Kudeta Papua
Berita Politik Indonesia

Pengadilan Warga Polandia Soroti Masalah Papua di Indonesia

Berita Internasional >> Pengadilan Warga Polandia Soroti Masalah Papua di Indonesia

Persidangan yang sedang berlangsung terhadap Jakub Skrypski telah menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut tentang masalah Papua yang sudah berlangsung lama di Indonesia. Warga Polandia itu ditangkap atas tuduhan pengkhianatan, karena dianggap bersekongkol dengan kelompok separatis Papua Barat. Skrypski mengatakan ia telah mengalami kekerasan di penjara, yang menyoroti masalah HAM dan demokrasi di Indonesia.

Baca juga: Warga Polandia Penyelundup Senjata ke Papua Berisiko Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

Oleh: The Diplomat

Seorang warga Polandia diadili dengan tuduhan pengkhianatan di Indonesia, setelah bertemu dengan para pendukung kemerdekaan Papua, mengatakan bahwa para pengunjung penjara itu menyerangnya dan mengancam akan membunuhnya, sambil disaksikan oleh para penjaga. Perkembangan kasus ini sekali lagi menyoroti masalah Papua, salah satu dari beberapa tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia di bidang demokrasi dan hak asasi manusia.

Provinsi Papua, yang berbatasan dengan wilayah Papua Nugini yang merdeka di utara Australia, adalah bekas jajahan Belanda yang menyatakan dri merdeka pada tahun 1961, sebelum dikendalikan oleh Indonesia beberapa tahun kemudian. Pemberontakan tingkat rendah telah bertahan melawan pemerintah selama beberapa dekade di tengah tuduhan pembunuhan di luar hukum dan pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan keamanan Indonesia. Masalah Papua hingga kini tetap menjadi masalah yang sangat sensitif bagi Indonesia.

Dalam sebuah insiden terkenal bulan Agustus 2018, Jakub Skrypski, seorang pelancong yang telah berkeliling dunia dan sempat tinggal di Swiss selama bertahun-tahun, ditangkap di wilayah paling timur Indonesia, Papua, dan dituduh berkomplot membantu pemberontakan melawan negara. Skrypski diadili bersama dengan seorang warga Papua yang telah dihubunginya, Simon Magal, dan persidangan telah dimulai bulan Januari 2019 setelah beberapa kali ditunda.

Karena ini telah terjadi, lebih banyak rincian mulai dirilis tentang insiden tersebut dan masalah Papua secara lebih umum. Pernyataan tulisan tangan sepanjang dua halaman oleh Jakub Skrzypski merinci tiga hari berturut-turut mulai tanggal 30 Januari 2019, di mana ia diserang atau diancam oleh orang-orang yang mengenakan kaus bertuliskan “Brimob.”

Baca juga: Orang Asing dalam Plot Kudeta Papua: Pedagang Senjata atau Turis Petualang?

Pernyataan Skrzypski, yang diberikan kepada The Associated Press oleh salah seorang pengacaranya, mengatakan ia dipukul melalui pintu sel di pusat penahanan polisi di Wamena dan diludahi oleh orang-orang yang mengancam akan kembali untuk membunuhnya jika ia dinyatakan bersalah. “Yang mencolok adalah ketidakpedulian sepenuhnya dari penjaga. Saya bahkan bertanya-tanya apakah mereka akan membuka pintu sel untuk memungkinkan kami dilecehkan di dalam sel atau dibawa pergi,” tulisnya.

Kepala Kepolisian Kabupaten Jayawijaya Tonny Ananda membantah adanya perlakuan buruk dan mengatakan bahwa para pejabat telah “mencoba yang terbaik” untuk memenuhi permintaan Skrzypski terhadap kebutuhan harian seperti susu. “Dia selalu tidak puas dan mengarang cerita buruk untuk menjelekkan polisi Indonesia,” kata Tonny.

Baca juga: Indonesia Tiru Cara Keras China untuk Perkuat Kendali atas Papua Barat

Skrzypski menghadapi tuntutan hingga 20 tahun penjara dan kasusnya telah menyoroti sensitivitas ekstrem Indonesia tentang pemberontakan yang telah berlangsung lama di wilayah Papua. Pemerintah Indonesia selama ini membatasi wartawan asing yang ingin meliput wilayah tersebut.

Pengacara hak asasi manusia Latifah Anum Siregar mengatakan bahwa dia memprotes perlakuan terhadap Skrzypski di sidang pengadilan pada hari Kamis (7/2).

Ditulis oleh The Associated Press. Laporan tambahan oleh The Diplomat.

Keterangan foto utama: Jakub Skrzypski, dengan janggut lebat dan rambut diikat ke belakang, ditahan di sel penjara kecil yang gelap sembari menunggu persidangan. (Foto: Febriana Firdaus)

 

Pengadilan Warga Polandia Soroti Masalah Papua di Indonesia

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top