Taliban
Timur Tengah

Taliban: Setengah Tentara AS Akan Tinggalkan Afghanistan pada 1 Mei

Kemajuan telah dibuat dengan para pemimpin Taliban untuk mengakhiri perang yang dipimpin AS selama 17 tahun senilai $1 triliun itu. (Foto: Reuters/Maxim Shemetov)
Berita Internasional >> Taliban: Setengah Tentara AS Akan Tinggalkan Afghanistan pada 1 Mei

Perwakilan Taliban mengatakan bahwa setengah tentara AS akan meninggalkan Afghanistan pada 1 Mei, dan akan memulai penarikan itu pada awal Februari. Militer AS, bagaimanapun, menyangkal bahwa penarikan 50 persen dari pasukannya akan dimulai bulan ini, seperti yang dikatakan perwakilan Taliban itu.

Baca juga: Pemerintah Sesali Pembicaraan Taliban dan Oposisi Afghanistan di Rusia

Oleh: Al Jazeera

Seorang pejabat Taliban mengatakan pada Rabu (6/2), bahwa Amerika Serikat (AS) telah berjanji untuk menarik setengah dari pasukannya dari Afghanistan pada akhir bulan April, tetapi militer AS mengatakan bahwa tidak ada kerangka waktu yang ditetapkan.

Abdul Salam Hanafi, yang berbicara di sela-sela pertemuan di Moskow antara Taliban dan tokoh-tokoh penting Afghanistan lainnya, mengatakan bahwa para pejabat Amerika berjanji penarikan akan dimulai bulan ini.

“Amerika mengatakan kepada kami bahwa dari awal Februari hingga akhir April, setengah dari pasukan dari Afghanistan akan ditarik,” kata Hanafi kepada para wartawan.

Namun juru bicara Pentagon, Kolonel Angkatan Darat Rob Manning, mengatakan bahwa militer AS tidak menerima perintah untuk mulai menarik diri.

“Perundingan damai dengan Taliban terus berlanjut, tetapi (Departemen Pertahanan) belum menerima arahan untuk mengubah struktur pasukan di Afghanistan,” kata Manning.

‘Tidak ada tanggal yang ditetapkan’

Seorang juru bicara militer AS di Kabul juga membantah penarikan pasukan segera.

“Jika semua pihak melakukan apa yang diperlukan untuk mencegah Afghanistan agar tidak digunakan sebagai platform untuk terorisme, dan berdasarkan kondisinya, itu memungkinkan kami bersedia melihat perubahan dalam kehadiran pasukan,” katanya kepada kantor berita AFP.

Sher Mohammad Abbas Stanikzai, kepala delegasi Taliban di Moskow, juga membantah komentar Hanafi sebelumnya tentang penarikan Amerika, dan mengatakan bahwa belum ada tanggal yang ditetapkan.

Hanafi mengatakan, Washington dan Taliban sepakat bahwa semua pasukan asing pada akhirnya akan pergi, dan Afghanistan tidak akan pernah digunakan sebagai pangkalan untuk serangan terhadap AS.

Dia menambahkan bahwa AS dan Taliban masing-masing akan membuat komite teknis yang “akan bekerja sesuai jadwal untuk penarikan pasukan yang tersisa”.

AS dan Taliban

Pertemuan baru-baru ini antara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, perwakilan khusus Amerika Serikat, dan Taliban relatif berhasil. (Foto: AFP)

Pemerintah tidak hadir

Taliban memasuki hari kedua perundingan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan para politisi Afghanistan yang kuat di Moskow pada Rabu (6/2), mengesampingkan pemerintah Kabul. Tidak ada pejabat pemerintah yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Stanikzai membuat penampilan langka di depan media internasional bersama mantan Presiden Hamid Karzai setelah perundingan selesai.

“Itu sangat sukses. Kami menyepakati banyak hal dan saya berharap bahwa di masa depan kami bisa berhasil lebih lanjut, dan akhirnya kami bisa mencapai solusi, dan kita dapat menemukan kedamaian total di Afghanistan,” kata Stanikzai.

Karzai menyebut diskusi itu “sangat memuaskan”.

KTT Moskow berlangsung seminggu setelah Taliban mengadakan pembicaraan terpisah yang bertujuan mengakhiri 17 tahun pertempuran, dengan para perunding Amerika di Qatar. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani juga tidak diundang dalam perundingan di Doha.

Seorang jenderal tinggi AS mengatakan, Kabul harus terlibat dalam perundingan agar desakan untuk mencapai kesepakatan damai itu dapat berhasil.

“Pada akhirnya, kita perlu melakukan diskusi Taliban-Afghanistan,” Jenderal Joseph Votel, Kepala Komando Pusat AS, mengatakan kepada para legislator AS.

“Hanya mereka yang akan bisa menyelesaikan masalah utama yang terlibat dalam perselisihan ini.”

‘Sebuah fantasi’

Ghani mengatakan bahwa dia telah berbicara pada Selasa (5/2) malam dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, dan menekankan pentingnya “memastikan sentralitas pemerintah Afghanistan dalam proses perdamaian”.

Presiden Afghanistan itu telah melampiaskan rasa frustasinya karena disingkirkan, ketika musuh-musuh politiknya berdoa dan makan malam dengan Taliban sambil mendiskusikan masa depan negara itu.

Baca juga: Sudah Waktunya Amerika Percaya kepada Taliban

“Pertemuan Moskow tidak lebih dari fantasi. Tidak ada yang bisa memutuskan tanpa persetujuan rakyat Afghanistan,” kata Ghani kepada media Afghanistan TOLOnews.

“Mereka yang berkumpul di Moskow tidak memiliki otoritas eksekutif. Mereka dapat mengatakan apa pun yang mereka inginkan, tetapi siapa yang mereka wakili?”

Konferensi Moskow adalah keterlibatan paling signifikan Taliban dengan para pemimpin Afghanistan dalam sejarah baru-baru ini.

Berbicara kepada para utusan Afghanistan—beberapa di antaranya adalah perempuan—Taliban berjanji untuk melonggarkan beberapa pembatasan pada perempuan dan tidak mencari monopoli kekuasaan.

Keterangan foto utama: Kemajuan telah dibuat dengan para pemimpin Taliban untuk mengakhiri perang yang dipimpin AS selama 17 tahun senilai $1 triliun itu. (Foto: Reuters/Maxim Shemetov)

Taliban: Setengah Tentara AS Akan Tinggalkan Afghanistan pada 1 Mei

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top