KTT Vietnam
Asia

Peluncuran Rudal Korut Kembali Disiapkan, Salah Amerika KTT Vietnam Gagal

Berita Internasional >> Peluncuran Rudal Korut Kembali Disiapkan, Salah Amerika KTT Vietnam Gagal

Pertemuan kedua antara Donald Trump dan Kim Jong-un di KTT Vietnam tidak membuahkan hasil. Korea Utara rupanya menyalahkan Amerika Serikat atas kegagalan tersebut. Dan kini, citra satelit merekam, peluncuran rudal Korut sepertinya kembali disiapkan.

Baca juga: Strategi Nuklir Korea Utara Pasca-KTT Vietnam: Tahan Ancaman, Dorong Perubahan

Oleh: The Straits Times

Korea Utara mungkin sedang bersiap untuk meluncurkan rudal atau roket dalam waktu dekat, menurut citra satelit yang merekam kegiatan di negara itu, menurut laporan jaringan radio Amerika Serikat NPR, sementara media Korea Utara mengatakan dunia menyalahkan Amerika Serikat karena mengakhiri KTT Vietnam tanpa kesepakatan.

Citra satelit diambil pada 22 Februari di fasilitas Sanumdong dekat Pyongyang, di mana Korea Utara telah mengumpulkan beberapa rudal balistik antarbenua dan roket peluncur satelit, NPR melaporkan.

Citra satelit itu menunjukkan truk dan mobil yang diparkir di dekatnya, sementara kereta api diparkir di halaman, di mana dua mesin derek didirikan, katanya. Citra satelit itu diambil oleh DigitalGlobe dan dibagikan secara eksklusif dengan NPR.

“Ketika Anda melihat semua citra itu, benar-benar terlihat seperti Korea Utara sedang dalam proses membangun roket,” Jeffrey Lewis, direktur Proyek Nonproliferasi Asia Timur di Institut Studi Internasional Middlebury di Monterey, mengatakan kepada NPR. Lewis mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memastikan apakah Korea Utara sedang mempersiapkan rudal militer atau roket ruang angkasa.

Citra satelit itu diterbitkan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba-tiba mengakhiri KTT dengan Kim Jong-un di Vietnam akhir bulan lalu setelah presiden Amerika Serikat mengatakan pemimpin Korea Utara meminta semua sanksi Amerika Serikat dicabut sebagai imbalan atas pembongkaran kompleks nuklir utama negara itu.

‘MENYESAL’

“Publik di dalam dan luar negeri yang mengharapkan adanya hasil yang baik dari KTT kedua antara Korea Utara-Amerika Serikat di Hanoi merasa menyesal, menyalahkan Amerika Serikat atas KTT yang berakhir tanpa kesepakatan itu,” lapor Kantor Berita Pusat Korea, mengutip komentar di koran Rodong Sinmun.

Trump mengatakan pada hari Jumat (8/3) bahwa ia akan kecewa jika Korea Utara melanjutkan uji coba senjata dan menegaskan kembali kepercayaannya pada hubungannya yang baik dengan Kim meskipun KTT kedua mereka gagal.

Trump mengatakan pada hari Rabu (6/3) bahwa dia akan sangat kecewa pada Kim jika benar bahwa Korea Utara telah mulai membangun kembali situs uji coba rudal yang berbeda dari yang dibongkar tahun lalu.

“Saya akan kecewa jika dia melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan pemahaman kita. Tapi kita akan lihat apa yang terjadi,” kata Trump kepada wartawan.

“Saya akan sangat kecewa jika uji coba dilakukan.”

Citra satelit dari Beyond Parallel, bagian dari Pusat Studi Strategis dan Internasional yang berbasis di Washington, menunjukkan bahwa Korea Utara sedang membangun kembali situs roket jarak jauh di fasilitas peluncuran Sohae.

Pemerintah Amerika Serikat sadar akan adanya citra satelit itu tetapi belum menarik kesimpulan yang sama seperti para ahli, seorang pejabat senior di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan pada Jumat (8/3). Gedung Putih dan Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Awal pekan ini, surat kabar Chosun Ilbo melaporkan, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan mengatakan kepada anggota parlemen bahwa mereka mendeteksi tanda-tanda Korea Utara sedang memulihkan bagian dari situs peluncuran rudal Tongchang-ri yang dibongkar pada bulan Juli.

Lewis, mengatakan kepada Reuters bahwa aktivitas di kedua situs itu “mungkin berkaitan.”

Pakar lain, termasuk Joel Wit dari 38 North dan Michael Elleman dari Institut Internasional untuk Studi Strategis menganggap kesimpulan itu spekulatif.

“Di masa lalu ada banyak laporan tentang aktivitas di tempat ini yang ternyata tidak benar,” kata Wit, merujuk pada Sanumdong.

“Bisa jadi persiapan untuk peluncuran tapi juga bisa jadi bukan.”

Korea Utara telah menghentikan uji coba nuklir dan rudal sejak tahun 2017, dan Trump telah menunjuk ini sebagai hasil positif dari keterlibatan tingkat tinggi dengan Korea Utara selama hampir setahun.

Dulu, Sohae telah digunakan untuk menguji mesin rudal dan meluncurkan roket yang menurut pejabat Amerika Serikat telah membantu pengembangan program senjata Korea Utara. Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan pada hari Kamis (7/3) bahwa setiap peluncuran dari sana “tidak konsisten” dengan komitmen Korea Utara.

