Pakistan Dituntut Mainkan Peran Lebih Besar di Koalisi Anti-Terorisme Saudi
Asia

Pakistan Dituntut Mainkan Peran Lebih Besar di Koalisi Anti-Terorisme Saudi

Berita Internasional >> Pakistan Dituntut Mainkan Peran Lebih Besar di Koalisi Anti-Terorisme Saudi

Putra Mahkota Arab Saudi akan mengunjungi Pakistan akhir pekan ini. Salah satu tujuan dari kedatangan Mohammed bin Salman adalah juga untuk mendorong Pakistan memberikan peranan yang lebih besar ke dalam Koalisi Anti-Terorisme Militer Islam. Pada bulan Oktober, Pakistan menerima dana talangan sebesar $6 miliar dari Arab Saudi setelah Islamabad memberikan dukungan diplomatik ke Riyadh setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Oleh: Kunwar Khuldune Shahid (Asia Times)

Baca Juga: Investasi Saudi di Pakistan Picu Ketegangan dengan China

Arab Saudi telah meminta Pakistan untuk memainkan peran yang lebih besar dalam Koalisi Anti-Terorisme Militer Islam. Berita itu muncul setelah pemerintah Imran Khan memenangkan kesepakatan dana talangan $6 miliar dari Riyadh untuk membantu pemerintah Pakistan mengelola situasi ekonominya yang mengerikan.

Delegasi dari koalisi anti-terorisme tiba di Islamabad pada hari Minggu (10/2). Delegasi itu dipimpin oleh Jenderal (pensiunan) Raheel Sharif, mantan komandan Angkatan Darat Pakistan yang sekarang mengepalai IMCTC. Sharif, yang merupakan kepala Angkatan Darat dari tahun 2013 hingga 2016, bertemu dengan Kepala Angkatan Darat saat ini Jenderal Qamar Javed Bajwa pada hari Senin (11/2), sebelum bertemu dengan Perdana Menteri Imran Khan pada hari Selasa (12/2).

Sementara tujuan resminya adalah untuk meletakkan dasar bagi kunjungan ke Islamabad akhir pekan ini oleh Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman al Saud, Jenderal Sharif dan delegasinya menjelaskan peningkatan peran militer Pakistan dalam badan anti-terorisme, kata para pejabat militer senior.

Baca Juga: Mengapa China Rentan Terhadap Terorisme di Pakistan?

Dibutuhkan lebih banyak pasukan

“Pakistan telah mengerahkan pasukan di Arab Saudi untuk perlindungan teritorial kerajaan. Tetapi sekarang Pakistan telah diminta untuk meningkatkan keterlibatan militernya dalam IMCTC,” kata seorang pejabat senior militer kepada Asia Times.

“(Tentara) Pakistan telah melatih pasukan dari Arab Saudi dan sekutunya. Sekarang setelah ada koalisi yang lebih besar, lebih banyak personil Pakistan dibutuhkan untuk tujuan pelatihan.”

Salah satu Sumber mengatakan kunjungan delegasi datang pada saat koalisi militer akhirnya terbentuk, karena tidak banyak yang bisa dilakukan dalam tiga tahun lebih sejak didirikan. Asia Times melaporkan pada bulan Agustus bahwa pemerintah Saudi telah mendesak pemerintah baru Pakistan untuk secara vokal mendukung IMCTC.

Itu diharapkan terbentuk setelah kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. “Bagaimanapun juga, delegasi IMCTC mengunjungi Islamabad, dan mantan Kepala Angkatan Darat Pakistan telah mengirimkan sinyal bahwa Pakistan dengan sepenuh hati mendukung koalisi itu,” catat seorang diplomat senior.

