Mike Pompeo: Vladimir Putin Mengancam Demokrasi di Seluruh Dunia
Eropa

Mike Pompeo: Vladimir Putin Mengancam Demokrasi di Seluruh Dunia

Berita Internasional >> Mike Pompeo: Vladimir Putin Mengancam Demokrasi di Seluruh Dunia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo sedang berkeliling ke Eropa Timur dan Tengah. Dalam perjalanannya ia mengatakan bahwa, negara-negara demokrasi di wilayah itu harus mewaspadai ancaman Vladimir Putin terhadap demokrasi. Komentar itu sangat kontras dengan pernyataan sebelumnya yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang telah menekankan bahwa Amerika harus bekerja untuk meningkatkan hubungan dengan Rusia. 

Oleh: Cristina Maza (Newsweek)

Baca Juga: Mike Pompeo: Kerja Sama dengan Israel untuk Suriah dan Iran Akan Terus Berlanjut

Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan ancaman bagi negara-negara demokrasi di seluruh dunia, kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada hari Selasa (12/2) dalam perjalanannya ke Eropa Timur dan Tengah.

“Selama satu setengah dekade, atau sedikit lebih lama, terlalu banyak orang di Barat yang berlibur. Tahun 1989 adalah saat yang penting. Saya berkesempatan mengalaminya secara dekat dan pribadi. Anda semua tinggal di sini bahkan mengalaminya secara lebih langsung. Kemudian pada tahun 1991 dan 1992, lebih banyak kebaikan datang ketika Uni Soviet jatuh. Saya pikir terlalu banyak tempat, Amerika Serikat dan Eropa, yang berlibur, mengalihkan perhatian, tidak menyadari risikonya,” kata Pompeo kepada para peserta saat acara keterlibatan pemuda di Slovakia.

“Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa Vladimir Putin berniat merusak demokrasi di seluruh dunia. Jangan salah tentang itu. Kita harus sangat jujur tentang itu. Kita harus berbicara tentang hal-hal yang dapat kita lakukan bersama untuk memastikan bahwa demokrasi kita kuat, bahwa kita masing-masing menjaga negara kita terlebih dahulu, kemudian bekerja bersama untuk mencapai hasil yang baik atas nama kemerdekaan dan kebebasan,” lanjut Pompeo.

Komentar itu sangat kontras dengan pernyataan sebelumnya yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang telah menekankan bahwa Amerika harus bekerja untuk meningkatkan hubungan dengan Rusia. Seorang penasihat khusus telah ditunjuk untuk menyelidiki apakah anggota kampanye Trump berkolusi dengan Rusia untuk merusak demokrasi AS dan mempengaruhi hasil pemilihan presiden AS tahun 2016.

Para peneliti independen dan komunitas intelijen AS telah menyimpulkan bahwa Rusia berupaya ikut campur dalam pemilihan dan memperburuk perpecahan di masyarakat Amerika.

Pompeo, sementara itu, dalam perjalanan keliling Eropa ia berhenti di negara-negara yang sebelumnya komunis seperti Hungaria, Polandia, dan Slovakia yang sekarang menjadi anggota Uni Eropa dan Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO). Selama perjalanannya, Pompeo telah berulang kali menegaskan bahwa ia berharap Amerika dapat memperkuat ikatannya dengan sekutu-sekutunya dan melawan pengaruh Rusia di kawasan itu.

Baca Juga: Tak Ada Duta Besar AS di Timur Tengah, Mike Pompeo Berkeliling Sendirian

Slovakia maupun Hungaria diduga telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Dalam konteks ini, beberapa pakar di Washington berpendapat bahwa sudah saatnya pejabat administrasi Trump mulai menjangkau para pemimpin Eropa Timur dan Tengah. Lagipula, seorang menteri luar negeri AS belum pernah mengunjungi Slovakia selama 14 tahun terakhir.

Tetapi negara-negara seperti Polandia dan Hungaria juga dituduh mengalami kemunduran demokrasi, termasuk menghambat kebebasan pers dan merusak aturan hukum. Kunjungan dari pejabat tinggi AS dapat menyoroti perilaku ini, menurut pendapat beberapa pihak.

Pengalaman Slovakia yang pernah hidup di bawah dominasi Soviet dalam Pakta Warsawa memberi negara itu “apresiasi khusus untuk peran agresif yang terus dimainkan Rusia di kawasan itu,” tambah Pompeo dalam konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Slovakia Miroslav Lajcak pada hari Selasa (12/2).

Baca Juga: Berkunjung ke Qatar, Mike Pompeo Desak Diakhirinya Sengketa Teluk

Keterangan foto utama: Presiden Rusia Vladimir Putin mengamati presentasi ketika mengunjungi klub olah raga dan budaya setempat di Kazan, Tatarstan, Rusia, tanggal 12 Februari 2019. Putin merupakan ancaman bagi negara-negara demokrasi di seluruh dunia, kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada hari Selasa, 12 Februari 2019, dalam sebuah perjalanan ke Eropa Timur dan Tengah. (Foto: Getty Images/Mikhail Svetlov)

Mike Pompeo: Vladimir Putin Mengancam Demokrasi di Seluruh Dunia

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top