Uni Eropa
Amerika

Jadwal Pribadi Bocor, Trump Klaim sebagai Presiden AS Paling Bekerja Keras

Berita Internasional >> Jadwal Pribadi Bocor, Trump Klaim sebagai Presiden AS Paling Bekerja Keras

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa jadwal eksekutif dikhususkan untuk bekerja, bukan bermain-main. Kepala staf Gedung Putih mengatakan, ia akan segera mencari pihak yang membocorkan jadwal pribadi presiden itu kepada pers. Sementara itu Trump mengatakan, tidak pernah ada presiden yang bekerja sekeras dirinya.

Oleh: Emily Stewart (Vox)

Baca Juga: Pemakzulan Presiden: Rakyat Amerika versus Donald J. Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin memastikan agar semua orang tahu bahwa penggunaan ekstensif waktu eksekutifnya sebenarnya sangat produktif, di tengah kebocoran jadwal pribadinya.

Selama akhir pekan dan pada hari Senin (11/2), Trump memberikan tanggapan terhadap laporan bahwa ia menghabiskan banyak waktunya sebagai presiden dalam apa yang disebut “waktu eksekutif,” berjam-jam dalam sehari tanpa ada hal spesifik untuk dilakukan. Alexi McCammond dan Jonathan Swan dari Axios menerbitkan tiga bulan jadwal pribadi Trump pada tanggal 3 Februari 2019 setelah seseorang membocorkan informasi tersebut ke McCammond.

Jadwal tersebut menunjukkan Trump menghabiskan sekitar 60 persen dari waktu dalam jadwalnya sebagai “waktu eksekutif.”

Penjabat Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney mengatakan pada hari Minggu (10/2) bahwa pekan ini ia memperkirakan akan menemukan sosok yang membocorkan jadwal tersebut. Beberapa jam kemudian, Axios mengirimkan lebih banyak jadwal yang bocor selama empat hari dalam minggu lalu. Jadwal tersebut menunjukkan 50 persen dari waktu presiden berada di waktu eksekutif.

Ketika Mulvaney mencoba menemukan siapa yang telah membocorkan jadwal, Trump mengatakan hal itu bukan masalah besar.

Dalam sebuah tweet pada hari Minggu (10/2), Trump menyatakan bahwa membocorkan jadwal kerjanya untuk media adalah “hal yang sangat mudah dilakukan,” tetapi masalah ini seharusnya dilaporkan secara positif.

“Ketika istilah Waktu Eksekutif digunakan, saya umumnya bekerja, bukan bersantai,” tulis Trump. “Sebenarnya, saya mungkin bekerja dalam lebih banyak jam dibandingkan dengan hampir semua presiden sebelumnya.” Dia menyatakan bahwa negara itu “berantakan” ketika dia tiba di Gedung Putih.

Trump menguatkan sentimen tersebut pada hari Senin (11/2) pagi lewat tweet yang mengatakan tidak ada presiden yang pernah bekerja lebih keras daripada dirinya.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News Sunday, Mulvaney mengecilkan signifikansi jadwal sementara juga berjanji untuk mencari tahu bagaimana jadwal tersebut bisa bocor.

“Hal-hal di memo itu tidak begitu rahasia, sekitar 400 orang mendapatkannya. Ada banyak jadwal pribadi yang saya lihat, misalnya, sebagai kepala staf,” katanya kepada pembawa acara Chris Wallace. “Jadi bukan isinya. Masalahnya adalah fakta bahwa seseorang di dalam Gedung Putih menghabiskan tiga bulan mengumpulkan informasi ini, yang sangat sulit untuk dilakukan.”

Mulvaney menegaskan bahwa orang yang membocorkan jadwal kemungkinan adalah “staf karier” yang tidak direkrut oleh administrasi Trump dan menyesalkan bahwa akan sulit untuk memecat orang itu jika dia ditemukan. Mulvaney mengatakan dia “berharap untuk memiliki resolusi” tentang masalah ini minggu ini.

Mengingat bahwa Axios menerbitkan jadwal baru beberapa jam kemudian, pernyataannya itu tidak terlihat menjanjikan, atau setidaknya, orang yang membocorkan jadwal tampaknya tidak khawatir akan tertangkap.

Masalahnya bukan hanya apa yang ditunjukkan pada jadwal, tetapi bagaimana mereka bisa bocor.

Baca Juga: Fakta vs Fiksi: Melihat Sekilas Dua Tahun Kepemimpinan Trump

Walaupun, tentu saja, tidak ideal bagi publik untuk melihat informasi tentang presiden yang menunjukkan bahwa dia mungkin tidak melakukan banyak hal (atau setidaknya sesuatu yang spesifik) dalam banyak kesempatan. Masalah yang lebih besar di sini adalah bahwa jadwal bisa sampai bocor. Ini adalah tindakan subversi yang cukup besar bagi seseorang yang dekat dengan orbit presiden untuk mengirimkan informasi pribadi selama berbulan-bulan kepada reporter dan tetap melakukannya bahkan setelah Gedung Putih telah memutuskan akan menemukannya.

Wartawan New York Times Maggie Haberman mencatatnya ketika putaran pertama jadwal dirilis.

Gedung Putih era Trump memang sangat terkenal mudah bocor. Para staf dan orang dalam yang banyak bicara tampaknya telah berbicara panjang lebar kepada para penulis seperti Michael Wolff dan Bob Woodward untuk menyediakan konten. Banyak wartawan tampaknya terus menerima informasi dari orang dalam. Gedung Putih pada beberapa kesempatan berjanji untuk menindak kebocoran, tetapi sejauh ini sebagian besar upaya belum berhasil.

Terlepas dari tweet Trump yang menyatakan sebaliknya, kemungkinan bahwa ia tidak terlalu produktif sebagai presiden jelas mengganggunya. Trump mengatakan kepada wartawan di Air Force One pada bulan Desember 2017 bahwa dia tidak menonton televisi dan bahwa laporan yang mengatakan sebaliknya berasal dari “reporter palsu, sumber palsu.”

Trump melanjutkan, “Saya tidak bisa sering menonton televisi, terutama karena banyak dokumen. Saya banyak membaca dokumen.”

Baca Juga: Selamat Datang di Republik Demokratik Rakyat Amerika

Keterangan foto utama: Jadwalnya yang bocor, menunjukkan Donald Trump memiliki sangat banyak waktu pribadi. (Foto: Bloomberg/Marlene Awaad)

Jadwal Pribadi Bocor, Trump Klaim sebagai Presiden AS Paling Bekerja Keras

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top