Penduduk Asli Sabah
Asia

Proposal Pengakuan Suku Bugis dan Jawa sebagai Penduduk Asli Sabah Ditolak

Berita Internasional >> Proposal Pengakuan Suku Bugis dan Jawa sebagai Penduduk Asli Sabah Ditolak

Kelompok pembela hak rakyat di Sabah, Malaysia, menolak proposal pemerintah untuk menjadikan Suku Bugis dan Jawa sebagai penduduk asli Sabah. Ketua kelompok itu mengatakan, Suku Bugis dan Jawa berasal dari Indonesia yang datang ke Sabah dan jumlahnya bertambah banyak dari waktu ke waktu. Dia juga mendesak Ketua Menteri Datuk Seri Mohd Shafie Apdal untuk menarik kembali pernyataan Aidi dengan menyatakan bahwa tidak akan ada pengakuan untuk Bugis dan Jawa sebagai penduduk asli.

Baca juga: Jika Rahaf al-Qunun adalah Warga Indonesia/Malaysia, Bagaimana Nasibnya?

Oleh: Borneo Post

Hak Asal Rakyat Untuk Sabah (HARUS) mengadakan pertemuan damai di Monumen Double Six di Sembulan pada hari Sabtu (9/2) untuk mendesak pemerintah Malaysia untuk membatalkan proposal yang memohon agar Suku Bugis dan Jawa diakui sebagai penduduk asli di Sabah. Mereka juga menyerukan agar pemerintah menghormati hak-hak penduduk asli Sabah.

Ketua HARUS Joseph Philip mengatakan pertemuan itu bertujuan untuk menyatakan ketidakpuasan atas pernyataan baru-baru ini oleh Menteri Hukum dan Urusan Penduduk Asli Sabah Datuk Aidi Moktar yang diduga mengusulkan agar kedua kelompok suku tersebut mendapatkan status penduduk asli di Negara Bagian Sabah.

Namun, Aidi, yang dikritik karena membuat pernyataan itu, membantah mengatakan bahwa pemerintah akan mengakui Suku Bugis dan Jawa sebagai penduduk asli. Dia menambahkan bahwa mengakui kedua kelompok orang tersebut tergantung pada pemerintah negara bagian, setelah menyerahkan surat penunjukan kepada kepala suku asli di Tawau baru-baru ini.

Joseph mengatakan bahwa Suku Bugis dan Jawa berasal dari Indonesia yang datang ke Sabah dan jumlahnya bertambah banyak dari waktu ke waktu. Dia juga mendesak Ketua Menteri Datuk Seri Mohd Shafie Apdal untuk menarik kembali pernyataan Aidi dengan menyatakan bahwa tidak akan ada pengakuan untuk Bugis dan Jawa sebagai penduduk asli. Mereka juga merekomendasikan Aidi agar segera mundur dari jabatan menteri dengan hormat.

Joseph mengatakan bahwa Aidi, yang juga merupakan penduduk asli, seharusnya mengetahui tentang haknya sebagai penduduk asli dan tidak mungkin baginya untuk tidak mengetahui siapa mereka (Bugis dan Jawa).

Baca juga: Raja Baru Malaysia: Pembela Islam yang Familiar dengan Kerumitan Politik

“Pada saat yang sama kami tidak ingin para pemimpin politik menggunakan ras untuk menarik suara atau untuk kepentingan pribadi dan politik. Jadi, kami ingin pemerintah tidak menggunakan kebiasaan dan urusan penduduk asli sebagai alat untuk mengganggu harmoni yang telah ada sejak lama di Sabah. Kami ingin menghormati semua orang, kami menerima semua orang, tetapi hak penduduk asli tidak boleh diganggu.”

“Pentingnya pertemuan ini di sini adalah untuk mewakili pahlawan kita yang gugur, yang berbagi solidaritas dengan kita. Meskipun mereka tidak ada di sini tetapi monumennya ada di sini, mereka ada di sini bersama kita bahkan sekarang karena mereka adalah penduduk asli seperti kita.”

“Jadi kami ingin mereka mendengar apa yang kami katakan sekarang. Ini adalah suara Sabah yang tidak memiliki bersuara. Mereka yang sangat jauh dari sini dan kami ingin mereka didengar, apa yang sebenarnya kami wakili, jadi para pahlawan yang gugur juga mendengarkan. Inilah alasan mengapa kami berkumpul di sini (Monumen Double Six),” katanya.

Baca juga: Sultan Muhammad V Tinggalkan Tahta, Apa Artinya untuk Malaysia?

Joseph juga meminta penduduk asli Sabah untuk meningkatkan kesadaran dan menjaga hak-hak penduduk asli mereka.

“Jika kita tidak ingin menjaga hak kita, lalu siapa lagi yang akan menjaga hak kita untuk kita? Jangan biarkan hak kita pergi begitu saja. Kita berkumpul dan bangkit, memberi tahu anak-anak dan cucu-cucu bahwa kita adalah penduduk asli Sabah,” katanya kepada wartawan di pertemuan itu kemarin.

Keterangan foto utama: Para peserta membawa spanduk mereka untuk menolak proposal yang diduga bertujuan mengakui Suku Bugis dan Jawa sebagai penduduk asli dan mendesak untuk melindungi hak-hak masyarakat adat di Sabah. (Foto: Dokumen Pribadi)

Proposal Pengakuan Suku Bugis dan Jawa sebagai Penduduk Asli Sabah Ditolak

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top