Swiss dan Indonesia Tandatangani Perjanjian Atasi Kejahatan Internasional
Berita Politik Indonesia

Swiss-Indonesia Tandatangani Perjanjian Atasi Kejahatan Internasional

Berita Internasional >> Swiss-Indonesia Tandatangani Perjanjian Atasi Kejahatan Internasional

Indonesia dan Swiss tandatangani perjanjian Mutual Legal Asisstance (MLA), tentang bantuan timbal balik dalam masalah pidana untuk mengurangi kejahatan internasional. Perjanjian itu akan mengurangi persyaratan formal dan mempercepat bantuan hukum timbal balik antara kedua negara. Perjanjian MLA itu ditandatangani leh Menteri Kehakiman Swiss Karin Keller-Sutter dan Menteri Hukum dan HAM Indonesia Yasonna H. Laoly.

Baca Juga: Swiss Memilih ‘Tidak’ dalam Referendum Kedaulatan

Oleh: Swiss Info

Hari Senin (4/2), Swiss dan Indonesia menandatangani perjanjian Mutual Legal Assistance (MLA), tentang bantuan timbal balik dalam masalah pidana yang bertujuan menjalin kerja sama untuk memerangi kejahatan internasional.

Kesepakatan itu ditulis di Bern oleh Menteri Kehakiman Swiss Karin Keller-Sutter yang baru dilantik dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Yasonna H. Laoly. Perjanjian Swiss dan Indonesia tersebut akan mulai berlaku setelah diratifikasi secara hukum oleh kedua negara, untuk Swiss yakni setelah persetujuan parlemen.

Menurut pernyataan oleh tautan eksternal Kantor Pengadilan Federal Swiss (FOJ), perjanjian tersebut memberikan dasar dalam hukum internasional di mana kedua negara dapat bekerja sama untuk mendeteksi dan menuntut kegiatan kriminal internasional seperti korupsi dan pencucian uang.

Berdasarkan Konvensi Eropa tentang Bantuan Timbal Balik dalam Masalah Pidana dan Undang-Undang Federal tentang Bantuan Timbal Balik Internasional dalam Masalah Pidana, kesepakatan itu akan mengurangi persyaratan formal dan mempercepat bantuan hukum timbal balik antara kedua negara.

Hak asasi manusia secara jelas disebut dalam perjanjian: jika dicurigai terdapat pelanggaran hak-hak dasar, menurut FOJ, Swiss dapat menolak untuk memberikan bantuan.

Baca Juga: 10 Fakta Davos Anda Perlu Tahu

Perjanjian ini mirip dengan yang telah ditandatangani oleh Swiss dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari dorongan pemerintah untuk meningkatkan kerjasama internasional dan transparansi, serta “memastikan integritas negara sebagai pusat keuangan,” seperti yang dituturkan oleh FOJ.

Perjanjian kali ini dilakukan hanya beberapa bulan setelah Swiss dan Indonesia menandatangani perjanjian perdagangan bebas yang secara khusus menjamin tingkat perlindungan paten yang setara untuk barang-barang Swiss maupun Indonesia yang diproduksi di Indonesia.

Keterangan foto utama: Menteri Kehakiman Swiss Karin Keller-Sutter dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Yasonna H. Laoly. (Foto: Keystone/Peter Klaunzer)

Swiss-Indonesia Tandatangani Perjanjian Atasi Kejahatan Internasional

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top