PDB Indonesia
Berita Politik Indonesia

Survei Reuters: Pertumbuhan PDB Indonesia Melambat di Kuartal Keempat

Sebuah kapal tunda terlihat di dekat tumpukan kontainer di pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia, 5 November 2018. (Foto: Reuters/Beawiharta)
Berita Internasional >> Survei Reuters: Pertumbuhan PDB Indonesia Melambat di Kuartal Keempat

Survei Reuters menunjukkan bahwa pertumbuhan PDB Indonesia agak melambat di kuartal keempat. Ahli ekonomi mengatakan bahwa menurunnya pertumbuhan kuartal keempat mencerminkan defisit perdagangan yang besar yang berasal dari ekspor yang buruk dan impor yang tinggi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan bahwa 2018 “bukanlah tahun yang mudah”, mengingat gejolak pasar yang berakar pada kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) dan perang dagang AS dan China.

Baca juga: ‘Jokowinomics’ dan Masa Depan Ekonomi Indonesia

Oleh: Nilufar Rizki, Maikel Jefriando, Gayatri Suroyo, dan Richard Borsuk (Reuters)

Tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan sedikit melambat pada kuartal terakhir tahun 2018, tetapi laju pertumbuhan ekonomi negara ini setahun penuh mungkin yang terbaik dalam lima tahun, menurut sebuah jajak pendapat Reuters pada Jumat (1/2).

Perkiraan angka median dari 16 ekonom adalah sekitar 5,11 persen pada Oktober-Desember, sedikit lebih rendah dari tingkat tahunan 5,17 persen pada kuartal ketiga.

Untuk keseluruhan tahun 2018, negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini kemungkinan tumbuh 5,15 persen, menurut jajak pendapat. Itu akan menjadi pertumbuhan tercepat sejak tahun 2013 dan di atas 5,07 persen pada tahun 2017.

Laporan PDB pada Rabu (27/1) akan menjadi yang terakhir sebelum pemilihan umum 17 April 2019, dan akan menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan tahunan berada di kisaran lima persen selama jangka waktu lima tahun jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang tidak berhasil memenuhi janjinya untuk meningkatkan pertumbuhan tujuh persen.

Jokowi—yang sedang mengejar masa jabatan kedua—ditantang oleh mantan jenderal Prabowo Subianto.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa 2018 “bukanlah tahun yang mudah”, mengingat gejolak pasar yang berakar pada kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) dan perang dagang AS dan China.

Dia menyebut prediksi pertumbuhan pemerintah 5,17 persen untuk 2018 adalah “sebuah bukti ketahanan ekonomi Indonesia.”

Pada tahun 2018, mata uang rupiah jatuh ke level terlemah dalam 20 tahun sebelum pulih menjelang akhir tahun.

Untuk mencegah arus modal keluar, bank sentral menaikkan suku bunga enam kali sebesar 175 basis poin. Pemerintahan Jokowi mengambil serangkaian langkah untuk mengekang impor dan mendukung rupiah dalam menghadapi defisit perdagangan dan neraca berjalan yang cukup besar.

Rahul Bajoria—ahli ekonomi yang berbasis di Singapura di Barclays—mengatakan bahwa menurunnya pertumbuhan kuartal keempat mencerminkan defisit perdagangan yang besar yang berasal dari ekspor yang buruk dan impor yang tinggi.

Para ahli ekonomi memperkirakan akan sulit untuk menaikkan tingkat pertumbuhan tahun ini, terutama dengan perlambatan pertumbuhan global dan ketidakpastian besar, termasuk seberapa dalam perlambatan China dan apakah akan ada kesepakatan untuk menyelesaikan perang perdagangan AS-China.

Baca juga: Dinamika Ekonomi Indonesia Tahun 2019

Memberi bantuan bisa dianggap sebagai pengeluaran kampanye untuk pemilu, yang dapat mendorong konsumsi, sementara proyek infrastruktur yang baru selesai—seperti kereta bawah tanah di Jakarta—dapat meningkatkan produktivitas.

Pemerintah memiliki target 5,3 persen untuk tahun ini, tetapi Sri Mulyani memperingatkan akan adanya penurunan, mempertimbangkan perang dagang, Brexit, dan perlambatan ekonomi China.

“Kami tidak khawatir, tetapi kami harus waspada. Ini adalah risiko untuk tahun 2019,” katanya.

Keterangan foto utama: Sebuah kapal tunda terlihat di dekat tumpukan kontainer di pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Indonesia, 5 November 2018. (Foto: Reuters/Beawiharta)

Survei Reuters: Pertumbuhan PDB Indonesia Melambat di Kuartal Keempat

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top