Amerika

Satu Lagi Pejabat Tinggi Kanada Mundur, Perparah Krisis Politik Trudeau

Berita Internasional >> Satu Lagi Pejabat Tinggi Kanada Mundur, Perparah Krisis Politik Trudeau

Hanya delapan bulan menjelang pemilu, salah satu pendukung utama Perdana Menteri Justin Trudeau mengundurkan diri, karena tuduhan mencoba campur tangan dalam kasus pengadilan pidana sebuah perusahaan. Gerald Butts adalah pemain kunci dalam kampanye pemilihan umum yang berhasil pada tahun 2015, menjadikan Trudeau sebagai perdana menteri. Tuduhan campur tangan pemerintah dalam kasus pidana ini pertama kali muncul dalam artikel Globe and Mail yang mengutip sumber-sumber anonim.

Oleh: Ian Austen (The New York Times)

Penasihat politik utama Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, mengundurkan diri pada Senin (18/2), yang memperdalam krisis politik atas tuduhan pemerintah mencoba untuk campur tangan dalam kasus pengadilan pidana.

Dalam sebuah pernyataan untuk mengumumkan kepergiannya, Gerald Butts—yang telah menjadi teman dekat Trudeau sejak masa kuliah mereka—mengaitkan kepergiannya dengan tuduhan bahwa ia, perdana menteri, dan yang lainnya secara tidak patut menekan Jody Wilson-Raybould—ketika Wilson-Raybould menjadi Menteri Kehakiman dan Jaksa agung—untuk membatalkan penuntutan pidana terhadap sebuah perusahaan teknik dan konstruksi Kanada.

Butts berulang kali membantah dalam surat pengunduran dirinya, bahwa tindakan semacam itu terjadi.

“Setiap tuduhan bahwa saya atau staf menekan Jaksa Agung sama sekali tidak benar,” tulis Butts. “Tapi faktanya tuduhan itu ada. Itu tidak dapat dan tidak boleh mengganggu pekerjaan vital yang dilakukan perdana menteri dan kantornya untuk semua warga Kanada.”

Dia menambahkan: “Ini demi kepentingan terbaik kantor, dan sangat penting bagi saya untuk menjauh.”

Pengunduran dirinya datang seminggu setelah Wilson-Raybould mengundurkan diri dari kabinet Trudeau. Pada bulan Januari, Wilson-Raybould telah dipindahkan dari jabatan Menteri Kehakiman menjadi Menteri Urusan Veteran—suatu perubahan yang secara luas dipandang sebagai penurunan pangkat.

Alih-alih menenangkan badai politik yang berkembang di sekitar Trudeau, pengunduran diri Butts tampaknya justru memperparah krisis politik ini.

“Itu membuka front lain,” kata Patrick Gossage, sekretaris pers untuk Pierre Elliott Trudeau, mantan Perdana Menteri dan ayah Justin Trudeau. “Itu menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Apakah Trudeau benar-benar tidak ada hubungannya dengan apa yang membuat Jody Wilson-Raybould merasa dia tidak diinginkan? Saya tidak berpikir itu menyelesaikan apa pun.”

Kepergian Butts akan menciptakan kekosongan yang signifikan dalam kepemimpinan dan tim kampanye Trudeau, hanya delapan bulan sebelum pemilu. Sebagai putra seorang penambang batu bara dari Cape Breton, Nova Scotia, Butts bertemu Trudeau di klub debat di McGill University di Montreal, dan keduanya terus berteman sejak itu.

Setelah bekerja sebagai asisten senior di pemerintahan provinsi Liberal di Ontario, Butts berada di antara sekelompok kecil yang membawa Trudeau—yang merupakan seorang guru—ke dunia politik dan mengajari Trudeau keahliannya.

Butts adalah pemain kunci dalam kampanye pemilihan umum yang berhasil pada tahun 2015, yang bertentangan dengan ekspektasi, dengan mengangkat Partai Liberal dari tempat ketiga dalam jajak pendapat menuju kemenangan, menjadikan Trudeau sebagai perdana menteri.

