Trump Tolak Hentikan Dukungan Amerika bagi Arab Saudi di Perang Yaman
Amerika

Trump Tolak Hentikan Dukungan Amerika bagi Arab Saudi di Perang Yaman

Berita Internasional >> Trump Tolak Hentikan Dukungan Amerika bagi Arab Saudi di Perang Yaman

Donald Trump menolak untuk menghentikan dukungan Amerika Serikat terhadap koalisi pimpinan Arab Saudi di Perang Yaman. Partai Demokrat dan Republik telah memperkenalkan kembali resolusi kekuatan perang dua pekan lalu sebagai cara untuk mengirim pesan kuat ke Arab Saudi tentang bencana kemanusiaan di Yaman maupun sebagai upaya mengutuk pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi. Perang Yaman telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan jutaan orang berada di ambang kelaparan. 

Oleh: Patricia Zengerle (Reuters)

Baca Juga: Fakta-fakta Utama Perang Yaman

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam pada hari Senin (11/2) untuk memveto upaya di Kongres AS untuk mengakhiri dukungan militer Amerika untuk koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam Perang Yaman. Sikap Trump tersebut melanjutkan pertikaian dengan anggota parlemen AS mengenai kebijakan Amerika terhadap kerajaan Saudi.

Partai Demokrat dan Republik telah memperkenalkan kembali resolusi kekuatan perang dua pekan lalu sebagai cara untuk mengirim pesan kuat ke Arab Saudi tentang bencana kemanusiaan di Yaman maupun sebagai upaya mengutuk pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi.

Administrasi Trump mengatakan resolusi itu tidak tepat karena pasukan AS telah menyediakan bahan bakar pesawat dan dukungan lain dalam konflik Yaman, bukan pasukan tempur. Administrasi Trump juga mengatakan bahwa tindakan itu akan merusak hubungan di kawasan dan melukai kemampuan Amerika untuk mencegah persebaran ekstremisme kekerasan.

Gedung Putih telah memicu kemarahan banyak anggota Kongres AS, termasuk beberapa anggota Partai Republik yang mengusung Donald Trump. Hal itu karena Trump gagal memberikan laporan pada tenggat waktu hari Jumat (8/2) mengenai pembunuhan jurnalis Khashoggi tahun 2018 di sebuah konsulat Saudi di Turki. Khashoggi adalah penduduk Amerika dan kolumnis untuk The Washington Post.

“Sulit untuk merasakan afeksi atau kewajiban apa pun terhadap rezim yang melakukan hal-hal semacam itu,” kata Representatif Demokrat Ed Perlmutter pada dengar pendapat DPR AS mengenai resolusi tersebut pada hari Senin (11/2).

Arab Saudi, yang dianggap Trump sebagai mitra regional penting, memimpin koalisi untuk memerangi pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman. Perang Yaman telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan jutaan orang berada di ambang kelaparan. Amerika telah mendukung kampanye udara yang dipimpin Saudi dengan dukungan pengisian bahan bakar di udara, intelijen, dan bantuan penargetan.

Baca Juga: Front Baru dalam Perang Yaman: Jamal Khashoggi

Partai Demokrat memandang resolusi kekuatan perang sebagai cara untuk menegaskan hak konstitusional Kongres AS untuk melakukan otorisasi terhadap penggunaan kekuatan militer dalam konflik asing. Partai Republik menentang tindakan itu, sama halnya dengan Trump, berargumen bahwa dukungan untuk Saudi merupakan perjanjian keamanan, bukan penggunaan kekuatan.

Senat AS yang dikuasai Partai Republik telah meloloskan resolusi kekuatan perang pada bulan Desember 2018, ketika pertama kali resolusi semacam itu telah melewati satu pun majelis di Kongres. Tetapi para politisi Republik, yang masih mengendalikan DPR saat itu, tidak mengizinkan pemungutan suara di majelis rendah.

Setelah menyapu kemenangan pemilihan paruh waktu, Partai Demokrat sekarang memiliki mayoritas di DPR AS. Mereka bermaksud mengambil resolusi pekan ini. Namun, resolusi itu akan berjuang untuk mengumpulkan dua pertiga mayoritas yang dibutuhkan di DPR dan Senat untuk mengatasi veto Trump. Sementara itu, Partai Republik masih menguasai mayoritas tipis di Senat.

Laporan oleh Patricia Zengerle. Diedit oleh Rosalba O’Brien.

Keterangan foto utama: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaiki Air Force One untuk melakukan perjalanan ke sebuah reli di El Paso, Texas, dari Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, Amerika Serikat, tanggal 11 Februari 2019. (Foto: Reuters/Leah Millis)

Trump Tolak Hentikan Dukungan Amerika bagi Arab Saudi di Perang Yaman

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top