Separatis Papua
Berita Politik Indonesia

Kekerasan di Papua Kembali Meletus, Tiga Tentara Indonesia Tewas

Tentara Indonesia membawa peti mati yang berisi jenazah rekan mereka Sersan Handoko, yang terbunuh dalam sebuah serangan kelompok separatis, dalam sebuah prosesi di bandara di Timika, Papua, Indonesia, Kamis (6/12/2018). (Foto: Mujiono/AP)
Berita Internasional >> Kekerasan di Papua Kembali Meletus, Tiga Tentara Indonesia Tewas

Kekerasan di Papua kembali meletus pada Kamis (7/3) yang menewaskan tiga tentara Indonesia. Serangan itu terjadi ketika para tentara sedang menjaga pembangunan jembatan, dan diserang oleh para separatis. Diduga tujuh hingga 10 orang dari pihak pemberontak juga telah terbunuh, tetapi tubuh mereka telah diambil.

Baca juga: Kekerasan di Papua Barat Meningkat, Ratusan Siswa Dievakuasi

Oleh: AFP/Channel NewsAsia

Tiga tentara Indonesia tewas dalam baku tembak dengan pemberontak separatis bersenjata di provinsi Papua yang bergolak, di mana lebih dari selusin pekerja konstruksi dibantai tahun lalu, kata TNI, pada Kamis (7/3).

Para tentara itu baru saja tiba di desa Yigi di distrik Nduga pada Kamis (7/3) pagi untuk menjaga pembangunan jembatan, ketika mereka diserang oleh para separatis.

“Mereka tiba-tiba diserang oleh kelompok besar, antara 50 hingga 70 orang,” kata juru bicara militer untuk wilayah Papua, Muhammad Aidi kepada AFP, Kamis (7/3).

“Tiga anggota kami tewas dalam serangan itu setelah tertembak di dada dan punggung mereka,” kata Aidi.

Baca juga: Analisis: Sebuah Pendekatan Baru Terhadap Kekerasan di Papua

Militer berhasil mengendalikan situasi dan memaksa para pemberontak melarikan diri.

Tubuh seorang pemberontak separatis ditemukan di tempat kejadian.

“Kami percaya antara tujuh hingga 10 orang dari pihak mereka juga telah terbunuh, tetapi tubuh mereka telah diambil,” kata Aidi.

Jasad para prajurit diterbangkan ke rumah sakit di kota Timika, kata Aidi.

Militer percaya bahwa serangan itu diatur oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada bulan Desember terhadap para pekerja konstruksi di sebuah kamp hutan terpencil, tambahnya.

Setidaknya 19 karyawan kontraktor milik negara Istaka Karya dibantai oleh pemberontak, ketika mereka membangun jembatan dan jalan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan infrastruktur di wilayah tertinggal, kata militer.

Indonesia secara rutin menyalahkan separatis atas kekerasan di Papua, dan konflik adalah hal yang biasa.

Pasukan keamanan Indonesia selama bertahun-tahun telah dibanjiri oleh tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang meluas terhadap penduduk etnis Melanesia di Papua, termasuk pembunuhan di luar hukum terhadap para aktivis dan pemrotes damai.

Papua berbagi perbatasan dengan Papua Nugini (PNG) yang merdeka, tepat di utara Australia.

Baca juga: Pakar PBB Serukan Penyelidikan Kekerasan terhadap Penduduk Papua

Sebagai bekas jajahan Belanda, Papua menyatakan diri merdeka pada tahun 1961, tetapi negara tetangga Indonesia mengambil kendali atas wilayah yang kaya sumber daya itu dua tahun kemudian, dengan syarat mengadakan referendum kemerdekaan.

Pemilu yang kemudian dilaksanakan untuk tetap menjadi bagian dari Indonesia, secara luas dianggap palsu.

Jakarta terus mencengkeram wilayah kaya sumber daya itu, yang mengalami beberapa kekerasan musim panas ini, termasuk pembunuhan tiga warga lokal, yang diduga dilakukan oleh para pemberontak.

Keterangan foto utama: Tentara Indonesia membawa peti mati yang berisi jenazah rekan mereka Sersan Handoko, yang terbunuh dalam sebuah serangan kelompok separatis, dalam sebuah prosesi di bandara di Timika, Papua, Indonesia, Kamis (6/12/2018). (Foto: Mujiono/AP)

Kekerasan di Papua Kembali Meletus, Tiga Tentara Indonesia Tewas

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top