Uni Eropa Masukkan Arab Saudi ke Daftar Hitam Pencucian Uang, Inggris Geram
Eropa

Uni Eropa Masukkan Arab Saudi ke Daftar Hitam Pencucian Uang, Inggris Geram

Berita Internasional >> Uni Eropa Masukkan Arab Saudi ke Daftar Hitam Pencucian Uang, Inggris Geram

Uni Eropa (UE) memasukkan Arab Saudi ke daftar hitam negara-negara yang melakukan pencucian uang dan pendanaan terorisme, keputusan yang disesali oleh Saudi. Terlepas dari kerusakan reputasi, dimasukkannya negara-negara tersebut dalam daftar itu mempersulit hubungan keuangan dengan UE. Bank-bank UE harus melakukan pemeriksaan tambahan pada pembayaran yang melibatkan entitas dari yurisdiksi yang terdaftar.

Oleh: Francesco Guarascio (Reuters)

Baca Juga: Terduga Pembunuh Jamal Khashoggi Ditunjuk Jadi Duta Besar Arab Saudi

Komisi Eropa menambahkan Arab Saudi, Panama, Nigeria, dan yurisdiksi lain ke daftar hitam negara-negara yang dianggap sebagai ancaman karena lemahnya kontrol pada pendanaan terorisme dan pencucian uang, kata eksekutif Uni Eropa (UE), pada Rabu (13/2).

Langkah ini merupakan bagian dari tindakan keras terhadap pencucian uang setelah beberapa skandal di bank-bank UE, tetapi telah dikritik oleh beberapa negara Uni Eropa termasuk Inggris yang khawatir tentang hubungan ekonomi mereka dengan negara-negara yang didaftarkan, terutama Arab Saudi.

Pemerintah Saudi mengatakan bahwa mereka menyesali keputusan itu, dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Saudi Press Agency, dan menambahkan: “Komitmen Arab Saudi untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme adalah prioritas strategis.”

Panama mengatakan bahwa mereka harus dihapus dari daftar tersebut karena baru-baru ini mengadopsi aturan yang lebih kuat terhadap pencucian uang.

Meskipun ada tekanan untuk mengecualikan Riyadh dari daftar itu, namun komisi tersebut memutuskan untuk mendaftarkan kerajaan Saudi, yang mengonfirmasi laporan Reuters pada bulan Januari.

Terlepas dari kerusakan reputasi, dimasukkannya negara-negara tersebut dalam daftar itu mempersulit hubungan keuangan dengan UE. Bank-bank UE harus melakukan pemeriksaan tambahan pada pembayaran yang melibatkan entitas dari yurisdiksi yang terdaftar.

Daftar ini sekarang mencakup 23 yurisdiksi, meningkat dari 16. Komisi tersebut mengatakan telah menambahkan tuduhan terhadap negara-negara tersebut dengan “kekurangan strategis dalam anti-pencucian uang dan dalam melawan rezim pendanaan terorisme”.

Pendatang baru lainnya dalam daftar tersebut adalah Libya, Botswana, Ghana, Samoa, Bahama, dan empat wilayah Amerika Serikat (AS) di Samoa Amerika, Kepulauan Virgin AS, Puerto Riko, dan Guam.

Negara-negara lain yang terdaftar adalah Afghanistan, Korea Utara, Ethiopia, Iran, Irak, Pakistan, Sri Lanka, Suriah, Trinidad dan Tobago, Tunisia, dan Yaman.

Bosnia, Guyana, Laos, Uganda, dan Vanuatu dihapus dari daftar tersebut.

Baca Juga: Laporan Arab Saudi Berbeda dengan Temuan CIA atas Pembunuhan Khashoggi

Buruk untuk Bisnis?

Ke-28 negara anggota UE sekarang memiliki satu bulan—yang dapat diperpanjang menjadi dua bulan—untuk mendukung daftar tersebut. Mereka bisa menolaknya dengan suara mayoritas yang memenuhi syarat. Komisioner keadilan Uni Eropa Vera Jourova—yang mengusulkan daftar itu—mengatakan pada konferensi pers, bahwa dia yakin negara-negara UE tidak akan memblokirnya.

