Situs Rudal Korea Utara Dibangun Kembali, Trump ‘Sangat Kecewa’
Global

Situs Rudal Korea Utara Dibangun Kembali, Trump ‘Sangat Kecewa’

Tentara Korea Utara menjaga roket di stasiun peluncuran satelit Sohae pada tahun 2012. Trump mengatakan bahwa dia akan sangat kecewa jika situs rudal Korea Utara sedang dibangun kembali. (Foto: AFP/Getty Images/Pedro Ugarte)
Berita Internasional >> Situs Rudal Korea Utara Dibangun Kembali, Trump ‘Sangat Kecewa’

Jika situs rudal Korea Utara benar-benar dibangun kembali, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan ‘sangat kecewa’. Sebelumnya, gambar satelit yang dilihat oleh 38 North menunjukkan bahwa struktur pada landasan peluncuran rudal Sohae telah dibangun kembali antara tanggal 16 Februari hingga 2 Maret. Beberapa analis menafsirkan pekerjaan di Sohae sebagai upaya Korea Utara untuk menekan Washington agar menyetujui kesepakatan, dan bukan untuk melanjutkan uji coba di sana. 

Oleh: The Guardian

Baca Juga: Tak Ada Jawaban Mudah untuk Masalah Nuklir Korea Utara

Laporan baru tentang aktivitas di situs rudal Korea Utara telah muncul, beberapa jam setelah Donald Trump mengatakan bahwa dia akan “sangat kecewa” jika laporan terpisah tentang lokasi peluncuran rudal yang sedang dibangun terbukti benar.

Pada Kamis (7/3), media Korea Selatan melaporkan bahwa kendaraan kargo telah terlihat baru-baru ini bergerak di sekitar sebuah pabrik di Sanumdong di Pyongyang. Situs tersebut adalah pabrik rudal balistik antarbenua (ICBM) yang menghasilkan rudal pertama yang mampu mencapai Amerika Serikat (AS), surat kabar JoongAng Ilbo dan Donga Ilbo melaporkan, mengutip anggota parlemen yang diberi pengarahan oleh Badan Intelijen Nasional (NIS).

Kepala mata-mata Suh Hoon mengatakan bahwa dia memandang kegiatan itu berkaitan dengan rudal, menurut JoongAng Ilbo.

Sebelumnya, dua wadah pemikir AS dan kantor berita Korea Selatan Yonhap, melaporkan bahwa pekerjaan sedang dilakukan untuk memulihkan bagian dari stasiun peluncuran satelit Sohae, bahkan ketika Trump bertemu Kim di Hanoi pekan lalu untuk pertemuan puncak kedua mereka.

“Saya akan sangat kecewa jika itu terjadi,” kata Trump di Ruang Oval, ketika ditanya apakah Korea Utara melanggar janji.

“Yah, kita akan lihat. Masih terlalu dini untuk melihat… Ini laporan yang sangat awal. Kami yang mengeluarkannya. Tapi saya akan sangat, sangat kecewa dengan Ketua Kim, dan saya pikir saya tidak akan merasa begitu, tetapi kita akan lihat apa yang terjadi. Kami akan memeriksanya. Akhirnya akan terpecahkan.”

Gedung Putih tidak segera menanggapi ketika ditanya apa yang dimaksud Trump dengan “kami yang mengeluarkannya”, tetapi badan-badan intelijen AS dan Korea Selatan bekerja sama dengan sangat erat.

Korea Utara mulai bekerja untuk membongkar situs uji coba mesin rudalnya di Sohae pada tahun 2018, setelah berjanji untuk melakukannya dalam pertemuan puncak pertama dengan Trump pada bulan Juni.

KTT kedua antara Trump dan Kim gagal pekan lalu di Hanoi, karena perbedaan tentang seberapa jauh Korea Utara bersedia membatasi program nuklirnya dan tingkat kesediaan AS untuk mengurangi sanksi.

