Kunjungi Ka'Bah, Putra Mahkota Arab Saudi Dulang Kecaman
Timur Tengah

Kunjungi Ka’Bah, Putra Mahkota Arab Saudi Dulang Kecaman

Berita Internasional >> Kunjungi Ka’Bah, Putra Mahkota Arab Saudi Dulang Kecaman

Pada hari Selasa (12/2) Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman kunjungi situs suci Ka’bah di Makkah untuk memeriksa pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung. Kunjungannya itu memicu kritik dan kecaman, yang menganggap hal itu sebagai upayanya untuk menenangkan kubu konservatif. Bin Salman telah dikecam oleh kaum konservatif karena mengakhiri beberapa pembatasan sosial yang paling dikritik kerajaan, seperti pencabutan larangan mengemudi untuk perempuan, dan dikecam oleh liberal dan pemerintah Barat karena secara bersamaan menindak aktivis hak-hak perempuan dan pembangkang lainnya.

Oleh: Times of Israel

Baca Juga: Tak Dapat Dukungan, Kanada Lawan Arab Saudi dan China Sendirian

Putra mahkota kontroversial Arab Saudi mendapat kecaman dari para kritikus pada hari Selasa (12/2) setelah berjalan di atap Ka’bah, bangunan berbentuk kubus yang berdiri di situs paling suci dalam Islam.

Mohammed bin Salman mengunjungi Ka’bah di Makkah, di mana umat Islam di seluruh dunia berdoa lima kali sehari, untuk memeriksa pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung untuk merenovasi dan memperluas kompleks Masjidil Haram yang luas di sekitarnya, yang dikenal oleh umat Muslim sebagai Masjid al-Haram.

Pengawasan pemerintah Saudi terhadap kompleks itu menandai salah satu klaimnya terhadap otoritas dan legitimasi. Gelar resmi Raja Salman Saudi adalah Penjaga Dua Masjid Suci, yang pertama di Mekah dan yang kedua di Madinah.

Tetapi kunjungan Selasa (12/2) oleh putra mahkota, yang memiliki kekuatan eksekutif de facto di negara itu, datang di tengah kritik luas atas penindakan kerasnya terhadap para pembangkang dan bentrokan regional dengan Iran Syiah yang telah berujung pada intervensi berdarah di Yaman yang berujung pada bencana kemanusiaan yang menyertainya serta bencana kemanusiaan yang sedang berlangsung di sana. Belum lagi kontroversi dari pembunuhan pengkritik rezim Saudi Jamal Khashoggi pada bulan Oktober di Istanbul, yang memicu kecaman internasional dan merusak hubungan pemerintah Saudi dengan beberapa pemerintah Barat.

Putra Mahkota Mohammad bin Salman dari Arab Saudi saat berkunjung ke tempat suci Ka’bah di Masjidil Haram, 12 Februari 2019. (Foto: tangkapan layar Twitter)

Sebuah tagar Twitter “Mohammed bin Salman in the Holy Mosque” menunjukkan penentangan-penentangan yang dihadapi monarki Saudi.

Seorang feminis Saudi menuduh bahwa pangeran itu berusaha menenangkan para lslamis dengan kunjungan itu setelah “protes keras” yang disebabkan oleh “reformasi pembebasannya.”

Putra Mahkota Mohammad bin Salman dari Arab Saudi, kiri depan, mengunjungi Ka’bah di Masjidil Haram, 12 Februari 2019. (Foto: tangkapan layar Twitter)

Bin Salman telah dikecam oleh kaum konservatif karena mengakhiri beberapa pembatasan sosial yang paling dikritik kerajaan, seperti pencabutan larangan mengemudi untuk perempuan, dan dikecam oleh liberal dan pemerintah Barat karena secara bersamaan menindak aktivis hak-hak perempuan dan pembangkang lainnya.

Beberapa menuduh putra mahkota memperlakukan situs suci “seperti kebunnya.”

Baca Juga: Citra Satelit Tunjukkan Kemungkinan Program Rudal Balistik di Arab Saudi

Salah satu pengguna Twitter yang mengidentifikasi dirinya sebagai Salafi Yaman menyebut pangeran Saudi sebagai “penjahat,” dan merupakan salah satu dari banyak orang yang mengecam kunjungan itu karena memaksa pemindahan jamaah yang tengah beribadah dari situs suci tersebut, kebijakan kontroversial yang diberlakukan jika ada kunjungan oleh pejabat tinggi.

Pengguna lain mencemooh foto putra mahkota berdiri dan berdoa di dinding Ka’bah, membandingkannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sedang berdoa di Tembok Barat Yerusalem.

Seorang pengguna mendesak putra mahkota untuk menerima nasihat Machiavelli bahwa seorang pangeran harus menghindari sesuatu yang membuatnya “dibenci dan dihina.”

Sebuah sekolah berbahasa Inggris di Riyadh menyimak kemarahan orang-orang itu, dan memutuskan untuk menawarkan pelajaran gratis: “Alih-alih menggunakan ‘sangat marah’ untuk mengekspresikan emosi Anda, gunakan sinonim yang benar: jengkel, frustrasi, marah, atau geram!” tulis akun itu lewat akun Twitter-nya dan mengimbuhi dengan tagar MBS.

Baca Juga: AS Selidiki Arab Saudi atas Dugaan Pemberian Senjata ke Al Qaeda dan Iran

Keterangan foto utama: Putra Mahkota Mohammad bin Salman dari Arab Saudi, depan kanan kedua, selama kunjungan ke Ka’bah di Masjidil Haram di Mekah, 12 Februari 2019. (Foto: tangkapan layar Twitter)

Kunjungi Ka’Bah, Putra Mahkota Arab Saudi Dulang Kecaman

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top