Krisis Venezuela
Amerika

Krisis Venezuela: Militer AS Kirimkan Bantuan ke Perbatasan Kolombia

Para demonstran yang menentang pemerintah Venezuela berteriak di luar Organisasi Negara-Negara Amerika selama pertemuan khusus Dewan Permanen, di Washington, pada 3 April 2017. (Foto: AP)
Berita Internasional >> Krisis Venezuela: Militer AS Kirimkan Bantuan ke Perbatasan Kolombia

Militer AS akan mengirimkan bantuan untuk membantu mengatasi krisis Venezuela di perbatasan Kolombia, yang dijadwalkan tiba pada Sabtu (16/2). Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebelumnya mengatakan bahwa bantuan itu adalah bagian dari manuver politik Washington untuk menyingkirkannya dari jabatan, dan dia telah memblokir jembatan yang diperlukan untuk membawa pasokan ke Venezuela.

Baca juga: China Berunding dengan Oposisi Venezuela Demi Lindungi Investasi

Oleh: Cristina Caicedo Smit (VOA)

Lebih dari 200 ton bantuan kemanusiaan Amerika Serikat (AS) yang ditujukan untuk Venezuela, dijadwalkan mulai tiba tepat di seberang perbatasan di Kolombia pada Sabtu (16/2), yang dikirim oleh pesawat kargo militer AS.

Bantuan tersebut akan dikirimkan ke Cucuta, Kolombia, di mana makanan dan persediaan medis lainnya ditahan.

Bantuan itu datang atas permintaan pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido, untuk mengurangi kekurangan makanan dan kebutuhan pokok lainnya di Venezuela yang mengalami kesulitan ekonomi.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa bantuan itu adalah bagian dari manuver politik Washington untuk menyingkirkannya dari jabatan, dan dia telah memblokir jembatan yang diperlukan untuk membawa pasokan ke Venezuela.

Amerika Serikat mengatakan bahwa pemilihan Maduro tidak adil dan tidak sah, dan para pejabat AS serta sejumlah negara lain telah mengakui saingannya, Guaido, sebagai pemimpin sementara negara itu.

Menambah tekanan

Pada Jumat (15/2), Washington menambah tekanan politik terhadap Maduro, dengan memberi sanksi kepada kepala perusahaan minyak Venezuela serta para pejabat tinggi intelijen.

Sebelumnya pada Jumat (15/2), para perwakilan Guiado mengumpulkan janji pemberian bantuan dari banyak negara pada pertemuan Organisasi Negara-Negara Amerika di Washington, di mana 25 negara menjanjikan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari $100 juta untuk Venezuela.

“Kami datang untuk meminta solidaritas dari pemerintah dunia,” kata Lester Toledo, koordinator bantuan internasional untuk Venezuela. “Kami menghargai sikap diplomatik ini. Kami menghargai surat-surat dan pengakuan terhadap Presiden Guaido. Tetapi kami meminta bantuan, untuk membuat bantuan kemanusiaan menjadi kenyataan. Karena semua sumbangan dapat memungkinkan kami membeli persediaan medis yang benar-benar kami butuhkan.”

Karung berisi bantuan kemanusiaan terlihat di sebuah gudang dekat jembatan lintas batas Tienditas antara Kolombia dan Venezuela di Cucuta, Kolombia, pada 14 Februari 2019. (Foto: Reuters)

Mendistribusikan bantuan

Duta Besar AS untuk Organisasi Negara-Negara Amerika Carlos Trujillo mengatakan bahwa Guaido memiliki rencana.

Baca juga: Tinggalkan Venezuela Demi Kehidupan Lebih Baik—Sekarang Terpaksa Jual Diri

“Saya percaya bahwa Presiden Guaido telah melakukan segala yang mungkin untuk membuat Maduro menerima bantuan kemanusiaan. Maduro tidak memiliki argumen, orang yang berkuasa itu tidak membiarkan bantuan kemanusiaan menjangkau rakyatnya yang sedang sekarat karena kelaparan,” kata Trujillo.

​Guaido mengatakan bahwa bantuan itu akan dibawa ke Venezuela pada 23 Februari.

Namun, Maduro mengatakan bahwa bantuan itu tidak akan dibawa ke negaranya, dan ia menyalahkan sanksi ekonomi AS atas masalah Venezuela.

“Mereka memberi tekanan pada bank-bank Venezuela, yang bertugas membeli dan membawa makanan dan persediaan. Gedung Putih menekan sehingga tidak ada rekening bank kami yang berfungsi. Mereka telah membekukan miliaran dolar yang seharusnya dapat membeli makanan dan obat-obatan,” katanya.

Baca juga: Krisis Berlarut, Bahaya Semakin Mengancam Venezuela

Jika bantuan tersebut tiba di Venezuela, organisasi seperti Palang Merah akan membantu mendistribusikan pasokan dalam kondisi “netral dan independen”, Mario Villarroel, Presiden Palang Merah Venezuela, mengatakan.

“Kami memiliki pengalaman yang diperlukan, kami tahu ini adalah masalah yang sangat kompleks, tetapi kami akan melakukan yang terbaik untuk mengoordinasikan distribusi dan organisasi bantuan kemanusiaan ini,” katanya.

Keterangan foto utama: Para demonstran yang menentang pemerintah Venezuela berteriak di luar Organisasi Negara-Negara Amerika selama pertemuan khusus Dewan Permanen, di Washington, pada 3 April 2017. (Foto: AP)

Krisis Venezuela: Militer AS Kirimkan Bantuan ke Perbatasan Kolombia

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top