Pada KTT pertama dengan Trump di Singapura pada bulan Juni lalu, Kim berjanji bahwa tempat uji coba mesin dan peluncuran platform di Sohae akan dibongkar. Dia menekankan janji itu dalam KTT dengan presiden Korea Selatan pada bulan September.

Trump mengatakan, menurutnya hubungan Amerika Serikat dengan Kim dan Korea Utara “sangat bagus.” “Saya yakin hubungan itu tetap baik,” katanya.

KEGAGALAN KTT

Trump sangat menginginkan kemenangan kebijakan luar negeri atas Korea Utara, yang telah dihindari oleh para pendahulunya, selama beberapa dekade dan telah berulang kali menekankan hubungan baiknya dengan Kim.

Akhir tahun lalu, dia mengatakan bahwa mereka “jatuh cinta,” tetapi keramah-tamahan itu telah gagal menjembatani kesenjangan antara kedua belah pihak dan KTT kedua mereka pekan lalu di Vietnam gagal karena perselisihan mengenai permintaan Amerika Serikat agar Kim menyerahkan senjata nuklirnya dan tuntutan Korea Utara untuk mencabut sanksi.

Baca juga: Trump Salahkan Kesaksian Cohen sebagai Pemicu Kegagalan KTT Vietnam

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton dan pejabat Amerika Serikat lainnya telah berusaha untuk meremehkan perkembangan yang terlihat di Sohae, meskipun Trump pada hari Kamis (7/3) menyebut kegiatan Korea Utara baru-baru ini “mengecewakan.”

Pejabat senior Departemen Luar Negeri yang memberikan pengarahan singkat kepada wartawan di Washington pada hari Kamis (7/3) mengatakan dia “tidak akan serta-merta memiliki kesimpulan yang sama” seperti lembaga-lembaga ahli bahwa situs Sohae telah beroperasi kembali, tetapi mengatakan setiap penggunaan situs itu akan dianggap sebagai “kemunduran” pada komitmen Kim kepada Trump.

Korea Utara telah menggunakan Sohae untuk meluncurkan satelit ke ruang angkasa sejak tahun 2011, dan salah satu peluncuran pada April 2012 menyebabkan pembatalan pada kesepakatan pemerintah Obama mengenai pembekuan uji coba nuklir dan rudal Korea Utara dengan imbalan bantuan makanan.

Pada hari Jumat (8/3), media pemerintah Korea Utara untuk pertama kalinya mengakui KTT Hanoi sia-sia, mengatakan orang-orang menyalahkan Amerika Serikat karena kurangnya kesepakatan.

“Publik di dalam dan luar negeri yang mengharapkan adanya hasil yang baik dari KTT kedua antara Korea Utara-Amerika Serikat di Hanoi merasa menyesal, menyalahkan Amerika Serikat atas KTT yang berakhir tanpa kesepakatan itu,” kata surat kabar Rodong Sinmun.

Surat kabar itu mengarahkan retorika berapi-api terhadap Jepang, menuduh tindakan Jepang sebagai tindakan “putus asa untuk mengganggu” hubungan antara Korea Utara dan Amerika Serikat dan “memuji” kegagalan KTT.

Amerika Serikat mengatakan pihaknya terbuka untuk melangsungkan perundingan lebih lanjut dengan Korea Utara, tetapi telah menolak pendekatan tambahan untuk perundingan yang diinginkan oleh Korea Utara dan masih belum jelas kapan kedua pihak itu akan bertemu lagi.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan pada hari Senin (4/3) bahwa ia berencana akan mengirim delegasi ke Korea Utara untuk perundingan lebih lanjut dalam beberapa minggu ke depan, tetapi “belum ada kepastian.”

Pejabat senior Departemen Luar Negeri yang memberikan pengarahan kepada wartawan pada hari Kamis (7/3) menolak untuk mengatakan apakah telah ada kontak langsung antara kedua pihak sejak KTT. Dia mengatakan Washington ingin melanjutkan perundingan secepat mungkin, tetapi negosiator Korea Utara perlu diberi lebih banyak ruang gerak.

“Perlu ada periode refleksi di sini. Kedua belah pihak harus mencerna hasil KTT,” kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim.

Baca juga: Nuklir dan Sanksi: Apa yang Salah dari KTT Vietnam yang ‘Gagal’

“Pada dasarnya, kemajuan, yang perlu dicapai secepatnya, ada pada langkah-langkah denuklirisasi yang lengkap dan dapat diverifikasi. Itulah tujuan kami dan itulah bagaimana kami menganggap perundingan ini berhasil.”

Pejabat itu mengatakan denuklirisasi lengkap adalah syarat untuk integrasi Korea Utara ke dalam ekonomi global, hubungan rezim Korea Utara dengan Amerika Serikat, dan perdamaian permanen di semenanjung Korea.

Bolton, yang berargumen bahwa Amerika Serikat harus melakukan pendekatan yang keras pada Korea Utara, pekan ini mengatakan bahwa Trump terbuka untuk melakukan perundingan lebih lanjut, tetapi juga memperingatkan akan adanya sanksi yang lebih keras jika Korea Utara tidak juga melakukan denuklirisasi.

Keterangan foto utama: Komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump muncul setelah dua lembaga ahli Amerika Serikat dan agen mata-mata Korea Selatan mengatakan minggu ini bahwa Korea Utara sedang membangun kembali situs peluncuran roket di Sohae di barat negara itu. (Foto: NYT)

Peluncuran Rudal Korut Kembali Disiapkan, Salah Amerika KTT Vietnam Gagal

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top