Perdana Menteri Australia Scott Morrison
Australia

Pertama Kalinya, Australia Bela Israel di Sidang PBB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison berbicara di Jakarta, Indonesia. (Foto: Mark Moore/ABC News)
Berita Internasional >> Pertama Kalinya, Australia Bela Israel di Sidang PBB

Untuk pertama kalinya, Australia menyatakan “tidak” pada resolusi PBB yang mengecam Israel atas pendudukannya atas Palestina. Sebelumnya, negara itu selalu menyatakan “abstain” atau “ya” pada saat voting di PBB terkait konflik Israel-Palestina. Ini menandakan perubahan sikap Australia menjadi lebih hawkish sejak Perdana Menteri Scott Morrison berkuasa.

Baca Juga: Dewan Keamanan PBB Akan Bahas Uji Coba Rudal Iran

Oleh: Simon Benson (The Australian)

Australia diperkirakan akan bergabung dengan resolusi yang digagas Amerika Serikat (AS) hari  Rabu (5/12) waktu setempat, untuk mengutuk organisasi militan Palestina Hamas, karena menembakkan roket ke Israel, dalam demonstrasi lebih lanjut dari pendekatan yang lebih hawkish untuk kebijakan Timur Tengah di bawah pimpinan Perdana Menteri Scott Morrison.

Ini mengikuti langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Australia pekan lalu, di mana mereka untuk pertama kalinya memilih melawan resolusi PBB yang secara eksplisit menyangkal klaim Israel atas Yerusalem.

Dengan kabinet Australia yang akan memutuskan dalam dua minggu ke depan apakah akan memindahkan kedutaan Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem, pemungutan suara PBB merupakan perubahan resmi dari sikap Australia. Sebelumnya, negara itu selalu menyatakan “abstain” atau “ya” pada saat pemungutan suara, ketika PBB menyelenggarakan rapat tahunan yang mengkritik pendudukan Israel atas Palestina.

Perdana Menteri Australia tersebut mengungkapkan para pemimpin dunia lainnya telah mengangkat isu kedutaan dengan dia di pertemuan G20 akhir pekan lalu tetapi tidak akan mengungkapkan pandangan apa yang telah mereka nyatakan.

Australia pekan lalu adalah salah satu dari hanya 10 negara yang memilih bersama Israel untuk menentang resolusi PBB yang membuat “batal demi hukum” setiap klaim oleh Israel yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Sebanyak 148 negara memilih “ya” (tak mengakui klaim Israel) dengan peningkatan jumlah negara-negara abstain menjadi 14 negara. Australia menjawab “tidak” bersama dengan AS, Kanada, Nauru, Mikronesia, Palau, Guatemala, Kiribati, Kepulauan Marshall, Kepulauan Solomon dan Israel.

Ini adalah pertama kalinya sejak Australia masuk PBB pada tahun 1996, di mana negara itu memilih “tidak” dan datang, meskipun ada ancaman perdagangan terselubung dari Indonesia atas pengakuan Australia terkait Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan peninjauan rencana pemindahan kedutaan Morrison diumumkan pada minggu ini dengan pemilihan oleh Wentworth.

Menghadapi permusuhan dari Indonesia dan Malaysia, Australia pekan lalu meningkatkan dukungannya untuk Israel di PBB, yang telah dituduh memiliki bias anti-Israel yang nyata.

Ini mengubah sikap Australia sebelumnya, dari menyatakan abstain untuk beberapa resolusi lain yang menyerang Israel, termasuk perselisihan teritorial atas Suriah dan Dataran Tinggi Golan, dan memilih “tidak” untuk pertama kalinya.

Ini secara efektif berarti Australia menolak klaim Suriah atas Dataran Tinggi Golan dengan tidak mengakui garis pra-1967 sebagai perbatasan internasional.

The Australia/Israel & Jewish Affairs Council menyambut keputusan pemerintah federal untuk memilih “tidak” pada enam resolusi anti-Israel Kamis lalu di Majelis Umum PBB.

Pimpinan Eksekutif dari Executive Council of Australian Jewry Peter Wertheim memuji perubahan sikap Australia: “Menteri Luar Negeri Australia yang paling lama menjabat, Alexander Downer, mengatakan hanya karena Anda termasuk minoritas, itu tidak berarti Anda salah.”

Dia mengatakan dia menantikan Australia mendukung resolusi yang didukung AS untuk mengutuk Hamas di PBB hari ini.

“Suara Australia pada resolusi ini mengirim pesan kepada PBB bahwa pemerintah Australia tidak akan menjadi bagian dari ritual tahunan di mana kediktatoran dan semi-kediktatoran yang terdiri dari mayoritas negara anggota PBB duduk dalam penilaian terhadap satu-satunya demokrasi liberal di Tengah Timur, ” kata Wertheim.

Direktur Eksekutif Australia/Israel and Jewish Affairs Council Colin Rubenstein mengatakan Australia telah menunjukkan kepemimpinan yang berprinsip: “Setiap bulan November dan Desember Majelis Umum PBB menggulirkan 20 resolusi anti-Israel.”

“Pantas mendapat pujian, Australia telah menunjukkan kepemimpinan yang berprinsip dengan menentang berbagai resolusi yang bias yang tidak meningkatkan prospek perdamaian dan secara aktif memperkuat penolakan berkelanjutan kepemimpinan Palestina terhadap kompromi yang menyakitkan, yang perlu dilakukan kedua belah pihak untuk mencapai tujuan dua negara.”

Baca Juga: Australia Tolak Pakta Migrasi PBB, Pertahankan Kebijakan Garis Keras

Jurnalis pemenang penghargaan Simon Benson adalah Editor Urusan Nasional Australia. Dia sebelumnya adalah editor politik NSW Daily Telegraph, dan juga presiden NSW Parliamentary Press Gallery.

Keterangan foto utama: Perdana Menteri Australia Scott Morrison berbicara di Jakarta, Indonesia. (Foto: Mark Moore/ABC News)

Pertama Kalinya, Australia Bela Israel di Sidang PBB

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top