Sejak itu, Butts telah bertindak sebagai sekretaris utama Trudeau dan secara luas dipandang sebagai pemain paling kuat di dalam kantor perdana menteri. Dia dikenal karena kritik yang agresif terhadap pemerintah di Twitter.

Gossage mengatakan, bahwa hilangnya bimbingan Butts adalah pukulan signifikan bagi Trudeau dan Partai Liberal.

“Setahun sebelum pemilu, Anda tidak boleh meninggalkan bos Anda,” kata Gossage.

Tuduhan campur tangan pemerintah dalam kasus pidana ini pertama kali muncul dalam artikel Globe and Mail yang mengutip sumber-sumber anonim. Menurut surat kabar itu, Perdana Menteri dan stafnya mendorong Wilson-Raybould untuk membuat kesepakatan untuk perusahaan itu, SNC-Lavalin.

Sebagai sebuah perusahaan teknik dan konstruksi yang berbasis di Montreal, SNC-Lavalin dituduh membayar jutaan suap untuk mendapatkan kontrak di Libya, ketika negara itu diperintah oleh diktator Kolonel Muammar el-Qaddafi.

Tuntutan pidana akan menghalangi perusahaan tersebut—yang memiliki sekitar 52 ribu karyawan di seluruh dunia—dari bekerja untuk pemerintah Kanada selama 10 tahun. Itu dikhawatirkan dapat membahayakan SNC-Lavalin secara finansial atau membuatnya rentan terhadap pengambilalihan asing.

Kantor Trudeau mengonfirmasi minggu lalu bahwa Wilson-Raybould membawa kasus ini dalam percakapan dengan Butts, tetapi menolak untuk memberikan rincian tentang apa yang dikatakan.

Pada akhirnya, jaksa federal—yang dalam sistem Kanada seharusnya independen dari politisi—memutuskan untuk terus menuntut perusahaan tersebut, daripada mencari penyelesaian berdasarkan undang-undang baru yang diperkenalkan oleh pemerintah Trudeau Maret lalu. UU itu memungkinkan perusahaan membayar denda besar dan menunjukkan bahwa mereka telah menyelesaikan masalah etika mereka, untuk menghindari hukuman pidana. Dua perdana menteri berturut-turut di Quebec menyerukan agar kesepakatan seperti itu dibuat.

Pekan lalu, masalah ini beralih dari hanya melibatkan tuduhan anonim menjadi tantangan politik besar, ketika Komisaris Etika Federal, Mario Dion, mengatakan bahwa ia akan menyelidiki tindakan Perdana Menteri.

Sejak pengunduran dirinya, Wilson-Raybould tidak mengatakan apa-apa tentang masalah tersebut atau memberikan alasan mengapa dia meninggalkan pemerintah. Menunjuk penurunan pangkat Wilson-Raybould, dan kemudian pengunduran dirinya yang mendadak, para politisi oposisi telah menuduh—tanpa memberikan bukti—bahwa dia dihukum karena tidak menyerah pada kasus SNC-Lavalin.

Dalam surat pengunduran dirinya, Butts mencatat bahwa ia telah mendorong Wilson-Raybould—seorang mantan jaksa penuntut dan pemimpin adat dari British Columbia—untuk memasuki dunia politik.

“Dari sudut pandang saya, hubungan kami selalu ditentukan oleh rasa saling menghormati, keterbukaan, dan keinginan jujur ​​untuk bekerja bersama,” tulis Butts.

Keterangan foto utama: Perdana Menteri Justin Trudeau dari Kanada dalam perjalanannya ke pertemuan kabinet tahun lalu bersama penasihat seniornya, Gerald Butts, yang mengundurkan diri pada Senin (18/2). (Foto: The Canadian Press/Justin Tang via Associated Press)

Satu Lagi Pejabat Tinggi Kanada Mundur, Perparah Krisis Politik Trudeau

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top