Perayaan Valentine
Berita Politik Indonesia

Larang Perayaan Valentine, Polisi Makassar dan Surabaya Lakukan Sidak

Foto masyarakat Indonesia yang memegang tulisan anti-Valentine. (Foto: AFP)
Berita Internasional >> Larang Perayaan Valentine, Polisi Makassar dan Surabaya Lakukan Sidak

Dianggap bukan budaya Islam, beberapa daerah di Indonesia melarang perayaan Hari Valentine. Untuk itu, polisi Makassar dan Surabaya pun melakukan sidak perayaan Valentine. Sebagian masyarakat juga melakukan demonstrasi untuk menentang perayaan Hari Valentine, yang dianggap sebagai budaya Barat dan bertentangan dengan ajaran Islam.

Baca juga: Larangan Perayaan Valentine’s Day di Indonesia Tidak Tepat

Oleh: Agence France-Presse

Hari Valentine tidak mendapatkan banyak cinta di negara mayoritas Muslim terbesar di dunia ini pada Kamis (14/2), seiring pihak berwenang Indonesia mendesak para pasangan untuk tidak melakukannya, dan melakukan sidak untuk membatalkan pemberian hadiah.

Sekitar 100 siswa di kota terbesar kedua, Surabaya, berdemonstrasi menentang perayaan cokelat dan bunga, dengan mengatakan bahwa hal itu mempromosikan budaya Barat dan seks bebas.

“Katakan tidak pada Valentine sekarang!” teriak kelompok tersebut, yang sebagian besar adalah siswa perempuan SMA. Beberapa orang memegang papan bertuliskan seperti “Maaf Hari Valentine, saya seorang Muslim”.

Gadis-gadis dari sekolah asrama setempat berteriak saat demonstrasi anti-Valentine di Surabaya, Provinsi Jawa Timur pada tahun 2017. (Foto: AFP)

Kepala sekolah Arief Himawan memperingatkan bahwa pasangan yang saling memberikan cokelat atau makanan lainnya dapat dengan cepat menuju pada dosa.

“Kami ingin mengingatkan generasi muda kami agar tidak terjebak dalam budaya Barat,” katanya kepada AFP.

Pihak berwenang melakukan penggerebekan di Surabaya dan kota Makassar di pulau Sulawesi, untuk menghentikan setiap perayaan.

Baca juga: Umat Islam Memang Seharusnya Dilarang Rayakan Valentine

Di provinsi Aceh yang konservatif—satu-satunya tempat di Indonesia yang memberlakukan hukum Islam—larangan Valentine baru dikeluarkan, mengutip norma-norma agama.

Orang-orang dicambuk secara terbuka di wilayah tersebut untuk berbagai pelanggaran termasuk menjual alkohol dan seks gay, dan larangan serupa telah dikeluarkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Walau Valentine tidak disukai banyak orang, namun banyak orang Indonesia mempraktikkan bentuk Islam moderat dan merayakan hari tersebut dengan cokelat dan bunga untuk orang yang mereka cintai.

Toko bunga Indonesia di sebuah pasar di Bogor, Indonesia. (Foto: EPA)

Sementara itu di India, lebih dari 10 ribu anak sekolah—beberapa di antaranya sangat muda, berusia enam tahun—membuat janji pada Hari Valentine untuk tidak menikah tanpa persetujuan orang tua mereka.

Sebagian besar pernikahan di India diatur oleh keluarga, dan pasangan yang menentang tradisi untuk menikahi kasta dan agama luar menghadapi reaksi keras dan kadang-kadang mematikan.

Sekitar 10 ribu murid berusia enam hingga 17 tahun dan bahkan beberapa guru, berjanji di 25 sekolah untuk “mencintai dan menghormati orang tua mereka selamanya”, di negara bagian Gujarat—benteng Perdana Menteri nasionalis Hindu Narendra Modi.

Baca juga: Lindungi Remaja, Kota-kota di Indonesia Larang Perayaan Valentine

“Saya akan selalu menghormati keputusan mereka karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang telah berkorban untuk saya seperti mereka,” kata siswa Samadrita Banerjee.

Orang-orang di India yang cepat berubah tetapi sebagian besar masih konservatif, juga sering tidak senang dengan pasangan yang belum menikah, karena dapat membuat mereka dilecehkan di tempat-tempat umum.

Di tempat lain, sebuah asosiasi sekolah di negara bagian selatan Karnataka, memberi tahu para guru dan orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak tidak merayakan Hari Valentine, dengan diam-diam bolos kelas untuk pergi ke pusat perbelanjaan atau menonton film, menurut laporan surat kabar The Times of India.

Keterangan foto utama: Foto masyarakat Indonesia yang memegang tulisan anti-Valentine. (Foto: AFP)

Larang Perayaan Valentine, Polisi Makassar dan Surabaya Lakukan Sidak

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top