Tegang, Kapal Perusak AS Berlayar Dekat Kepulauan Spratly yang Diklaim China
Asia

Tegang, Kapal Perusak AS Berlayar Dekat Kepulauan Spratly yang Diklaim China

Berita Internasional >> Tegang, Kapal Perusak AS Berlayar Dekat Kepulauan Spratly yang Diklaim China

Pemerintah China dan Amerika Serikat tengah berada di dalam perang dagang dan kedua pihak berusaha untuk menuntaskan kesepakatan menjelang tenggat waktu, 1 Maret. Di tengah ketegangan itu, kapal perusak Amerika beralyar di dekat Kepulauan Spratly yang di klaim oleh China di Laut China Selatan. Kedua negara juga berselisih soal keamanan regional, termasuk tawaran dukungan Amerika Serikat untuk pulau Taiwan, yang diklaim China sebagai miliknya.

Oleh: Channel NewsAsia

Baca Juga: Tinjauan Sengketa Laut China Selatan

Dua kapal perang Amerika Serikat berlayar di dekat pulau-pulau yang diklaim oleh China di Laut China Selatan, Senin (11/1), kata seorang pejabat Amerika Serikat kepada Reuters, dalam satu langkah yang mendapat teguran dari pemerintah China pada saat hubungan yang tegang antara dua ekonomi terbesar dunia ini.

Pemerintah China dan Amerika Serikat tengah berada di dalam perang dagang dan kedua pihak berusaha untuk menuntaskan kesepakatan menjelang tenggat waktu, 1 Maret, ketika tarif Amerika Serikat atas impor China senilai 200 miliar dolar dijadwalkan meningkat menjadi 25 persen dari 10 persen.

Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China telah merugikan kedua negara miliaran dolar dan mengguncang pasar keuangan global.

Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan dua kapal perusak berpeluru kendali itu menempuh jarak 12 mil laut dari Mischief Reef di Kepulauan Spratly yang disengketakan.

China menuduh Amerika Serikat berusaha “menimbulkan masalah”.

Amerika Serikat “bertekad untuk membangkitkan masalah di Laut China Selatan, menciptakan ketegangan dan merusak perdamaian”, kata jurubicara kementerian luar negeri China Hua Chunying dalam jumpa pers harian.

Dia mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan “tindakan provokatif” itu.

Operasi itu adalah upaya terbaru untuk melawan apa yang Amerika Serikat lihat sebagai upaya pemerintah China untuk membatasi kebebasan navigasi di perairan strategis, tempat China, Jepang, dan beberapa angkatan laut Asia Tenggara beroperasi.

China mengklaim hampir semua Laut China Selatan yang strategis dan sering mencemooh Amerika Serikat dan sekutunya atas operasi angkatan laut di dekat pulau-pulau yang diduduki China.

Baca Juga: Operasi Kebebasan Navigasi AS Kalah di Laut China Selatan

Negara-negara tersebut telah berulang kali berselisih di masa lalu atas apa yang Washington katakan sebagai militerisasi pemerintah China atas Laut China Selatan dengan membangun instalasi militer di pulau-pulau buatan dan terumbu karang.

China membela pembangunannya sebagaimana diperlukan untuk pertahanan diri dan mengatakan bahwa Amerika Serikat-lah yang bertanggung jawab untuk meningkatkan ketegangan di wilayah itu dengan mengirimkan kapal perang dan pesawat militer dekat ke pulau-pulau yang diklaim pemerintah China.

Vietnam, Filipina, Brunei, Malaysia, Indonesia, dan Taiwan memiliki klaim yang bersaing di wilayah tersebut.

Kekhawatiran telah berkembang dalam beberapa bulan terakhir dan perselisihan perdagangan Amerika Serikat-China hanyalah satu elemen dalam hubungan bilateral yang cepat mendingin, dengan pejabat tinggi pemerintah Amerika Serikat mengkritik pemerintah China atas segala sesuatu mulai dari pelanggaran hak asasi manusia hingga spionase dunia maya di Amerika Serikat.

Kedua negara juga berselisih soal keamanan regional, termasuk tawaran dukungan Amerika Serikat untuk pulau Taiwan, yang diklaim China sebagai miliknya.

Baca Juga: Kapal Perang AS Berlayar di Laut China Selatan di Tengah Perundingan Dagang

Keterangan foto utama: Foto satelit tertanggal 13 Maret 2018 memperlihatkan Mischief Reef. (Foto: Reuters/Planet Labs)

Tegang, Kapal Perusak AS Berlayar Dekat Kepulauan Spratly yang Diklaim China

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top