Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Australia
Australia dan Oseania

Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Australia Akan Ditandatangani Maret

Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Presiden Indonesia Joko Widodo. (Foto: Twitter/ Scott Morrison)
Berita Internasional >> Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Australia Akan Ditandatangani Maret

Perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Australia rencananya akan ditandatangani pada bulan Maret mendatang. Penandatanganan itu rencananya akan dilaksanakan menjelang pemilu di Indonesia pada tanggal 17 April dan pemungutan suara federal Australia pada bulan Mei. Kesepakatan ini tadinya akan ditandatangani tahun lalu, namun dibatalkan setelah Australia mengumumkan rencana untuk memindahkan Kedutaan Besarnya ke Yerusalem.

Baca juga: Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Australia Harus Tetap Ditandatangani

Oleh: AAP

Perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Australia yang penting rencananya akan ditandatangani pada bulan Maret mendatang, menjelang pemilihan umum di kedua negara.

Kesepakatan perdagangan tersebut tadinya akan ditandatangani tahun lalu, tetapi ditunda ketika Perdana Menteri Scott Morrison mengumumkan keputusan mengejutkan untuk memindahkan Kedutaan Besar Australia ke Yerusalem.

Kesepakatan ini sangat penting bagi Indonesia karena memungkinkan universitas-universitas milik Australia untuk beroperasi di Indonesia, dan membantu mendidik masyarakat Indonesia yang memiliki 130 juta tenaga kerja.

Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita mengatakan kepada para wartawan bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) Indonesia-Australia akan ditandatangani pada konferensi bisnis Indonesia-Australia.

“Kami ingin membuat forum bisnis pada bulan Maret. Kami membutuhkan ruang lingkupnya. Memang benar (kami akan menandatangani CEPA),” katanya menurut Antara pada Kamis (14/2).

Baca juga: Indonesia Batalkan Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas Australia

Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham mengatakan bahwa dia senang bisa menyelesaikan pengaturan untuk penandatanganan tersebut, yang dia harapkan akan tercapai pada bulan Maret.

“Ini kesepakatan yang kuat bagi kedua negara kami, yang akan meningkatkan aliran perdagangan dan investasi dua arah, menciptakan lebih banyak peluang bagi petani, bisnis, dan pembangunan ekonomi,” kata Senator Birmingham dalam sebuah pernyataan pada Jumat (15/2).

“Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dengan ekonomi yang tumbuh cepat, membuat penguatan hubungan kami penting secara strategis dan ekonomi.”

Penandatanganan itu rencananya akan dilaksanakan menjelang pemilu di Indonesia pada tanggal 17 April mendatang dan pemungutan suara federal Australia pada bulan Mei.

Kesepakatan itu membuka peluang bagi bisnis—kedua negara sama-sama berada di 20 ekonomi teratas dunia, tetapi satu sama lain tidak berada di urutan 10 mitra dagang teratas masing-masing.

Morrison pergi ke Jakarta pada bulan Agustus dalam perjalanan pertamanya ke luar negeri sebagai perdana menteri, bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan menandatangani perjanjian untuk menyimpulkan kesepakatan tersebut.

Keputusan itu berjalan sesuai rencana, sampai Morrison mengumumkan pada bulan Oktober bahwa dia sedang mempertimbangkan untuk memindahkan Kedutaan di Tel-Aviv ke Yerusalem.

Indonesia—negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia—menjadi tuan rumah bagi Menteri Luar Negeri Palestina pada hari itu, yang mendorong mereka untuk tampil di depan umum untuk menunjukkan pertentangan terhadap Australia.

Baca juga: Kesepakatan Perdagangan Bebas Australia-Indonesia ‘Hampir Selesai’

Tetapi kesepakatan itu penting bagi Indonesia, yang sedang berusaha untuk berubah menjadi ekonomi dengan keterampilan yang lebih tinggi.

Sekitar setengah dari tenaga kerja Indonesia memiliki tingkat pendidikan enam tahun atau lebih rendah.

Australia memberi Indonesia $1 miliar selama 10 tahun setelah tsunami tahun 2004, di mana sebagian besar dana digunakan untuk membangun 2.700 sekolah di seluruh negeri.

Keterangan foto utama: Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Presiden Indonesia Joko Widodo. (Foto: Twitter/ Scott Morrison)

Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Australia Akan Ditandatangani Maret

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top