Kebakaran Hutan
Berita Politik Indonesia

Jubir BNPB Sesalkan Pencurian Alat Deteksi Kebakaran Hutan

Berita Internasional >> Jubir BNPB Sesalkan Pencurian Alat Deteksi Kebakaran Hutan

Alat deteksi kebakaran hutan di Indonesia sering dijadikan objek pencurian, terutama di Sumatera Selatan yang rentan. Sedikitnya lima sistem deteksi dini telah hilang, masing-masingnya bernilai sekitar 100 juta rupiah. Juru bicara Sutopo Purwo Nugroho mengangkat permasalahan ini, dan mengingatkan masalah kebakaran hutan bukanlah sesuatu yang mudah diatasi.

Baca juga: Kebakaran Hutan Soroti Kesalahan Jokowi di Debat Capres ke-2

Oleh: The Straits Times

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, telah menyesalkan pencurian sistem peringatan dini kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, sebuah provinsi yang rentan terhadap kebakaran hutan.

Kamis lalu (28/2), kepala kelompok tugas pendidikan Badan Restorasi Gambut (BRG) Suwignya Utama mengatakan sedikitnya lima sistem deteksi dini kebakaran telah hilang sejak tahun 2018, seperti dilansir Antara. Masing-masing alat deteksi itu bernilai sekitar 100 juta rupiah.

Menanggapi berita tersebut, Sutopo, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengatakan melalui akun Twitter-nya pada Sabtu malam (2/3): “Bukan hanya buoy tsunami yang hilang dicuri. Tapi alat deteksi kebakaran hutan, banjir, longsor, seismograf di gunung, sirine tsunami. Sudah jumlah alatnya terbatas, hilang lagi.”

Sutopo mengatakan pencurian sistem peringatan kebakaran hutan dan lahan adalah “masalah non struktural yang tidak mudah diatasi. Sama halnya soal buang sampah sembarangan”.

Setiap unit peringatan dini mencatat ketinggian air dan kelembaban tanah gambut serta curah hujan. Semua data yang direkam dikirim ke sistem pemantauan pusat.

Baca juga: Debat Capres ke-2 Angkat Isu Panas Kebakaran Hutan

BRG telah memasang sekitar 142 unit di tujuh provinsi dengan lahan gambut, 21 di antaranya berlokasi di Sumatera Selatan. Suwignya mengatakan pencurian hanya terjadi di Sumatera Selatan.

Sumatra Selatan adalah salah satu dari 16 provinsi di Indonesia yang rawan kebakaran hutan dan lahan menjelang El Nino yang akan datang, pola iklim yang terkait dengan pemanasan air di wilayah tengah dan timur daerah khatulistiwa Samudera Pasifik.

El Nino dapat memperpanjang musim kemarau di Indonesia, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Sutopo sebelumnya juga berbicara tentang kurangnya sistem peringatan dini untuk tsunami setelah lebih dari 1.000 orang tewas dalam gempa bumi dan tsunami besar yang melanda Sulawesi Tengah September lalu.

Baca juga: Perusahaan Penyebab Kebakaran di Hutan Indonesia Tunggak Denda Triliunan Rupiah

Setelah tragedi itu, Sutopo mengatakan tidak ada pelampung tsunami di Indonesia yang telah beroperasi sejak 2012, sebagian karena masyarakat setempat kadang-kadang merusak alat peringatan dini semacam itu dan kurangnya dana publik.

Keterangan foto utama: Asap mengepul dari kebakaran yang membakar di Indonesia pada tahun 2015. Setidaknya lima sistem deteksi dini kebakaran di Sumatera Selatan telah hilang sejak tahun 2018, kata Badan Restorasi Gambut. (Foto: AFP)

Jubir BNPB Sesalkan Pencurian Alat Deteksi Kebakaran Hutan

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top