Timur Tengah

Pasukan Israel Kembali Mengunci Gerbang Kota Tua Masjid Al-Aqsa Yerusalem

Berita Internasional >> Pasukan Israel Kembali Mengunci Gerbang Kota Tua Masjid Al-Aqsa Yerusalem

Polisi militer Israel pada hari Minggu (17/2) malam kembali mengunci gerbang logam yang mengarah ke Gerbang al-Rahmeh yang bersejarah di dinding timur Kota Tua Yerusalem, menurut Wakaf Agama Islam dalam sebuah pernyataan. Pasukan Israel menahan setidaknya lima warga Palestina yang menentang langkah-langkah keamanan baru. Para pemukim Israel berusaha untuk menggalang dukungan bagi peningkatan kehadiran Yahudi di situs tersebut melalui kunjungan harian untuk mengubah status quo agama dari kompleks Al-Aqsa seperti yang disepakati antara Israel dan Yordania, penanggungjawab situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem. 

Oleh: Mustafa Abu Sneineh (Middle East Eye)

Pasukan Israel mengalami bentrok dengan jamaah Palestina pada hari Senin (18/2) di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki Israel, setelah dianggap upaya untuk mengubah status quo di Kota Tua yang dipenuhi suasana tegang.

Polisi militer Israel pada hari Minggu (17/2) malam kembali mengunci gerbang logam yang mengarah ke Gerbang al-Rahmeh yang bersejarah di dinding timur Kota Tua Yerusalem, menurut Wakaf Agama Islam dalam sebuah pernyataan.

Berbagai perubahan tersebut dimulai setelah umat Muslim Palestina melakukan ibadah siang di depan gerbang yang tertutup sebagai protes atas rantai baru yang dipasang oleh pasukan Israel di gerbang yang mengarah ke al-Rahmeh.

Warga Palestina menendang gerbang dan berusaha membukanya, sebelum polisi Israel menyerang mereka dan menangkap lima orang di antaranya, untuk sementara waktu menutup semua gerbang yang mengarah ke kompleks Al-Aqsa. Beberapa kantor berita Palestina mengunggah video yang menunjukkan orang-orang Palestina ditahan oleh pasukan Israel di dalam kompleks.

Hatem Abdel Qader, seorang anggota Wakaf Agama Islam, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Israel telah menutup area Gerbang al-Rahmeh sejak tahun 2003 dengan perintah pengadilan.

“Daerah ini adalah bagian dari 144 ribu meter persegi kompleks Al-Aqsa. Semua gerbang, tangga, kubah dan pekarangannya adalah bagian dari masjid. Jika orang tidak memprotes hari ini terhadap tindakan Israel, langkah itu akan memiliki konsekuensi, seperti mengambil bagian ini dari Masjid Al-Aqsa dengan merebutnya,” kata Abdel Qader.

Dia menambahkan bahwa meskipun ukuran Gerbang al-Rahmeh cukup besar, polisi Israel melarang karyawan dan pekerja Wakaf Agama Islam, yang mengelola Al-Aqsa, untuk menggunakannya memasuki kompleks keagamaan tersebut.

Meskipun berada di bawah pendudukan Israel, kompleks Al-Aqsa masih dikelola oleh Wakaf Islam. Para pemukim Israel secara teratur memasuki kompleks Al-Aqsa disertai oleh pasukan Israel, seringkali melakukan ibadah Yahudi di situs tersebut meskipun ada peraturan yang melarang non-Muslim beribadah di sana.

Warga Yahudi Israel percaya bahwa kompleks Masjid Al-Aqsa berdiri di atas tempat Kuil Kedua milenium pernah berdiri. Beberapa aktivis sayap kanan Israel telah mengadvokasikan penghancuran kompleks Al-Aqsa untuk membangun Kuil Ketiga.

Para pemukim Israel berusaha untuk menggalang dukungan bagi peningkatan kehadiran Yahudi di situs tersebut melalui kunjungan harian untuk mengubah status quo agama dari kompleks Al-Aqsa seperti yang disepakati antara Israel dan Yordania, penanggungjawab situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem.

Wakaf mengeluarkan pernyataan menuntut agar kunci di gerbang logam dan daerah Gerbang Al-Rahmeh ke Palestina segera dibuka untuk ibadah. Anggota Wakaf bertemu pada hari Rabu (13/2) untuk membahas masalah ini, menurut Abdel Qader.

“Yordania harus bergerak dan menghentikan ini. Jika upaya diplomatik tidak berhasil, orang-orang mungkin terpaksa untuk memprotes seperti yang mereka lakukan ketika Israel memasang detektor gerbang logam pada musim panas 2017 di depan gerbang Al-Aqsa,” katanya.

Warga Palestina khawatir bahwa setiap perubahan pada status quo di Al-Aqsa, situs tersuci ketiga di agama Islam, bertujuan untuk menghapuskan klaim mereka terhadap wilayah tersebut dan selanjutnya memadamkan aspirasi mereka untuk hak penuh dan negara mereka sendiri dengan Yerusalem sebagai ibu kota.

Bulan Januari 2019, polisi Israel memaksa menutup Kubah Batu, yang terletak di dalam kompleks Al-Aqsa, selama hampir lima jam. Tindakan tersebut bertujuan mencegah umat Muslim berdoa di dalamnya, setelah penjaga Kubah mencegah seorang polisi Israel mengenakan peci Yahudi memasuki kuil.

Keterangan foto utama: Para demonstran Palestina di kompleks masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem. (Foto: AFP)

Pasukan Israel Kembali Mengunci Gerbang Kota Tua Masjid Al-Aqsa Yerusalem

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top