Indonesia Bersiap Mengulang Kompetisi di Pilpres 2019
Titik Balik

Pernyataan Korupsi Kanker Stadium 4 Prabowo Bagai Lelucon yang Tak Lucu

Kandidat presiden Indonesia yang tahun lalu kalah, Prabowo Subianto, saat menghadiri pelantikan presiden baru Indonesia Joko Widodo di Jakarta 20 Oktober 2014. (Foto: AP)
Berita Internasional >> Pernyataan Korupsi Kanker Stadium 4 Prabowo Bagai Lelucon yang Tak Lucu

Pernyataan calon presiden Indonesia dari kubu oposisi, Prabowo Subianto, mengenai masalah korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat menuai kontroversi. Beberapa pihak setuju dengan pernyataan Prabowo, namun pihak lainnya mengatakan hal itu kurang tepat.

Oleh: Mata Mata Politik

Baca Juga: Korupsi di Indonesia Memang Sangat Parah, Pernyataan Prabowo Kenyataan

Salah satu pihak yang mengkritik pernyataan kanker stadium empat Prabowo adalah Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya. Willy berpandangan bahwa pernyataan Prabowo tersebut tak sesuai dengan data Transparansi Internasional Indonesia (TII).

Willy menyebutkan, hasil penelitian dilakukan TII menunjukkan indeks persepsi korupsi di Indonesia sejak era reformasi terus mengalami perbaikan.

“Prabowo harus bisa membedakan sistem yang berjalan di negara otoriter seperti zaman orde baru dan era demokrasi sekarang.”

“Di zaman Orde Baru, jika ada orang yang berani mengkritik soal korupsi, bisa-bisa orang tersebut akan dibungkam. Berbeda dengan sekarang yang semua harus transparan,” kata Willy Aditya dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (1/12), seperti dilansir Merdeka.com.

Dia mengingatkan bahwa model kekuasaan di era Orde Baru sangat absolut dan tertutup. Namun sebaliknya, di era reformasi kekuasaan tersebar, bahkan Indonesia mulai bisa menerapkan konsep otonomi daerah.

“Kalau Prabowo mau jujur, pemberantasan korupsi saat ini tentunya disebabkan keterbukaan dan pemisahan kekuasaan antara lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Apa penegak hukum zaman orde baru berani seperti sekarang? Dan perlu kita ingat Gerindra itu paling banyak mengajukan calon anggota legislatif alias caleg mantan koruptor. Jadi Prabowo sebaiknya berhentilah menggunakan cara kampanye ngawur, dan berikanlah gagasan untuk pembanding,” kata dia.

Selain Willy, peneliti dari Indonesian Legal Roundtable Erwin Natosmal Oemar juga menyampaikan kritik.

Dia mengapresiasi calon presiden nomor urut dua tersebut, dan pernyataan kanker stadium empat-nya terkait korupsi di Indonesia. Menurut Erwin, memang ada masalah serius dalam upaya pemberantasan korupsi saat ini.

“Ada penurunan dalam upaya memberantas korupsi di masa sekarang,” kata Erwin Natosmal kepada Tribunnews.com, Jumat (30/11).

Namun Erwin juga mengkritik bahwa penyataan Prabowo tak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di negeri ini. Karenanya, menurut dia, ungkapan purnawirawan jenderal TNI itu dianggap sebagai lelucon yang tak lucu oleh beberapa pihak, karena bertentangan dengan fakta.

“Meski demikian di level nasional pernyataan itu menjadi lelucon yang tak lucu karena terdapat kontradiksi antara pernyataannya dengan sejarah Indonesia, dan narasi yang diungkapkan oleh tim kampanyenya,” katanya, seperti dilansir Tribun.

Kritikus Prabowo lainnya adalah Sekertaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto.

Senada dengan Willy, Hasto berpendapat Prabowo tak konsisten sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Menurutnya, partai yang diketuai capres yang akan menantang Jokowi di Pilpres tersebut banyak meloloskan caleg mantan koruptor pada Pemilu 2019 mendatang.

Sebelumnya pada hari Selasa (27/11), Prabowo menyatakan bahwa saat ini Indonesia sangat membutuhkan peran orang-orang cerdas dan jujur, untuk membangun negara demokrasi yang sehat. Pernyataan itu dia lontarkan saat menjadi pembicara dalam gelaran ‘The World in 2019 Gala Dinner’ yang diselenggarakan oleh majalah The Economist di Hotel Grand Hyatt Singapura. Pernyataan soal korupsi stadium empat juga dia ungkapkan pada kesempatan tersebut.

Baca Juga: Opini: Hajar Prabowo, Ada Apa dengan TGB?

Keterangan foto utama: Kandidat presiden Indonesia yang tahun lalu kalah, Prabowo Subianto, saat menghadiri pelantikan presiden baru Indonesia Joko Widodo di Jakarta 20 Oktober 2014. (Foto: AP)

Pernyataan Korupsi Kanker Stadium 4 Prabowo Bagai Lelucon yang Tak Lucu

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top