Dia mengatakan bahwa itu mendesak untuk bertindak, karena “risikonya menyebar seperti api di sektor perbankan”.

Namun kekhawatiran tetap ada. Inggris—yang berencana meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 29 Maret—mengatakan pada Rabu (13/2), bahwa daftar itu dapat “membingungkan bisnis” karena menyimpang dari daftar yang lebih kecil yang disusun oleh Satuan Tugas Aksi Keuangan (FATF), yang merupakan penentu standar global untuk anti- pencucian uang.

Daftar FATF tersebut mencakup 12 yurisdiksi—semuanya ada dalam daftar hitam UE—tetapi tidak termasuk wilayah Arab Saudi, Panama, dan AS. FATF akan memperbarui daftar tersebut minggu depan.

London telah memimpin perlawanan terhadap daftar Uni Eropa tersebut dalam beberapa hari terakhir, dan pada pertemuan tertutup mendesak agar Arab Saudi dikecualikan, sumber Uni Eropa mengatakan kepada Reuters.

Kerajaan Saudi yang kaya minyak adalah importir utama barang dan senjata dari UE dan beberapa bank besar Inggris yang beroperasi di negara itu. Royal Bank of Scotland adalah bank Eropa dengan omset terbesar di Arab Saudi, dengan sekitar 150 juta euro ($169 juta) pada tahun 2015, menurut data publik.

HSBC adalah bank Eropa paling sukses di Riyadh. Perusahaan itu membukukan laba sebesar 450 juta euro pada tahun 2015 di Kerajaan Saudi, tetapi mengungkapkan tidak ada pergantian dan tidak ada karyawan di sana, menurut data publik yang dirilis berdasarkan peraturan UE.

“Inggris akan terus bekerja dengan Komisi untuk memastikan bahwa daftar yang mulai berlaku tersebut memberikan kepastian bagi bisnis, dan seefektif mungkin dalam mengatasi keuangan gelap,” kata juru bicara Departemen Keuangan Inggris.

‘Mesin Cuci’ yang Hilang

Kriteria yang digunakan untuk memasukkan negara-negara tersebut ke dalam daftar hitam, termasuk sanksi yang lemah terhadap pencucian uang dan pendanaan terorisme, kerja sama yang tidak memadai dengan UE mengenai masalah ini, dan kurangnya transparansi tentang pemilik keuntungan dari perusahaan dan kerja sama.

Lima dari negara-negara yang terdaftar sudah dimasukkan dalam daftar hitam Uni Eropa bebas pajak. Mereka adalah Samoa, Trinidad dan Tobago, dan tiga wilayah AS di Samoa Amerika, Guam, dan Kepulauan Virgin AS.

Baca Juga: AS Selidiki Arab Saudi atas Dugaan Pemberian Senjata ke Al Qaeda dan Iran

Para kritikus mengatakan bahwa daftar itu tidak mencantumkan beberapa negara yang terlibat dalam skandal pencucian uang di Eropa.

“Beberapa ‘mesin cuci’ uang kotor terbesar masih hilang. Itu termasuk Rusia, Kota London dan wilayah lepas pantainya, serta Azerbaijan,” kata anggota parlemen Greens Sven Giegold, yang duduk di komite khusus Parlemen Eropa untuk kejahatan keuangan.

Jourova mengatakan bahwa Komisi akan terus memantau yurisdiksi lain yang belum terdaftar. Beberapa negara-negara yang akan diawasi secara ketat adalah Amerika Serikat dan Rusia.

Pelaporan tambahan oleh Alistair Smout di London dan Mohamed El-Sherif di Kairo; Penulisan oleh Francesco Guarascio di Brussels; Penyuntingan oleh Mark Heinrich dan Rosalba O’Brien.

Keterangan foto utama: Markas Komisi Eropa di Brussels. (Foto: Reuters/Francois Lenoir/File Photo)

Uni Eropa Masukkan Arab Saudi ke Daftar Hitam Pencucian Uang, Inggris Geram

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top