Kebakaran Hutan Soroti Kesalahan Jokowi di Debat Capres ke-2
Berita Politik Indonesia

Kebakaran Hutan Soroti Kesalahan Jokowi di Debat Capres ke-2

Berita Internasional >> Kebakaran Hutan Soroti Kesalahan Jokowi di Debat Capres ke-2

Kembali terjadi kebakaran hutan pada hari Selasa (19/2), hanya dua hari setelah Debat Capres ke-2 yang ditayangkan secara langsung. Dalam debat itu, Presiden Jokowi secara tidak benar mengatakan sudah tidak ada lagi kebakaran hutan dalam beberapa tahun terakhir. Data dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan menunjukkan, lebih dari 510.000 hektar lahan terbakar tahun lalu, jumlahnya mencapai 165.000 hektar pada tahun 2017. 

Oleh: Associated Press/Voice of America

Baca Juga: Tanggapan Pakar: Pemenang Debat Capres ke-2 adalah Jokowi

Api yang dinyalakan secara sengaja menjalar melalui hutan lahan gambut di Riau, ujar badan penanggulang bencana pada hari Selasa. Hal itu terjadi hanya selang dua hari setelah Presiden Joko Widodo secara tidak benar mengklaim bahwa sudah tidak ada lagi kebakaran hutan dalam beberapa tahun terakhir.

Badan itu mengatakan, 843 hektar tanah telah terbakar di Riau sejak awal tahun dan tim pemadam kebakaran saat ini sedang memerangi api di beberapa lokasi.

“Kondisinya sudah diperkirakan akan semakin kering, sehingga kemungkinan kebakaran meningkat,” ujar mereka dalam sebuah pernyataan.

Jokowi telah secara tidak benar mengklaim saat debat capres ke-2 pada hari Minggu tentang musim kemarau tahunan Indonesia yang dipersiapkan untuk membersihkan lahan untuk penanaman pangan.

Media lokal melaporkan, ia sekarang mengatakan jumlah lahan yang terpengaruh telah menurun secara drastis sejak kebakaran hutan yang penuh bencana di tahun 2015, ketika 2,6 juta hektar terbakar, menimbulkan polusi besar-besaran di Indonesia dan beberapa negara tetangga dengan asap berbahaya.

Data dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan menunjukkan, lebih dari 510.000 hektar lahan terbakar tahun lalu, jumlahnya mencapai 165.000 hektar pada tahun 2017. Area-area besar di kepulauan Sumatera, termasuk Riau, rentan terhadap kebakaran hutan karena praktek mengeringkan lahan-lahan gambut untuk penanaman, menjadikannya sangat mudah terbakar.

Perusahaan perkebunan telah dikenai denda sebesar $1,3 miliar karena kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan lain tapi belum ada yang sudah membayarnya. Hal ini telah berlangsung sejak tahun 2009.

Baca Juga: Debat Capres ke-2: Cerminan Demokrasi Indonesia yang Masih Muda

Debat capres ke-2 pada Minggu malam adalah debat kedua dari lima debat yang ditayangkan secara langsung jelang Pilpres 2019 bulan April nanti.

Polling opini menunjukkan Jokowi unggul sampai 20 poin dari lawannya, Prabowo Subianto, seorang mantan jendera, yang berkampanye menggunakan gaya ala Trump dengan mengusung tema “Indonesia First. Dia kalah tipis dari Jokowi di Pilpres 2014.

Raffles Brotestes Panjaitan, direktur dari kontrol kebakaran hutan di Kementerian Lingkungan mengatakan, ada lebih banyak kebakaran hutan di tahun 2018 dari tahun sebelumnya karena pemilihan daerah mengganggu para pejabat lokal dari upaya pencegahan kebakaran.

“Tahun ini membutuhkan usaha ekstra keras karena ada pemilih parlemen dan pemilihan presiden sekaligus efek El Nino tingkat menengah,” tutupnya.

Baca Juga: Jokowi Bela Kebijakan Infrastruktur pada Debat Capres ke-2

Keterangan foto utama: Seorang pemadam kebarakan menyemprotkan air untuk memadamkan api akibat kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, 21 Februari 2018. (Foto: AP)

Kebakaran Hutan Soroti Kesalahan Jokowi di Debat Capres ke-2

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top