Warga Polandia
Berita Politik Indonesia

Warga Polandia yang Didakwa Makar Mengaku Alami Kekerasan di Penjara

Terdakwa Jakub Fabian Skrzypski (kanan) dan Simon Magal ketika hadir di Pengadilan Negeri Wamena, Papua, 16 Desember 2018. (Foto: Latifah Anum Siregar)
Berita Internasional >> Warga Polandia yang Didakwa Makar Mengaku Alami Kekerasan di Penjara

Seorang warga Polandia yang diadili karena diduga makar—setelah ia berkumpul dengan para pendukung kemerdekaan Papua—mengaku bahwa ia mengalami kekerasan di penjara. Ia mengatakan bahwa para pengunjung penjara menyerangnya dan mengancam akan membunuhnya, seiring para penjaga menyaksikannya. Kapolres Jayawijaya Tonny Ananda, membantah ada perlakuan buruk, dan mengatakan bahwa para petugas telah “mencoba yang terbaik” untuk memenuhi permintaan pasokan Skrzypski seperti susu.

Baca juga: Orang Asing dalam Plot Kudeta Papua: Pedagang Senjata atau Turis Petualang?

Oleh: The Associated Press

Sebuah pernyataan tulisan tangan sepanjang dua halaman oleh Jakub Skrzypski merinci peristiwa selama tiga hari berturut-turut mulai tanggal 30 Januari, di mana ia diserang atau diancam oleh orang-orang yang mengenakan kaos yang bertuliskan “Brimob”—Korps Brigade Mobil.

Skrzypski—pria yang senang berkeliling dunia yang telah tinggal di Swiss selama bertahun-tahun—ditangkap di wilayah Papua pada bulan Agustus, dan dituduh berkomplot melawan negara. Dia diadili bersama dengan warga Papua yang telah berhubungan dengannya, Simon Magal.

Baca juga: Warga Polandia Penyelundup Senjata ke Papua Berisiko Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

Pernyataan Skrzypski—yang diberikan kepada The Associated Press oleh salah seorang pengacaranya—mengatakan bahwa ia dipukul melalui pintu sel di pusat penahanan polisi di Wamena, dan diludahi oleh orang-orang yang mengancam akan kembali untuk membunuhnya jika ia dinyatakan bersalah.

“Yang mengherankan adalah ketidakpedulian total dari para penjaga tahanan. Saya bahkan bertanya-tanya apakah mereka akan membuka pintu sel untuk memungkinkan kami diserang di dalam atau dibawa pergi,” tulisnya.

Kapolres Jayawijaya Tonny Ananda, membantah ada perlakuan buruk, dan mengatakan bahwa para petugas telah “mencoba yang terbaik” untuk memenuhi permintaan pasokan Skrzypski seperti susu.

“Dia selalu tidak puas dan mengarang cerita buruk untuk mendiskreditkan polisi Indonesia,” kata Ananda.

Baca juga: Indonesia Tiru Cara Keras China untuk Perkuat Kendali atas Papua Barat

Skrzypski menghadapi 20 tahun penjara dan kasusnya telah menyoroti sensitivitas Indonesia terkait pemberontakan yang telah berlangsung lama di wilayah Papua, yang menempati bagian barat pulau Papua. Pemerintah Indonesia membatasi wartawan asing untuk meliput di wilayah tersebut.

Pengacara hak asasi manusia Latifah Anum Siregar, mengatakan bahwa dia memprotes perlakuan terhadap Skrzypski di sidang pengadilan pada Kamis (7/2).

Keterangan foto utama: Terdakwa Jakub Fabian Skrzypski (kanan) dan Simon Magal ketika hadir di Pengadilan Negeri Wamena, Papua, 16 Desember 2018. (Foto: Latifah Anum Siregar)

Warga Polandia yang Didakwa Makar Mengaku Alami Kekerasan di Penjara

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top