Oposisi Venezuela Sita Pendapatan Minyak, Maduro Keluarkan Ancaman
Amerika

Oposisi Venezuela Sita Pendapatan Minyak, Maduro Keluarkan Ancaman

Berita Internasional >> Oposisi Venezuela Sita Pendapatan Minyak, Maduro Keluarkan Ancaman

Oposisi Venezuela merebut pendapatan minyak negara agar tak dikuasai oleh Presiden Nicolas Maduro. Meskipun banyak negara Barat mengakui Guaido sebagai kepala negara Venezuela yang sah, Maduro tetap memegang kendali atas lembaga-lembaga negara dan Guaido membutuhkan dana jika ingin membentuk pemerintahan sementara. Juan Guaido, pemimpin Kongres, telah menyatakan dirinya sebagai presiden Venezuela tiga minggu lalu, dengan alasan bahwa pemilihan kembali Maduro tahun 2018 merupakan hasil kecurangan.

Oleh: Corina Pons dan Angus Berwick (Reuters)

Baca Juga: Hizbullah Ada untuk Menetap di Venezuela

Kongres Venezuela yang dikendalikan oposisi menunjuk dewan direktur baru sementara untuk perusahaan minyak negara PDVSA pada hari Rabu (13/2), dalam upaya untuk merebut pendapatan minyak negara OPEC tersebut dari Presiden Nicolas Maduro yang semakin terisolasi.

Maduro mengecam pemimpin kongres, Juan Guaido, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia akan menghadapi pengadilan “cepat atau lambat” karena melanggar konstitusi, setelah Guaido mengajukan ketentuan konstitusional pada bulan Januari 2019 untuk mengambil jabatan presiden sementara.

Meskipun banyak negara Barat mengakui Guaido sebagai kepala negara Venezuela yang sah, Maduro tetap memegang kendali atas lembaga-lembaga negara dan Guaido membutuhkan dana jika ingin membentuk pemerintahan sementara.

Mengontrol kilang PDVSA di Amerika Serikat, Citgo Petroleum, aset asing paling bernilai bagi Venezuela, akan membantu dalam hal itu, meskipun merebut tampuk kendali PDVSA sendiri tampaknya mustahil sementara Maduro tetap berkuasa.

“Kami telah mengambil langkah rekonstruksi PDVSA,” kata Guaido di Twitter, sesaat setelah kongres menunjuk direksi. “Dengan keputusan ini, kita tidak hanya melindungi aset kita, kita juga menghindari kehancuran yang berkelanjutan.”

Produksi minyak mentah PDVSA telah merosot ke posisi terendah dalam 70 tahun karena hutang, korupsi yang meluas, dan kurangnya pemeliharaan infrastruktur. Administrasi Presiden AS Donald Trump, yang mendukung Guaido, menjatuhkan sanksi pada sektor minyak Venezuela pada tanggal 28 Januari 2019, dengan tujuan mengekang ekspor ke Amerika Serikat dan memberikan tekanan pada Maduro.

Dewan Citgo yang diusulkan akan terdiri dari warga Venezuela Luisa Palacios, Angel Olmeta, Luis Urdaneta, dan Edgar Rincon, yang semuanya saat ini tinggal di Amerika Serikat, ditambah satu direktur dari Amerika.

Nominasi tersebut memicu perebutan kontrol antara Guaido dan Maduro, yang telah berjanji tidak akan membiarkan Citgo “dicuri.” Mekanisme bagaimana dewan baru akan mengambil alih masih belum jelas. Kemungkinan akan ada tantangan pengadilan terhadap otoritas dewan, menurut orang-orang yang akrab dengan diskusi tersebut.

Citgo dan PDVSA belum membalas permintaan komentar dari Reuters.

Pejabat keamanan Bulgaria mengatakan pada hari Rabu (13/2) bahwa negara itu telah memblokir transfer dari beberapa rekening bank yang telah menerima jutaan euro dari PDVSA.

