh tersebut, seorang pendukung hak-hak Palestina dan kritikus pemerintah Israel sejak ia mengambil alih partai pada tahun 2015. Corbyn membantah tuduhan itu, mengatakan dia berupaya memberantas anti-Semitisme.

Baca Juga: Brexit No Deal: Perusahaan Berencana Ramai-Ramai Tinggalkan Inggris

Luciana Berger, seorang Yahudi anggota parlemen Inggris yang telah menjadi korban pelecehan, mengatakan bahwa partai tersebut telah menjadi “anti-Semit secara institusional.” Bagi banyak pihak yang lain, Corbyn tidak memenuhi tuntutan jabatannya. Mike Gapes mengatakan bahwa sekarang masalah integritas moral anggota parlemen dipertanyakan dan apakah akan tetap bertahan di Partai Buruh.

Ditulis oleh Elizabeth Piper dan William James. Laporan tambahan oleh Alistair Smout. Diedit oleh Guy Faulconbridge dan Mark Heinrich.

Keterangan foto utama: Anggota Parlemen Partai Buruh Inggris Ann Coffey, Angela Smith, Chris Leslie, Mike Gapes, Luciana Berger, Gavin Shuker, dan Chuka Umunna berpose untuk foto setelah pengumuman mereka meninggalkan partai, di London, Inggris, 18 Februari 2019. (Foto: Reuters/Simon Dawson)

Isu Brexit dan Anti-Semit Picu 7 Anggota Parlemen Inggris Mengundurkan Diri

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top