Memahami Taliban akan Jadi Kunci Perdamaian di Afghanistan
Timur Tengah

Presiden Afghanistan Tawarkan Taliban Kantor Lokal, tapi Mereka Ingin di Qatar

Berita Internasional >> Presiden Afghanistan Tawarkan Taliban Kantor Lokal, tapi Mereka Ingin di Qatar

Taliban menolak tawaran Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk memiliki kantor resmi di negara itu. Juru bicara Taliban Sohail Shahin kemudian mengatakan kepada Reuters bahwa fokusnya adalah pengakuan internasional atas situs mereka yang ada di Doha, Qatar. Para perunding Taliban akan bertemu dengan utusan perdamaian Amerika Serikat Zalmay Khalilzad untuk perundingan lagi di Qatar pada 25 Februari.

Baca juga: Taliban: Setengah Tentara AS Akan Tinggalkan Afghanistan pada 1 Mei

Oleh: Abdul Qadir Sediqi (Reuters)

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada hari Minggu (10/2) menawarkan kemungkinan kepada Taliban untuk membuka kantor di Afghanistan tetapi tawaran itu langsung ditolak oleh kelompok itu, yang bertekad untuk menjaga pemerintahannya dari percepatan perundingan perdamaian.

Ghani telah menyatakan kekhawatirannya pada Taliban yang menghalangi pemerintahannya dari perundingan dengan Amerika Serikat serta perundingan Moskow baru-baru ini dengan para politisi oposisi Afghanistan. Ia mengulangi tawaran-tawaran sebelumnya untuk memberikan kelompok itu sebuah alamat resmi yang aman untuk membantu setiap diplomasi di masa depan antara kedua pihak.

“Jika Taliban menginginkan kantor, saya akan memberikannya kepada mereka di Kabul, Nangarhar, atau Kandahar besok,” kata Ghani ketika mengunjungi provinsi Nangarhar, sarang kekerasan militan di perbatasan dengan Pakistan.

“Kami akan membawa perdamaian abadi dan terhormat ke negara itu,” katanya.

Baca juga: Memahami Taliban akan Jadi Kunci Perdamaian di Afghanistan

Nangarhar adalah kubu Taliban, gerakan Islam garis keras yang sekarang mengendalikan atau memperebutkan distrik di hampir separuh negara, lebih dari 17 tahun sejak mereka digulingkan dari kekuasaan.

Para pejabat Taliban di Moskow pekan lalu menekankan pentingnya kantor resmi di antara serangkaian tuntutan yang mencakup penghapusan sanksi Barat dan larangan bepergian bagi anggota Taliban, pembebasan tahanan dan diakhirinya “propaganda” terhadap kelompok itu.

Juru bicara Taliban Sohail Shahin kemudian mengatakan kepada Reuters bahwa fokusnya adalah pengakuan internasional atas situs mereka yang ada di Doha, Qatar.

Pada hari Minggu (10/2) dia mengatakan Ghani berusaha merusak upaya perdamaian dengan tawaran terbarunya.

“Tuntutan kami untuk memiliki kantor politik resmi sudah jelas, kami ingin agar kantor kami di Doha diakui oleh masyarakat internasional dan PBB,” kata Shahin.

“Dengan ini, Ghani berusaha mengubah topik pembicaraan dan merusak upaya perdamaian yang sedang berlangsung.”

Para perunding Taliban akan bertemu dengan utusan perdamaian Amerika Serikat Zalmay Khalilzad untuk perundingan lagi di Qatar pada 25 Februari. Departemen Luar Negeri mengatakan pada hari Sabtu (9/10) bahwa Khalilzad akan menghabiskan sisa bulan itu untuk mengunjungi Belgia, Jerman, Turki, Qatar, Afghanistan, dan Pakistan untuk bekerja pada proses perdamaian Afghanistan.

Baca juga: Mantan Dubes AS: ‘Taliban Akan Merebut Kembali Afghanistan’

Pembicaraan itu diperkirakan akan berfokus di sekitar gencatan senjata untuk mengakhiri perang terpanjang Amerika dan penarikan pasukan asing.

Sekitar 14.000 tentara Amerika Serikat berbasis di Afghanistan sebagai bagian dari misi NATO yang dipimpin Amerika Serikat untuk melatih, membantu, dan memberi nasihat kepada pasukan Afghanistan. Beberapa pasukan Amerika Serikat juga melakukan operasi anti-terorisme.

Keterangan foto utama: Kepala Kantor Politik Taliban Sher Mohammad Abbas Stanakzai berbicara di sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh diaspora Afghanistan di Moskow, Rusia, 5 Februari 2019. (Foto: Reuters/Maxim Shemetov)

Presiden Afghanistan Tawarkan Taliban Kantor Lokal, tapi Mereka Ingin di Qatar

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top