Seorang anggota tim diplomatik Guaido di Amerika mengatakan kepada Reuters bahwa mereka sekarang memiliki “kapasitas” untuk menggunakan rekening bank milik kedutaan besar Venezuela di Washington, meskipun mereka tidak berencana untuk melakukannya untuk saat ini.

Baca Juga: [Berita Foto] Foto-Foto Demonstrasi Besar-Besaran di Venezuela

Guaido hadapi pengadilan?

Guaido telah menyatakan dirinya sebagai presiden Venezuela tiga minggu lalu, dengan alasan bahwa pemilihan kembali Maduro tahun 2018 merupakan hasil kecurangan.

Dalam sebuah wawancara yang dirilis pada hari Rabu (13/2) oleh saluran televisi Lebanon al-Mayadeen TV, Maduro mengatakan bahwa Guaido berusaha untuk memecah-belah negara dan meyakinkan pemerintahan Trump untuk meluncurkan intervensi asing.

“Orang ini, yang percaya bahwa politik adalah permainan, bahwa dia bisa melanggar konstitusi dan hukum, cepat atau lambat harus bertanggungjawab di hadapan pengadilan,” kata Maduro, menambahkan dia “sangat yakin” akan hal ini. “Jika pemerintah Amerika berani menyentuh bahkan sehelai daun palem di wilayah kita, ini akan berubah menjadi Vietnam baru,” katanya.

Anggota parlemen Demokrat AS pada hari Rabu (13/2) mengatakan bahwa Kongres akan menentang intervensi militer AS di Venezuela dan menantang kredibilitas utusan khusus Trump untuk menangani krisis, Elliott Abrams, karena masa lalunya dalam aksi rahasia Amerika di Amerika Latin. Pemerintahan Trump mengatakan ingin resolusi damai untuk krisis, tetapi Trump telah berulang kali menolak untuk mengesampingkan aksi militer.

“Saya pikir ada sejumlah solusi, sejumlah opsi berbeda, dan kami mempertimbangkan semua opsi,” kata Trump ketika ditanya tentang masalah ini pada hari Rabu (13/2), dalam penampilan di Gedung Putih bersama Presiden Kolombia Ivan Duque.

Sementara itu, Amerika Serikat mengatakan akan mencoba menyalurkan bantuan ke Venezuela, melalui negara tetangga Kolombia dan mungkin Brazil. Duque mengatakan penolakan Maduro untuk memasukkan bantuan sama dengan kejahatan terhadap kemanusiaan dan meminta negara-negara lain untuk mengakui hal itu.

Guaido mengatakan kepada sebuah demonstrasi besar-besaran pada hari Selasa (12/2) bahwa bantuan kemanusiaan akan memasuki negara itu pada tanggal 23 Februari 2019, menyiapkan panggung untuk pertarungan dengan Maduro.

Maduro menyebut bantuan itu sebagai pertunjukan yang diatur oleh Amerika dan membantah adanya krisis ekonomi, meskipun kekurangan makanan dan obat-obatan serta hiperinflasi tengah meluas.

Baca Juga: Krisis Berlarut, Bahaya Semakin Mengancam Venezuela

Laporan oleh Angus Berwick, Corina Pons, Vivian Sequera, Mayela Armas, Brian Ellsworth, dan Sarah Marsh di Caracas. Laporan tambahan oleh Roberta Rampton, Luc Cohen, dan Matt Spetalnick di Washington; Marianna Parraga di Mexico City; dan Luis Jaime Acosta di Bogota. Ditulis oleh Angus Berwick. Diedit oleh Rosalba O’Brien.

Keterangan foto utama: Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido, yang diakui banyak negara sebagai penguasa sementara Venezuela yang sah, menghadiri sesi Majelis Nasional Venezuela di Caracas, Venezuela, 13 Februari 2019. (Foto: Reuters/Manaure Quintero)

Oposisi Venezuela Sita Pendapatan Minyak, Maduro Keluarkan Ancaman

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top