Pada Februari tahun lalu, Pakistan setuju untuk mengirim lebih banyak pasukan ke Arab Saudi ketika Panglima Angkatan Darat Jenderal Qamar Bajwa bertemu Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh di tengah peningkatan serangan lintas perbatasan yang diatur oleh pemberontak Houthi di Yaman. Kemudian pada Oktober, Pakistan menerima dana talangan sebesar $6 miliar dari Arab Saudi setelah Islamabad memberikan dukungan diplomatik ke Riyadh setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Kepatuhan Pakistan terhadap permintaan Saudi di Timur Tengah sebagian besar berasal dari krisis ekonomi di dalam negeri. Bulan lalu, pemerintah Pakistan mengesahkan RUU keuangan dalam upaya untuk menghindari dana talangan ke-13 dari Dana Moneter Internasional, karena rupee telah jatuh nilainya dan ekonomi masih terancam oleh krisis neraca pembayaran.

Kilang senilai $10 miliar di Gwadar

Selama kunjungannya, Pangeran Mohammed bin Salman akan menandatangani berbagai kesepakatan menguntungkan bagi Pakistan, terutama kilang minyak senilai 10 miliar dolar di dekat pelabuhan Gwadar.

Beberapa analis khawatir tentang peningkatan intensitas kehadiran Saudi di provinsi Balochistan yang bergejolak itu, tidak jauh dari perbatasan dengan Iran, tetapi yang lain khawatir tugas-tugas yang mungkin dihadapi pasukan Pakistan di Timur Tengah karena koalisi anti-terorisme bisa lebih serius.

Dalam pidatonya di hadapan delegasi Senat pada bulan Desember, Jenderal Raheel Sharif mengatakan bahwa IMCTC tidak selaras dengan negara atau sekte manapun. Namun, mengingat bahwa Iran bukan bagian dari koalisi 41 negara Muslim, analis percaya koalisi itu telah dirancang untuk secara militer meningkatkan kepentingan Saudi di kawasan itu dan negara-negara Muslim lainnya.

Koalisi tersebut diumumkan pada Desember 2015 pada saat Negara Islam (ISIS) berada pada posisi terkuat dan bahkan meluncurkan serangan di wilayah Saudi. Tetapi, lebih dari tiga tahun berlalu, sebagian besar ISIS telah musnah di Suriah dan banyak yang bertanya apa yang akan dilakukan aliansi anti-terorisme ini.

Meskipun adanya ketidakpastian ini, Pakistan tampaknya lebih dari mungkin untuk menyetujui permintaan terbaru pemerintah Saudi, mengingat manfaat finansial yang akan ditawarkan.

Namun, Mantan Menteri Luar Negeri Shamshad Ahmad merasa pemerintah saat ini berada dalam posisi yang lebih baik untuk menangani tuntutan Saudi daripada para pendahulunya.

“Sharif terlalu berhutang budi secara pribadi kepada Saudi, mengingat bagaimana Nawaz Sharif diberi dukungan oleh mereka di pengasingan, untuk menantang penguasa Saudi bahkan sedikit pun. (Tapi) Imran Khan tidak berada di bawah paksaan semacam itu. Namun, ia harus ingat bahwa bantuan dan pinjaman tidak dapat bekerja dalam jangka panjang. Pakistan perlu mandiri secara ekonomi sehingga tidak harus menerima pesanan apa pun,” katanya.

Sementara itu, Letnan Jenderal Talat Masood, seorang mantan sekretaris di Departemen Produksi Pertahanan, menyatakan bahwa para pemimpin sipil tidak banyak berbicara mengenai hal-hal seperti itu. “Terutama hubungan dengan Arab Saudi. Mengingat keterlibatan besar Angkatan Darat dalam hubungan itu, dan mengenai tuntutan militer Arab Saudi, militer-lah yang memiliki keputusan akhir,” katanya.

Keterangan foto utama: Jenderal Raheel Sharif, mengepalai IMCTC, sebuah prakarsa oleh Putra Mahkota Saudi. (Foto: Reuters/Mian Khursheed)

Pakistan Dituntut Mainkan Peran Lebih Besar di Koalisi Anti-Terorisme Saudi

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top