Sepatu Nike
Berita Politik Indonesia

Sebut Sepatu Nike Menistakan Islam, Warga Indonesia Serukan Protes

Tangkapan layar dari sepatu Air Max 270 yang kontroversial yang diproduksi oleh Nike. (Foto: ucanews.com)
Berita Internasional >> Sebut Sepatu Nike Menistakan Islam, Warga Indonesia Serukan Protes

Warga Indonesia ikut menyerukan protes, setelah tersebar tuduhan bahwa sepatu Nike menistakan Islam. Kampanye online pun dilakukan untuk menuntut perusahaan sepatu raksasa Amerika tersebut karena menampilkan logo menyerupai tulisan Arab ‘Allah’. Mereka meminta Nike untuk segera menarik kembali sepatu Air Max 270 dari peredaran.

Baca juga: Bebasnya BTP Kembali Soroti Penggunaan UU Penistaan Agama di Indonesia

Oleh: Konradus Epa (UCA News)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah ikut memberikan dukungannya di balik kampanye online, yang menyerukan perusahaan sepatu dan pakaian raksasa Nike untuk menarik sepatu olah raga mereka, yang oleh banyak Muslim dikatakan menghina Islam.

Hampir 39 ribu orang—termasuk banyak orang Indonesia—telah menandatangani petisi online yang dimulai pada bulan Januari, yang menuntut perusahaan itu untuk menarik kembali sepatu Air Max 270, karena memakai logo pada sol yang mirip dengan kata Arab untuk “Allah”.

“Saya mendesak semua Muslim dan semua orang yang menghormati kebebasan beragama atau berkeyakinan untuk menandatangani petisi ini,” kata Saiqa Noreen, yang memprakarsai petisi tersebut di change.org.

“Kami mendesak Nike untuk menarik kembali sepatu yang menista dan ofensif ini, dan semua produk dengan logo desain yang menyerupai kata Allah dari penjualan di seluruh dunia secepatnya,” katanya di situs web tersebut.

Anwar Abbas—Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia—mengatakan kepada ucanews.com pada 7 Februari, bahwa logo pada sepatu itu memang menyerupai kata ‘Allah’.

Baca juga: Ahok Bebas, tapi Ketimpangan UU Penistaan Agama Masih Mengancam Minoritas

“Kita seharusnya tidak menghina dan mempermalukan sesuatu yang dianggap mulia oleh orang lain,” kata Abbas.

“Saya berharap Nike menarik kembali produknya sehingga tidak akan membuat lebih banyak masalah,” katanya.

Dia juga mendesak umat Islam Indonesia untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan.

“Jangan menggeledah (toko Nike),” katanya.

Nike mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa logo itu “tidak disengaja” dan tidak ditujukan untuk menyakiti sentimen keagamaan.

“Nike menghormati semua agama dan kami menganggap ini sangat serius,” kata pernyataan itu.

Beberapa vendor di Jakarta mengatakan kepada ucanews.com, bahwa mereka belum menerima sepatu kontroversial tersebut yang dijadwalkan untuk dijual di toko-toko Indonesia pada akhir tahun ini.

Theresia Yulianty (46 tahun), seorang Katolik dan pemilik toko sepatu di Jakarta Timur, mengatakan bahwa dia tidak akan menjualnya di tokonya.

Baca juga: Kasus Penistaan Agama, Akankah Grace Natalie Jadi Ahok Berikutnya?

“Saya menghormati umat Islam dan percaya bahwa semua simbol agama harus dihormati.”

Ini bukan pertama kalinya Nike membuat marah umat Islam.

Perusahaan itu dituduh menghina Islam pada tahun 1997 dan terpaksa menarik sekitar 38 ribu pasang sepatu dari seluruh dunia karena desain logo yang sama.

Pekan lalu dilaporkan juga bahwa perusahaan ritel raksasa Inggris Marks and Spencer menjadi sasaran boikot, menyusul klaim bahwa mereka menjual kertas toilet yang menampilkan kata Arab untuk Allah.

Keterangan foro utama: Tangkapan layar dari sepatu Air Max 270 yang kontroversial yang diproduksi oleh Nike. (Foto: ucanews.com)

Sebut Sepatu Nike Menistakan Islam, Warga Indonesia Serukan Protes

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top