uni eropa
Eropa

Waktu Semakin Mepet, Uni Eropa Tolak Negosiasi Baru Brexit

Berita Internasional >> Waktu Semakin Mepet, Uni Eropa Tolak Negosiasi Baru Brexit

Perdana Menteri Inggris sedang bersiap untuk kembali ke Uni Eropa dalam upaya untuk menegosiasikan kembali bagian-bagian penting dari perjanjian Brexit-nya. Tetapi Brussels mengatakan bahwa kesepakatan itu “tidak terbuka untuk negosiasi ulang,” yang membuka jalan bagi bentrokan langsung. Semantara itu, tenggat waktu tanggal 29 Maret bagi Inggris meninggalkan Uni Eropa semakin dekat.

Oleh: Deutsche Welle

Para pemimpin Eropa tetap bersikap teguh pada Selasa (29/1) malam, setelah parlemen Inggris memilih untuk mengirim Perdana Menteri Theresa May kembali ke Brussels untuk menegosiasikan kembali perjanjian penarikan yang didukung Uni Eropa.

“Kami terus mendesak pemerintah Inggris untuk mengklarifikasi niatnya sehubungan dengan langkah-langkah selanjutnya sesegera mungkin,” kata juru bicara Presiden Dewan Eropa Donald Tusk.

“Hambatan ini adalah bagian dari Perjanjian Penarikan, dan Perjanjian Penarikan tidak terbuka untuk negosiasi ulang.”

Juru bicara Tusk mengacu pada hambatan perbatasan Irlandia—langkah yang termasuk dalam rancangan kesepakatan Brexit untuk mencegah perbatasan ketat antara Republik Irlandia dan Irlandia Utara Inggris.

“Perjanjian Penarikan adalah dan tetap akan menjadi cara terbaik dan satu-satunya untuk memastikan penarikan Inggris secara teratur dari Uni Eropa.”

Baca Juga: Referendum Brexit Kedua dapat Perburuk Kekacauan Politik Inggris

‘Tidak akan mudah’

Meskipun Brussels berulang kali menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk negosiasi baru, namun parlemen Inggris pada Selasa (29/1) melakukan pemungutan suara yang mendukung amandemen yang mendorong May pergi ke Brussels untuk menemukan “pengaturan alternatif” untuk hambatan Irlandia.

May—yang mendukung tuntutan perubahan kebijakan besar pada kesepakatan itu—mengatakan bahwa terdapat “sedikit keinginan” di Uni Eropa untuk menegosiasikan kembali bagian-bagian dari rancangan perjanjian tersebut.

“Itu tidak akan mudah,” kata May. “Tapi berbeda dengan dua minggu yang lalu, dewan ini telah memperjelas apa yang dibutuhkan untuk menyetujui perjanjian penarikan.”

Sejak pemerintah May mengamankan kesepakatan dengan UE tahun lalu, ia kesulitan menjualnya kepada anggota parlemen Inggris, termasuk beberapa di partainya sendiri. Awal bulan ini, parlemen Inggris membatalkan kesepakatan tersebut, di mana hampir dua pertiga suara menentangnya.

Di Irlandia, para pejabat telah memperingatkan bahwa perbatasan ketat di pulau itu akan merusak Perjanjian Jumat Agung, yang mengakhiri puluhan tahun kekerasan sektarian. Dengan demikian, pemerintah Irlandia menjelaskan bahwa rancangan kesepakatan itu “tidak terbuka untuk negosiasi ulang.”

Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney menyuarakan posisi Uni Eropa, dan mengatakan: “Kami berharap (hambatan ini) tidak akan pernah digunakan, atau digantikan dengan cepat oleh perjanjian hubungan masa depan. Tetapi itu perlu, dan perkembangan malam ini di Westminster tidak melakukan apa pun untuk mengubah ini.”

May telah berjanji untuk menegosiasikan kembali kesepakatan itu atau kembali ke parlemen untuk memilih jalan baru pada tanggal 13 Februari. Tetapi beberapa orang mengatakan bahwa itu mungkin sedikit terlambat, dengan batas waktu Brexit tanggal 29 Maret semakin dekat tanpa kesepakatan yang terlihat.

Baca Juga: Akankah Brexit Menghancurkan Partai Konservatif Inggris?

Keterangan foto utama: Perdana Menteri Inggris Theresa May pergi setelah konferensi pers usai pertemuan khusus Uni Eropa untuk mendukung perjanjian penarikan Brexit. (Foto: Agence France-Presse/Getty Images/Emmanuel Dunand)

Waktu Semakin Mepet, Uni Eropa Tolak Negosiasi Baru Brexit

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top