“Kami memiliki masalah yang sangat buruk di sana. Kami harus menyelesaikan masalah,” kata Trump, sambil menambahkan referensi yang jelas kepada Kim: “Hubungannya baik.”

Baca Juga: Norma Baru Korea: Latihan Militer Skala Kecil, Tidak Ada Uji Coba Nuklir

Ditanya tentang Kesaksian Cohen, Gedung Putih Batasi Akses Pers di KTT Vietnam

Presiden Donald Trump mengadakan konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Mike Pompeo setelah KTT Vietnam dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hotel JW Marriot di Hanoi, Vietnam, 28 Februari 2019. (Foto: Reuters/Leah Millis)

Trump—yang menginginkan kemenangan kebijakan luar negeri besar-besaran atas Korea Utara yang belum tercapai oleh para pendahulunya selama beberapa dekade—telah berulang kali menekankan hubungan baiknya dengan Kim. Pada tahun 2018, ia mengatakan bahwa mereka “jatuh cinta”, tetapi hubungan baik keduanya telah gagal sejauh ini untuk menjembatani kesenjangan yang lebar antara kedua belah pihak.

Gambar satelit yang dilihat oleh 38 North—sebuah proyek Korea Utara yang berbasis di Washington—menunjukkan bahwa struktur pada landasan peluncuran Sohae telah dibangun kembali antara tanggal 16 Februari hingga 2 Maret, kata Jenny Town, redaktur pelaksana proyek tersebut dan seorang analis di wadah pemikir Stimson Center, kepada Reuters.

Wadah pemikir Pusat Studi Strategis dan Internasional merilis laporan terpisah—juga mengutip citra satelit—yang menyimpulkan bahwa Korea Utara “mengejar pembangunan kembali yang cepat” di lokasi tersebut.

Berita tentang pekerjaan di Sohae pertama kali dilaporkan oleh Yonhap, yang mengutip anggota parlemen Korea Selatan tentang rincian pengarahan oleh Badan Intelijen Nasional negara tersebut.

Pada Rabu (6/3), Yonhap mengutip Suh Hoon dari Korea Selatan, kepala Badan Intelijen Nasional, yang mengatakan bahwa fasilitas pengayaan uranium di kompleks nuklir Yongbyon Korea Utara terus beroperasi secara normal selama KTT Vietnam.

Penasihat Keamanan Nasional Trump, John Bolton, memperingatkan pada Selasa (5/3), bahwa sanksi baru dapat diberlakukan jika Korea Utara tidak membatalkan program senjata nuklirnya.

Beberapa analis menafsirkan pekerjaan di Sohae sebagai upaya Korea Utara untuk menekan Washington agar menyetujui kesepakatan tersebut, dan bukan sebagai langkah pasti untuk melanjutkan uji coba di sana.

Anggota Partai Demokrat Ed Markey—anggota subkomite Senat Asia Timur—mengatakan: “Pekerjaan nyata Korea Utara di situs peluncuran ini meningkatkan kemungkinan meresahkan bahwa sekali lagi Kim Jong-un lebih tertarik untuk mengumpulkan konsesi, daripada melakukan upaya serius dengan itikad baik untuk denuklirisasi,” kata senator itu.

Baca Juga: Nuklir dan Sanksi: Apa yang Salah dari KTT Vietnam yang ‘Gagal’

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, mengatakan pada Senin (4/3), bahwa ia berharap untuk mengirim delegasi ke Korea Utara dalam beberapa minggu mendatang, tetapi “belum memiliki komitmen”.

Keterangan foto utama: Tentara Korea Utara menjaga roket di stasiun peluncuran satelit Sohae pada tahun 2012. Trump mengatakan bahwa dia akan sangat kecewa jika situs rudal Korea Utara sedang dibangun kembali. (Foto: AFP/Getty Images/Pedro Ugarte)

Situs Rudal Korea Utara Dibangun Kembali, Trump ‘Sangat Kecewa’

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top